ANAK BERKESULITAN BELAJAR KHUSUS/SPECIFIC LEARNING DISABILITY (Bagian 1)

Anak Berkesulitan Belajar (ABB) didefinisikan sebagai terminology yang mengarah pada kelompok gangguan yang heterogen yang termanisfestasikan dengan kesulitan yang signifikan dalam perolehan dan penggunaan mendengar, berbicara, membaca, menulis, kemampuan berpikir atau kemampuan terkait matematik. Gangguan tersebut secara instriksik pada individu dan dianggap karena gangguan fungsi sistem syaraf pusat. Namun demikian kesulitan belajar bisa jadi secara bersamaan dengan kondisi yang menghalangi anak untuk berkembang. Kondisi lain atau lingkungan bukanlah merupakan penyebab utamanya.

Menurut Dapodik tahun 2019, jumlah anak berkesulitan belajar yang bersekolah di sekolah umum dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas atau Kejurauan (SMA dan SMK) di Indonesia dapat dilihat pada tabel di bwah ini. 

SEKOLAH

TOTAL ABK

ABB

%

SD

69649

27716

39,7%

SMP

23497

10082

42,9%

SMA

6373

1894

29,7%

SMK

5412

1976

36,5%

Sumber : Data dapodik cut off 31 Januari 2019 

Biasanya anak-anak kesulitan belajar teridentifikasi selama  di sekolah dasar (SD). Kemampuan anak-anak ini menunjukkan di bawah dari kemampuan yang seharusnya.  Beberapa manifestasi dari  kesulitan belajar spesifik ini dapat dijelaskan secara singkat di bawah ini.

  1. DYSLEXIA
  • Mempengaruhi komunikasi lisan dan tertulis, kesulitan mengidentifikasi huruf / kata. Kemampuan membaca lambat, tidak akurat, dan susah payah
  • Saat membaca dengan keras: ragu atau menebak kata-kata tanpa intonasi dan ekspresi yang normal
  • Ejaan kesulitan: menambah atau menghilangkan huruf
  • Kesulitan memahami apa yang dibaca: kehilangan makna perikop, lupa urutan kejadian, tidak dapat membuat kesimpulan
  1. DYSGRAPHIA
  • Kesulitan dalam menulis: ejaan dan tata bahasa yang buruk, seringkali tulisan tangan yang buruk (keterampilan motorik halus lainnya tidak terpengaruh)
  • Tulisan bercampur; huruf cetak dengan latin
  • Menyalahgunakan huruf besar dan kecil
  • Lambat dan tenaga: mudah kelelahan menulis
  • Kesulitan menempatkan pemikiran di atas kertas atau berpikir dan menulis pada saat yang sama: kurang kohesi. Kesulitan menuangkan pikiranya dalam tulisan.
  1. DYSCALLCULIA
  • Kesulitan dengan angka-angka dan hubungannya
  • Bermasalah dengan pengertian angka pengertian intuitif tentang bagaimana angka bekerja
  • Berjuang/berpikir keras untuk menghafal fakta matematika
  • Berjuang/berpikir keras untuk mengikuti alasan matematika. Harus mengandalkan hafalan
  • Mengarah ke masalah lain. Masalah mengukur bahan atau membaca grafik / grafik.

PENDIDIKAN ANAK BERKESULITAN BELAJAR DI  INDONESIA

  • Di Sekolah Umum

Penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak dengan kesulitan belajar dapat dilakukan di sekolah umum. Anak-anak ini mengikuti kurikulum di sekolah umum dengan sedikit modifikasi dan adaptasi baik isi, media, proses dan evaluasi. Modifikasi dapat dilakukan satu atau lebih dari komponen-komponen pembelajaran di sekolah.

Beberapa tantangan bagi anak-anak berkesulitan belajar yang bersekolah di sekolah umum adalah perlakuan dan pembelajaran yang dilakukab oleh guru. Jika guru kurang ramah dalam menyikapi kemampuan belajar anak misalnya merah-marah, mengabaikan, memberikan tugas yang berulang-ulang padahala anak kesulitan dalam mengerjakannya, maka anak akan lebih tertekan. Anak-anak ini akan makin bermasalah ketika perlakuan guru di”contoh” anak-anak lainya yang tidak bermasalah dengan pembelajaran. Akan menjadi lebih parah adalah anak-anak pada umumnya bertidak deskriminatif dan bullying; mengolok-ngolok, “mengat-ngatain”, dijadikan obyek bahan ketawaan dan cacian atau yang lainnya.

  • Di Sekolah Khusus

Anak-anak dengan kesulitan belajar ada yang bersekolah di sekolah khusus untuk anak-anak berkesulitan belajar. Di Indonesia mungkin hanya 1-2 sekolah. Dulu, di Jakarta ada sekolah umum tetapi sangat konsen dengan anak-anak kesulitan belajar, sekarang saya tidak tahu persisi/ “tidak mendapat kabar” apakah sekarang masih memberi  layanan pada anak-anak berkesulitan belajar.

Sekolah khusus yang memberikan layanan bagi anak-anak berkesulitan belajar adalah Sekolah Talenta di Jakarta. Meski ada beberapa anak yang tidak sepenuhnya kesulitan belajar, sekolah ini sangat konsen membantu anak-anak berkesulitan belajar. Dalam setting pendidikan khusus, anak-anak berkesulitan belajar mendapatkan manfaat yang baik dimana mereka dapat belajar sesuai dengan cara mereka sehingga kebutuhan belajarnya terpenuhi.

Masih banyak alternative layanan pendidikan bagi anak berkesulitan belajar lainya seperti melalui jalur pendidikan informal di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), home schooling dan sebagainya.

Poin

Anak-anak berkesulitan belajar bukan karena kurangnya kecerdasan atau kurangnya keinginan untuk belajar. Dengan metode pengajaran yang tepat dapat menguasai keterampilan ini (Kurikulum Fleksibilitas). Ini harus menjadi perhatian bagi GURU di sekolah umum. Mungkin, anak-anak berkesulitan belajar akan  mendapat manfaat dari modifikasi dan adaptasi kecil, misalnya tes tanpa waktu, pengujian lisan, membuat laporan video, pendampingan, diberikan tabahan penjelasan, struktur kalimat yang simple dan mudah dipahami dan lain seterusnya.  Sebagai contoh Untuk Disleksia guru dapat membuat tek dengan font spesifik sedang Disgrafia, guru dapat menyediakan kertas lebar atau genggaman tangan berbeda dan Dyscalculia, guru dapat memodifikasi pembelajaran dengan game, objek fisik dan seterusnya. Juga sangat mungkin memberi waktu ekstra untuk latihan dan les satu lawan satu

Bagaimana pembelajaran bagi anak berkesulitan belajar, kurikulum, peluang berkuliah di perguruan tinggi, pengembangan minat bakat, program keterampilan, menjadi orang tua dari anak berkesulitan belajar, dan kajian yang relevan akan Saya tulis pada bagian selanjutnya.

Penulis adalah partner discuss di Sekolah Khusus Talenta, sekolah untuk anak-anak berkesulitan belajar dan Komunitas orang tua dari anak berkesulitan belajar di Jakarta sejak tahun 2005/2007 hingga sekarang.

Salam Hidup Bermanfaat!

 

Dr. Joko Yuwono/Kepala Prodi Pendidikan Luar Biasa & PSD LPPM UNS

JOKO YUWONO, Lahir di Solo, 19 Juni 1973. PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN Bersekolah di Solo dari SD, SMP, SMA hingga jenjang Perguruan Tinggi. Lulus dari Prodi. Pendidikan Khusus (PKh) FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun 1997, saya hijrah ke Jakarta untuk mengaplikasikan keilmuan yang saya peroleh. Saya bekerja di sebuah pusat layanan anak berkebutuhan khusus (Autis dan Cerebral Palscy). Selama 3 tahun, Saya bekerja menjadi terapis, guru hingga Kepala SLB. Kemudian, pada tahun 2000, saya memulai mendirikan lembaga penanganan anak autis secara mandiri. Saya memiliki 3 lembaga, 2 lembaga penanganan anak autis di Jakarta dan 1 lembaga pendidikan anak usia dini/PAUD Tangerang. Pada tahun 2005, saya mengikuti seleksi masuk Program Master/S2, Jurusan Pendidikan Khusus (fokus: Pendidikan Inklusif). Kebetulan Program Master ini adalah Program Beasiswa kerjasama Direktorat Pendidikan Khusus Kemdikbud RI dan Braillo Norwey melalui Universitas Pendidikan Indonesia dan Oslo University di Bandung. Saya adalah angkatan ke 2. Selama dua tahun saya belajar tentang Pendidikan Inklusif. Setelah lulus, saya langsung melanjutkan Program Doktor pada Jurusan Psikologi dan Konseling. Selama 5 tahun, saya menempuh Program Doktor. Tahun 2012/2013 saya menyelesaikan sekolah. Jadi, 7 tahun saya bersekolah, menuntut ilmu, mondar-mandir Jakarta-Bandung. Saya menjadi guru/terapis di lembaga saya sendiri dan home visit (sejak 1997) di Jakarta sekitarnya. Saya juga pernah menjadi konsultan di Medan selama 2 tahun, 1-2 bulan sekali pergi ke Medan. Demikin pula di Jambi, Bandung dan Solo. Saya juga pernah jadi Konsultan di Sekolah Khusus di Jakarat, sebagai Tenaga Ahli di Direktorat PKLK Kemdikbud (2016) dan Konsultan di World Bank (2021) untuk Mengevaluasi Program Pendidikan Inklusif di Indonesia atas inisiasi Dirrektorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) Kemdikbud-ristek RI. Selain menjadi guru atau terapis, saya juga menjadi Dosen di beberapa Universitas seperti Universitas Katolik Atmajaya Jakarta Prog. PGSD dan Bimbingan Konseling sekitar 7 tahun, Universitas Islam Nusantara/Uninus Jur. Pendidikan Luar Biasa, Bandung selama 7 tahun dan MENDIRIKAN dan mengajar di Prodi Pendidikan Luar Biasa di Universitas Sultan Ageng Tirtayas Serang Banten selama 5 tahun. Dan tak disangka, akhirnya saya kembali ke kampung halaman, Solo. Saat ini, Saya mengabdikan diri di Prodi. Pendidikan Khusus FKIP UNS/Universitas Sebelas Maret Surakarta. Terima Kasih Prof. Dr. Ravik Karsidi, Prof. Dr. Sunardi, Prof. Gunarhadi, Prof. Munawir Yusuf dan juga Dr. Subagya yang memotivasi saya untuk kembali ke UNS Surakarta dan terus berkarya. KELUARGA DAN PENGALAMAN KERJA SRABUTAN Saya adalah anak ke 6 dari 9 bersaudara. Bapak saya adalah seorang sopir dan si Mbok adalah penjual gorengan dan nasi kucing di Kampung Sewu Jebres Solo. Penghasilan orang tua jauh dari pas-pasan. Sekolah terbata-bata. Saya harus bersekolah sambil bekerja waktu S1-S3, semuanya MANDIRI. Alhamdulilah. Berbagai pekerjaan pernah saya lakoni, jual jagung bakar, jual nasi, jualan es dawet, kuli bangunan, jualan alat kesehatan, jaga counter di Pasar Pagi Mangga Dua, jualan tas keliling hingga ke Pacitan dan Ponorogo, membuat tas dari sak semen (bungkus semen), hingga mengamen adalah cara untuk mempertahankan hidup dan bersekolah/kuliah. Selalu cemas setelah ujian akhir semester, dimana sementara mahasiswa yang lain kebanyakan sibuk memikirkan kemana mereka akan rekreasi/refreshing setelah menemouh ujian semesteran, saya justru dipaksa harus berpikir keras kemana mencari uang SPP yang pada waktu itu cuma Rp. 90.000-150.000. Alhamdulillah, selesai juga dan tak menyangka kini saya bisa bersekolah terus hingga tuntas, hingga Doktor. berkah anak dari si Mbok Penjual Nasi Kucing, jajanan khas Kota Solo (angkringan). Terima kasih Allah SWT. Apa yang saya tulis di atas bukan saya ingin menyombongkan diri, tetapi hanya berbagi pengalaman. Sekolah hanyalah tanda bahwa kita pernah belajar dan berpikir. Sekolah setinggi-tingginya adalah penting, lebih penting lagi adalah apa yang bisa kita lakukan setelah sekolah, apa yang bisa kita perbuat setelah sekolah! Terus Belajar dan Salam Hidup Bermanfaat!!