Dimana Sekarang Kita Berada (Ruang Bisnis Entrepreneur)

Proses menjadi entrepreneur tidak terlepas dari pemilihan ruang bisnis yang akan ditempati. Penentuan basis atau pondasi akan menjadi sangat penting sebagai dasar dalam memilih atau menciptakan ruang bisnis. Akan muncul banyak ruang yang dapat kita masuki dalam nenjadi entrepreneur. Dilihat dari perkembangan kehidupan manusia, ruang bisnis ini selalu mengalami perubahan. Dari jaman ketika harus berburu untuk untuk memperoleh makanan, kemudian mulai muncul transaksi dengan metode barter dan sampai sekarang pembayaran dengan uang. Semua perubahan selalu terjadi seiring kebutuhan manusia yang meningkat dan mulai terbatasnya sumber daya alam.

Dapat kita lihat film God Must Be Crazy yang mengisahkan sebuah suku di daerah Kalahari. Mereka hidup secara berkelompok dalam skala kecil, kehidupan sosial mereka tidak menghasilkan strata dan norma-norma hukum yang pasti, bahkan mereka tidak mengenal sistem kepemilikan. Setiap harinya yang mereka pikirkan hanyalah mencari makan. Mereka tidak memiliki rasa benci terhadap apapun ciptaan lain di sekitar mereka karena bagi mereka Tuhan menciptakan semuanya untuk kebaikan. Mereka hidup dengan tenteram dan bahkan dapat saling berbagi.

Namun, suatu ketika mereka menemukan sebuah botol yang dijatuhkan dari pesawat yang sedang melintas di saerah tersebut. Kemudian botol ini menjadi pusat perhatian, karena bagi mereka botol tersebut merupakan barang asing yang baru mereka temukan. Dari sinilah mulai muncul rasa kepemilikan dan terjadi saling berebut untuk memilikinya. Karena merasa botol itu membawa keburukan, maka salah satu dari mereka berencana membawa botol itu ke ujung dunia dan mengembalikannya kepada Tuhan.

Dari film ini jelas terlihat bahwa ketika sumber daya yang ada jumlahnya melimpah maka tidak ada persaingan untuk memperebutkannya dan harga jualnya akan jatuh atau bahkan tidak ada yang peduli dengan kepemilikan akan barang tersebut. Sedangkan saat suatu barang hanya tersedia dalam jumlah yang sedikit maka setiap orang memperebutkannya dan berusaha untuk memilikinya sehingga akan meningkatkan harga jualnya.

Dalam proses menjadi seorang entrepreneur, sangat penting tentunya untuk mengtahui dalam ruang bisnis mana kita berada. Dalam hal ini yang harus dibuat sebagai langkah awal adalah suatu basis atau pondasi yang akan menjadi dasar dari ruang bisnis yang akan kita masuki. Kita tidak bisa menjadi seorang entrepreneur tanpa mengetahui di ruang mana kita berada. Jika dilihat perkembangan kehidupan manusia dari jaman purba hingga sekarang, ruang berwirausaha ini selalu mengalami pergeseran. Di masa lampau, orang hidup di dalam goa dan memperoleh kebutuhan hidup dari alam. Dengan melimpahnya sumber daya, tidak ada kepemilikan akan sumber daya yang tersedia. Kemudian mulai ada kepemilikan dan memunculkan metode barter dalam memperoleh barang yang dibuthkan, hingga pada saat ini digunakan sistem mata uang untuk bertransaksi.

Ruang yang ditempati manusia selalu berubah seiring berjalannya waktu. Melalui karyanya “Researches sur les Priciples Mathematiques de la Theorie des Richesses” pada tahun 1838, Antonie Augustin Cournot menyatakan suatu teori bahwa ketika kita membatasi jumlah barang yang mampu kita produksi maka kita dapat mempertahankan barang itu tetap memiliki nilai jual yang tinggi. Namun, seiring berjalannya waktu teori ini terpatahkan. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi maka mulai adanya penggunaan mesin dalam produksi. Hal ini menyebabkan quantitas barang dapat diproduksi dalam jumlah besar. Sehingga teori Cournot terpatahkan oleh Bertrand dengan teori pasar oligopolinya. Dalam hal ini produsen hanya dapat menjual produknya dengan harga cukup murah. Hal ini diakibatkan karena adanya persaingan harga dari produsen lain. Sehingga harga jualnya harus ditekan sekecil mungkin. Kemudian di era sekarang ini mulai muncul metode baru yang dilakukan produsen dalam menjual produknya. Jika kita lihat perusahaan yang memberikan jasa informasi berita (seperti: detik, kompas, okezone, dll) atau jejaring sosial (seperti: facebook, twitter, whatsapp, dll), mereka memberikan akses secara gratis kepada setiap orang untuk memanfaatkannya. Setiap orang dapat menikmati fasilitas yang diberikan secara gratis dengan pelayanan yang premium (terbaik). Kemudian untuk menutup biaya operasional, perusahaan mencari dana sari pihak sponsorship.

Dari sedikit penjelasan ini tettang teori pasar yang terjadi dari waktu ke waktu di atas, terlihat adanya pergeseran ruang bisnis yang dijalani. Pergeseran ruang bisnis ini memberikan peluang yang besar dalam menjadi entrepreneur. Di era sekarang, seakan tidak ada lawan dalam berwirausaha, yang ada adalah kawan. Sebagai contoh dapat dilihat apa yang dilakukan oleh pemilik facebook yang berhasil mengakuisisi whatsapp dengan harga yang luar biasa. Namun, bukan kerugian yang didapat justru peningkatan harga jual saham yang sangat luar biasa. Sehingga yang terjadi di era sekarang bukan lagi saling menjatuhkan antar pelaku bisnis tapi bagaimana mengelola semuanya dalam sebuah ruang yang saling menguntungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *