Gereja dan Injil Sebagai Inspirasi Film

Entah…? Berapa banyak film diproduksi setiap tahunnya…? Bermacam genre, action? Drama? Sci-fi? Horror? Thriller? Comedy? dan lainnya. Baik diangkat dari kisah nyata, novel fiksi ataupun inspirasi lainnya. Bukan saja sebatas hiburan, sebuah film bisa juga mengandung unsur edukasi, history, promosi dan tidak mungkin terkandung unsur politik.

 

Salah satu tema film yang cukup menarik adalah religi, terlebih jika kisah tersebut diambil dari naskah kitab suci. Meski tidak dapat ditelaah secara mentah, namun jelas mengangkat kisah dalam kitab suci ke dalam sebuah film mampu memberikan gambaran (lebih nyata) akan apa yang dialami oleh tokoh dalam kitab suci tersebut walaupun (sekali lagi) tidak dapat ditelaah secara mentah.

Salah satu film yang cukup “fenomenal” adalah The Passion of The Christ (2004), mengisahkan tentang penyaliban Yesus oleh tentara romawi (dikisahkan pada injil Yohanes, Lukas, Matiuns, Maupun Markus). Meski banyak film lain tentang Yesus seperti Son of God (2014) maupun Killing Jesus (2015) dan juga The Young Messiah (2016), namun, (menurut pendapat pribadi) The Passion of The Christ (2004) adalah yang tebaik.

 

Kisah lain, sesaat setelah penyaliban Yesus, diangkat dalam film Risen (2016). Berkisah tentang pencarian jenazah Yesus oleh Pilatus dan Kayafas. Kayafas, imam agung saat itu, beranggapan bahwa jenasah Yesus dicuri oleh para murid-Nya dan menyebarkan berta tentang kebangkitan Yeus yang berpotensi mengancam posisinya sebagai imam agung dan menyebabkan pemberontakan terhadap romawi.

 

Ada juga Exodus Gods And Kings (2014) yang diambil dari kitab keluaran tentang perjalanan Mussa membebaskan bangsa Israel keluar dari Mesir. Ataupun Noah (2014) kisah tentang Nabi Nuh saat membangun Bahtera untuk menyelamatkan kehidupan di Bumi sebelum bencana air bah datang.

 

Selain bersumber pada injil, ada pula film tentang gereja (khususnya Katholik) yang diangkat dari kisah nyata maupun cerita fiksi. Seperti kisah dalam film Stigmata (1999). Stigmata sendiri merupakan peristiwa spiritual dimana seseorang, memperleh dan merasakan luka seperti yang dialami Yesus saat penyaliban, Luka di pergelangan tangan, kaki, kepala, cambukan di punggung dan tusukan tombak di hati. Ada juga film fiksi Angels & Demons (2009) yang berkisah tentang terror dan “konspirasi” tersebunyi di Vatican.

 

Bagaimanapun, film hanyalah sebagai hiburan bukan referensi yang dapat ditelaah secara mentah. Tidak ada yang tahu pasti yang sebenarnya terjadi terlebih kisah dalam Injil, karena itu:
“Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yoh 20:29)

 

One thought on “Gereja dan Injil Sebagai Inspirasi Film

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *