Udara Dingin

Meskipun kita tinggal di tempat yang sama di muka Bumi, terkadang terasa adanya perubahan lingkungan secara drastis… misal udara yang tiba-tiba terasa dingin sepanjang hari ataupun adanya hembusan angin kencang. Apakah hal itu termasuk perubahan iklim atau sekedar cuaca sesaat..?

Dalam ilmu Sains tertulis tiga poin Hukum Kepler

Hukum I Kepler berbunyi : Lintasan setiap planet ketika mengelilingi matahari, berbentuk elips, di mana matahari terletak pada salah satu fokusnya.

Hukum II Kepler berbunyi : Setiap planet bergerak sedemikian sehingga suatu garis khayal yang ditarik dari matahari ke planet tersebut mencakup daerah dengan luas yang sama dalam waktu yang sama.

Hukum Kepler III berbunyi : Kuadrat perioda suatu planet sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari Matahari.

Lalu apa kaitan Hukum Kepler dengan danya perubahan cuaca di linkungan..?

Dari Hukum I Kepler dituliskan…lintasan planet (dalam hal ini Bumi) mengelilingi matahari berbentuk elips….artinya akan ada saatnya Bumi berada dekat dengan matahari dan saat Bumi menjauh dari matahari. Yang disebut Aphelion dan Perihelion. Aphelion merupakan posisi dimana Bumi dalam perjalanannya mengelilingi Matahari mencapai titik terjauh. saat bumi mencapai titik terdekatnya atau yang disebut dengan Perihelion.

Menurut data dari berbagai sumber diperkirakan pada bulan Januari, Bumi “hanya” akan berjarak sekitar 147.100.993 km dari Matahari. Sementara enam bulan berikutnya, saat Bumi mencapai Aphelion (titik paling jauh dari Matahari), tepatnya pada bulan Juli, jaraknya mencapai sekitar 152.092.511 km dari Matahari.

Selain faktor Aphelion dan Perihelion Bumi terhadap Matahari juga ada pengaruh kemiringan planet yang juga mempengaruhi perubahan musim.

Antara Maret hingga September: Kutub utara berada di dekat matahari, sedangkan kutub selatan jauh dari matahari. Belahan bumi utara terpapar sinar matahari lebih lama dibandingkan belahan bumi selatan. Jarak terdekat kutub utara dan matahari terjadi diprediksi tanggal 21 Juni. Pada tanggal tersebut, pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5° ke arah utara.

Matahari yang berada di belahan langit utara, mengakibatkan benua Asia lebih panas daripada benua Australia. Akibatnya, di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara rendah, sedangkan di australia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi yang menyebabkan terjadinya angin dari australia menuju Asia. Lebih tepatnya karena tekanan udara dari belahan utara yang lebih rendah dibandingkan dari selatan sehingga sehingga angin yang bertiup ke arah Indonesia berasal dari belahan Bumi Selatan (Australia) yang mana udara terasa lebih dingin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *