Burung hitam yang sering muncul di tempat angker dan pemakaman ini konon sangat disukai makhluk halus terutama genderuwo. Bagi mereka yang melakukan transaksi dengan makhluk mengerikan ini modal utamanya yaitu keberanian. Hal itu dikarenakan ketika melakukan transaksi sang penjual tidak boleh takut. Jika mereka lari atau pingsan, sang Genderuwo pun juga akan pergi.

Ritual ini biasanya dilakukan di tempat-tempat yang dipercaya banyak di huni oleh genderuwo. Bisa di hutan, lereng gunung, waduk, ataupun goa. Biasanya para pencari kekayaan ini akan ditemani oleh paranormal supaya bisa menjaga sang penjual dari Genderuwo yang marah karena kehabisan sate gagak.

Konon, gagak yang diberikan adalah gagak yang disembelih di tempat itu juga. Beberapa bumbu yang diperlukan dalam meracik sate gagak antara lain kemenyan, minyak fambo, minyak serimpi, dan sekar arum. Biasanya setelah menyembelih gagak beberapa genderuwo pun datang dengan wujud mengerikan mereka. Mata merah, bau kentang busuk, taring yang panjang dengan liur yang menetes serta bulu yang menutupi tubuh mereka adalah wujud yang sering ditemui oleh sang pemilik hajat. Tetapi jangan salah, biasanya genderuwo akan membayar berapapun harga yang diminta oleh sang penjual.

Kabarnya jika ritual ini berhasil, para pencari hajat ini bisa meraup keuntungan antara Rp10.000.000 sampai Rp50.000.000. Angka yang fantastis untuk nominal berdagang makanan dalam satu malam. Meskipun ada beberapa yang tidak kembali karena dimangsa oleh penguasa malam ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *