Berbeda dengan bangunan pagoda lain yang digunakan untuk beribadah, pagoda ini dibangun hanya untuk simbol untuk menghormati leluhur. Hal ini diperkuat dengan penemuan puing-puing makam etnis Tionghoa di daerah ini. Jadi manfaatnya hanya sebagai monumen. Meskipun demikian, tempat yang dahulunya merupakan makam yang cukup luas ini juga menyimpan banyak cerita misteri.

Dahulu ketika pemugarannya, banyak ditemukan penampakan. Diantaranya penampakan keluarga Tionghoa dengan wajah yang pucat. Kedua orang tuanya memiliki wajah murung sedangkan anaknya berwajah ceria sembari berlari-lari. Konon keluarga gaib tersebut yang mengganggu para pekerja pemugarannya. Sampai-sampai ada pekerja yang mengalami sakit di kaki dikarenakan sawan dari penunggu tersebut. 

Ada pula sosok ular besar berwujud api yang kadang terbang mengelilingi pagoda ini. Beberapa penduduk menganggapnya sebagai banaspati, padahal wujud itu merupakan jin yang ditugaskan untuk menjaga area makam ini jauh sebelum makam-makam yang dahulu dipindahkan.

Tidak hanya itu, beberapa pengunjung juga kadang menemukan seekor burung merah bermotif unik yang konon menampakkan diri hanya kepada keturunan yang leluhurnya pernah dikuburkan disini. Tidak hanya itu, sosok seperti pocong dan genderuwo juga banyak mendiami tempat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *