Meskipun terletak di pusat kota, tidak menjadikan kampusterbebas dari kesan angkernya. Suasana sudah terasa berbeda jika kita mulai memasuki kampus melalui jalan utama. Lambaian daun dan angin yang berdesis menambah suasana horor seakan ada sosok-sosok yang berusaha menyapa kita. Beberapa kisah mistis diriwayatkan pernah dialami oleh beberapa alumni, dosen, atau petugas jaga yang berada di kampus.

Sosok yang paling dikenal adalah sosok kuntilanak merah. Sosok ini adalah legendaris yang sering menjadi buah bibir mahasiswa yang kebetulan menginap di sana, anak kecil yang kebetulan senang bermain di sana, sampai masyarakat sekitar. Kemunculannya juga tidak pandang waktu, beberapa orang pernah melihat sosok ini muncul di taman bermain, lorong dekat tangga di gedung utama, sampai di arena olahraga.

Bahkan beberapa tahun yang lalu, seorang mahasiswi yang depresi karena masalah keluarga menjadi sasaran makhluk ini hingga kesurupan berkali-kali. Hal itu bisa dihentikan ketika sang paranormal memberikan ayam cemani sebagai pengganti jiwa sang mahasiswi yang hendak dijadikan abdinya.

Ada pula sosok pocong dengan wajah penuh belatung sering menakuti beberapa mahasiswa yang angkuh, cenderung pamer, dan sering berkata kotor di kampus. Bahkan sosok ini sering mengikuti si korban sampai ke rumahnya. Beberapa saksi sering melihat sosok ini ketika mereka tindihan saat sedang beristirahat di area kampus.

Meskipun demikian, beberapa kisah mistis berangsur menghilang, namun kesopanan dan kesadaran bahwa kita tidak sendiri menjadi kunci agar kenyamanan tetap terjaga.