Penggunaan Kata Na’am Paling Pas

By | 21/08/2020

Sahabat muslim tentu tidak merasa asing dengan penggunaan kosa kata Arab dalam percakapan sehari-hari. Meskipun tinggal di negara berbahasa Indonesia, akan tetapi tidak sedikit kosa kata bahasa Arab yang digunakan untuk percakapan sehari-hari. Misalnya, ‘na’am’. Penggunaan kosa kata ini tidak hanya sering dilafadzkan oleh kaum muslim laki-laki saja melainkan juga perempuan.

Makna Kata Na’am

Dalam percakapan harian na’am sering digunakan sebagai pengganti ucapan ‘ya’. Kata tersebut sangat singkat akan tetapi mengandung banyak maksud tujuan. Salah satu penggunaan na’am ialah sebagai bentuk persetujuan maupun pembenaran atas sesuatu. Biasanya ketika mengucapkan na’am juga dibarengi dengan kalimat lain.

Misalnya, ketika seorang muslim menanyakan apakah sudah makan atau belum maka dapat dijawab dengan na’am. Boleh saja menjawab dengan na’am saja. Namun, hal ini terasa terlalu singkat. Tambahkan kalimat lain atau pertanyaan serupa bagi si penanya. Dengan demikian, interaksi pun akan berjalan dengan baik.

Penggunaan Kata Na’am

  1. Pembenaran tindakan

Na’am dapat digunakan untuk membenarkan suatu tindakan. Misalnya, ketika ada seseorang yang menanyakan apakah sudah mengerjakan tugas atau belum? Maka dapat langsung dijawab dengan kata na’am. Tambahkan kalimat penjelas lainnya seperti na’am saya sudah mengerjakan tugas dari dosen mata kuliah ekonomi.

  • Persetujuan hal tertentu

Na’am juga dapat dipakai untuk melakukan persetujuan terhadap hal tertentu. Misalnya, saat ada seseorang yang bertanya tentang apakah benar bahasa Jermannya selamat pagi adalah Guten Morgen? Langsung saja mengiyakan pertanyaan tersebut dengan maksud melakukan persetujuan. Bila perlu tambahkan dengan kalimat pelengkap.

  • Pembenaran peristiwa

Terakhir, na’am juga dapat dipakai untuk membenarkan adanya kejadian maupun peristiwa tertentu. Contohnya, saat seseorang bertanya apakah telah menonton kajian tadi malam di Masjid An-Nur? Untuk membenarkannya maka dapat langsung mengucapkan na’am. Tambahkan juga kalimat pelengkap atau balik memberikan pertanyaan serupa.

Bukan sok terlalu Arab, kata na’am pun sudah sangat familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Bahkan ada begitu banyak kosa kata Arab yang ikut masuk dalam dialog keseharian. Contohnya, tafadhol, khoir, afwan dan sebagainya. Bukan menjadi persoalan jika banyak orang yang berbicara dengan tambahan kosa kata bahasa Arab. Hal yang jauh lebih penting adalah terjalinnya interaksi dengan baik.