Permasalahan perlindungan hukum pada merek terutamanya merek populer sudah jadi salah satunya faktor penting dalam mekanisme merek.

Satu merek populer seharusnya diproteksi oleh Jasa cek merek dan Pendaftaran Merek sebab bisa memacu faksi yang tidak bertanggungjawab untuk lakukan pelanggaran pada sesuatu merek yang sudah tercatat. Pelanggaran pada merek itu muncul karena dipandang merek itu bisa menguntungkan dengan cepat untuk faksi yang tidak bertanggungjawab.

Pelindungan hukum pada pemegang hak merek merujuk pada karakter hak atas merek yang memiliki sifat spesial (exclusive). Hak spesial memiliki sifat monopoli yang bermakna hak itu cuman bisa dikerjakan oleh pemegang merek dan Jasa Cek Merek dan Pendaftaran Merek.

Tanpa ijin dari pemilik merek, seseorang tidak bisa memakai merek itu. Bila ada faksi yang lain memakai hak spesial tanpa ijin dari pemegang merek, karena itu terjadi pelanggaran yang bisa dikenai ancaman spesifik.

Berkaitan dengan perlindungan merek, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 mengenai Merek dan Tanda-tanda Geografis (UU Merek) memberi hak terbatas ke pemilik merek buat menahan beberapa pihak lain untuk pasarkan beberapa produk yang sama atau serupa dengan merek yang dipunyai oleh pemegang hak merek dengan memakai merek yang serupa atau merek yang bisa memusingkan customer.

Persyaratan merek populer, sudah ditata lewat Ketentuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 67 Tahun 2016 mengenai Registrasi Merek (Permenkumham 67/2016). Dalam Pasal 18 Permenkumham 67/2016 dipastikan selaku berikut ini:

Persyaratan penetapan merek populer seperti diartikan dalam Pasal 16 ayat (2) huruf b dan huruf c dikerjakan dengan memerhatikan pengetahuan umum warga berkenaan merek itu di sektor bisnis yang berkaitan.
Warga seperti diartikan pada ayat (1) adalah warga customer atau warga biasanya yang mempunyai jalinan baik di tingkat produksi, promo, distribusi, atau pemasaran pada barang dan/atau layanan yang diproteksi oleh Merek yang didaftarkan melalui Jasa Cek Merek dan Pendaftaran Merek.
Dalam tentukan persyaratan merek selaku merek populer seperti diartikan pada ayat (1) dikerjakan dengan menimbang:
a. tingkat pengetahuan atau pernyataan warga pada merek itu di sektor bisnis yang berkaitan selaku merek populer;

b. volume pemasaran barang dan/atau layanan dan keuntungan yang didapat dari pemakaian merek itu oleh pemiliknya;

c. market share yang terkuasai oleh merek itu dalam hubungan dengan peredaran barang dan/atau layanan di warga;

d. capaian wilayah pemakaian merek;

e. periode waktu pemakaian merek;

f. intensif dan promo merek, terhitung nilai investasi yang dipakai untuk promo tersebut;

g. registrasi merek atau permintaan registrasi merek di negara lain;

h. tingkat kesuksesan penegakan hukum di bagian merek, terutamanya berkenaan pernyataan merek itu selaku merek populer oleh instansi yang berwenang; atau

i. nilai yang menempel pada merek yang didapat sebab rekam jejak dan agunan kualitas barang dan/atau layanan yang diproteksi oleh Merek itu.

Disamping itu berdasar Surat Selebaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2017 mengenai Pemerlakukan Rumusan Hasil Raoat Paripurna Kamar Mahkamah Agung Tahun 2017 Selaku Dasar Penerapan Pekerjaan Untuk Pengadilan di bagian Perdata Spesial mengendalikan “tuntutan penangguhan merek populer dengan argumen niat tidak bagus, secara formal bisa diterima tanpa ada batasan waktu (vide Pasal 21 ayat (3) dan Pasal 77 UU Merek)”

Merek populer diproteksi oleh bermacam kesepakatan internasional, salah satunya Paris Convention for the Protection of Industrial Properti (Paris Convention) dan the Agreement on Trade-Related Aspects of Intellectual Properti Rights (TRIPS Agreement).

Paris Convention dan TRIPS Agreement menyaratkan beberapa negara anggota membuat perlindungan Merek populer bahkan juga bila merek itu tidak tercatat atau dipakai di negara itu. Pelindungan untuk merek populer yang belum tercatat di bawah Paris Convention umumnya terbatas pada barang dan layanan yang sama atau serupa sama barang atau layanan merek berkaitan dan pada kondisi di mana pemakaian condong mengakibatkan ketidaktahuan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *