Fungsi Dan Tujuan Ilmu Pengetahuan

Sumber : http://legalstudies71.blogspot.com/2018/11/fungsi-dan-tujuan-ilmu-pengetahuan.html

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :  

The Liang Gie, mengartikan ilmu pengetahuan sebagai rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif dengan metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala kealaman, kemasyarakatan, atau keorangan untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan ataupun melakukan penerapan.

Ilmu pengetahuan merupakan suatu aktifitas kognitif yang harus mematuhi berbagai kaidah pemikiran yang logis. Ilmu pengetahuan juga merupakan sebuah proses yang bersifat rasional dan bercorak teleologis, yaitu mengarah pada tujuan tertentu, karena ilmuwan dalam melakukan aktifitas ilmiah mempunyai tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Selain mempunyai tujuan, ilmu pengetahuan juga mempunyai fungsi.

Fungsi Ilmu Pengetahuan. Ilmu pengetahuan mempunyai beberapa fungsi, yaitu sebagai berikut :

1. Menjelaskan.
Dalam fungsi ini, ilmu pengetahuan ini mempunyai empat bentuk :
  • deduktif, yaitu ilmu yang menjelaskan sesuatu berdasarkan premis pangkal ilir yang telah ditetapkan sebelumnya.
  • probabilistik, yaitu ilmu pengetahuan yang menjelaskan mengenai pola pikir induktif dari sejumlah kasus yang jelas, sehingga hanya dapat memberikan kepastian (tidak mutlak) yang  bersifat kemungkinan besar atau hampir pasti.
  • fungsional, yaitu ilmu pengetahuan menjelaskan letak suatu komponen dalam suatu sistem secara menyeluruh.
  • genetik, yaitu ilmu pengetahuan yang menjelaskan suatu faktor mengenai gejala-gejala yang sering terjadi.
2. Meramalkan.

Dalam fungsi ini, ilmu pengetahuan harus dapat menjelaskan faktor sebab akibat suatu kejadian atau peristiwa.

3. Mengendalikan.
Dalam fungsi ini, ilmu pengetahuan harus dapat mengendalikan gejala alam berdasarkan suatu teori atau pendekatan.

R.B.S. Fudyartanta, mengatakan bahwa fungsi ilmu pengetahuan adalah untuk kebutuhan hidup manusia dalam segala bidang, yang dapat diuraikan dalam empat macam fungsi, yaitu :

  • Fungsi deskriptif, yaitu menggambarkan, melukiskan, dan memaparkan suatu obyek atau masalah sehingga mudah dipelajari oleh peneliti.
  • Fungsi pengembangan, yaitu melanjutkan hasil penemuan yang lalu dan menemukan hasil ilmu pengetahuan yang baru.
  • Fungsi prediksi, yaitu meramalkan kejadian-kejadian yang kemungkinan besar akan terjadi sehingga manusia dapat melakukan persiapan-persiapan atau mengambil tindakan-tindakan yang perlu dalam usaha menghadapinya.
  • Fungsi kontrol, yaitu berusaha mengendalikan peristiwa-peristiwa yang tidak dikehendaki.

Kerlinger, mengelompokkan fungsi ilmu pengetahuan dalam dua sudut pandang, yaitu :

  1. Statis. Dalam pandangan statis, ilmu merupakan aktivitas yang memberi sumbangan bagi sistimatisasi informasi bagi dunia. Tugas ilmuwan adalah menemukan fakta baru dan menambahkannya pada kumpulan informasi yang sudah ada. Oleh karenanya ilmu pengetahuan dianggap sebagai sekumpulan fakta, serta merupakan suatu cara untuk menjelaskan gejala-gejala yang diobservasi.
  2. Dinamis atau heuristik. Heuristik berarti menemukan. Ilmu pengetahuan dilihat lebih dari sekedar aktivitas, penekanannya terutama pada teori dan skema konseptual yang saling berkaitan yang sangat penting bagi penelitian.

Sedangkan Descartes menyebutkan bahwa fungsi mempelajari ilmu pengetahuan adalah agar kita mengetahui bagaimana membedakan antara yang benar dan salah atau palsu hingga sejelas-jelasnya.

Tujuan Ilmu Pengetahuan. Ilmu pengetahuan mempunyai banyak tujuan, dari sekian banyak tujuan tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan yang hendak dicapai oleh ilmu pengetahuan adalah meliputi pencaharian dan menemukan suatu :

  • Pengetahuan (knowledge).
  • Kebenaran (truth).
  • Pemahaman (understanding, comprehension, insight).
  • Penjelasan (explanation).
  • Pengendalian (control).
  • Penerapan (application, invention, production).
Sedangkan menurut beberapa ahli, tujuan dari ilmu pengetahuan adalah, diantaranya :
  • Robert Ackermann, berpendapat bahwa kadang-kadang dikatakan tujuan ilmu pengetahuan adalah mengendalikan alam, dan kadang-kadang adalah untuk memahami alam.
  • Francis Bacon, berpendapat bahwa tujuan sah dan senyatanya dari ilmu-ilmu pengetahuan adalah sumbangan terhadap hidup manusia dengan ciptaan-ciptaan baru dan kekayaan.
  • Jacob Branowski, berpendapat bahwa tujuan ilmu pengetahuan adalah menemukan apa yang benar mengenai dunia ini. Aktivitas ilmu diarahkan untuk mencari kebenaran, dan ini dinilai dengan ukuran apakah benar terhadap fakta-fakta.
  • Mario Bunge, berpendapat bahwa tujuan ilmu pengetahuan meningkatkan pengetahuan (tujuan intrinsik dan kognitif), meningkatkan kesejahteraan dan kekuasaan (tujuan ekstrinsik atau kemanfaatan).
  • Enrico Cantore, berpendapat bahwa tujuan ilmu pengetahuan adalah menentukan struktur yang terpahami dari realitas yang dapat diamati atau alam.
  • Albert Enstein, berpendapat bahwa tujuan ilmu pengetahuan adalah memahami selengkap mungkin mengenai pertalian antara pengalaman inderawi dalam keseluruhannya, dengan menggunakan seminimal mungkin pengertian-pengertian dasar dan hubungan-hubungan yang ada.
Ilmu pengetahuan tidak mengarah pada tujuan tunggal yang terbatas melainkan pada macam-macam tujuan yang tampaknya dapat berkembang terus sejalan dengan pemikiran para ilmuwan.
Semoga bermanfaat.