Dr. E. Muhtar, S.Pd., M.Si. Lahir di Bima NTB, 31 Desember 1966.  Tenaga Pendidik dengan  NIP 196612311994121001 ini, mengajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Riwayat pendidikan tinggi yang berhasil ditempuh adalah tahun 1994 lulus sarjana (S-1) dari Universitas Negeri Makasar/IKIP Ujung Pandang pada bidang ilmu: Pendidikan Akuntansi, tahun 2003 berhasil menyelesaikan master (S-2) dari Universitas Gadjah Mada pada bidang ilmu: Ekonomika Pembangunan (Konsentrasi Keuangan Daerah), dan pada tahun 2018 telah berhasil menyelesaikan program Doktor (S-3) dari Universitas Diponegoro untuk bidang ilmu: Ilmu Ekonomi Konsentrasi Ilmu Akuntansi.

INTEGRITAS APARATUR PEMERINTAH DAN OPORTINISTIK EKSEKUTIF DAERAH DALAM PROSES PENGANGGARAN (Studi Pada Kabupaten/Kota di Indonesia Tahun 2008-2013). Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empris tentang pengaruh factor sumber pendapatan daerah (pendapatan asli daerahdan dana perimbangan), sisa lebih perhitungan anggaran, jenis pemerintahan daerah, dan integritas aparatur pemerintah daerah terhadap perilaku oportunistik eksekutif daerah. Penelitian ini menggunakan teori perilaku organisasi, teori integritas, teorigovernance, dan teori penganggaran untuk proses sintesis konstruk integritas aparatur pemerintah daerah. Integritas aparatur pemerintah daerah berpotensi mengurangi perilaku oportunistik eksekutif. Teori anggaran digunakan untuk menjelaskan pengaruh pendapatan daerah dan sisa lebih perhitungan anggaran terhadap oportunistik eksekutif. Teori perilaku social dan teori eksekutif daerah digunakan untuk menjelaskan pengaruh integritas aparatur pemerintah daerah terhadap oportunistik eksekutif.

Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling terhadap 501 daerah (409 kabupaten dan 92 kota) yang menghasilkan 1.287 observasi dalam data panel yang tidakbalance. Berdasarkan pada sebaran geografis dari observasi, sebanyak 24,30% observasi berada di wilayah Pulau Jawa, 29,70% observasi di Pulau Sumatra, 10,80% observasi di Pulau Kalimantan, 15,2%  observasi di Pulau Sulawesi, 12% observasi di Indonesia bagian timur (Maluku dan Papua), 8% observasi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara.

Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, pendapatan asli daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap oportunistik eksekutif. Kedua, dana alokasi umum berpengaruh positif dan signifikan terhadap oportunistik eksekutif. Ketiga, sisa lebih perhitungan anggaran berpengaruh positif terhadap perilaku oportunistik eksekutif. Keempat, temuan kelemahan pengendalian internal (integritas aparatur pemerintah daerah) berpengaruh negative signifikan terhad apoportunistik eksekutif.

Implikasi teoretis hasil penelitian ini, ialah: teori integritas dapat digunakan sebagai tambahan literature untuk mengukur oportunistik eksekutif dalam proses penyusunan anggaran sehingga tercipta transparansi dan akuntabilitas dalam rangka optimalisasi pencapaian target kinerja. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran integritas aparatur pemerintah daerah dapat mengurangi oportunitik eksekutif dalam proses penyusunan anggaran[Kata Kunci: integritas aparatur pemerintah daerah, oportunistik eksekutif, proses penganggaran]

INTEGRITY OF GOVERNMENT OFFICERS AND OPPORTUNISTIC OF EXECUTIVES IN BUDGETING PROCESS (Study on Municials/Districts in Indonesia Over 2008-2013 Period). The objective of this study is to empirically examine the impact of local government revenues (local revenue and transfer from central government), budget residual, type of local government and integrity of apparatus on the opportunistic behavior of local executives. This study uses the organization culture theory, integrity theory, governance theory, and the budgeting theory to synthesize the construct of integrity of apparatus. Budgeting theory is also cited to explain the impact of local revenue and the residual busget on opportunistic behavior. Social behavior theory and local executive theory are employed to explicate the effect of integrity apparatus on executive opportunistic behavior.

This study uses 501 regions (district level) which consist of 409 municipals and 92 cities over the 2008-2013 period. Purposive sampling method is employed to generate the final observations which are 1287 region-year observations. According to the distribution of samples, 24.3% observations located in Java Island, 29.7% is in Sumatra Island, 10.8% located in Kalimantan Island, 15.2% is in Sulawesi Island, 12% located in the East Indonesia (Maluku and Papua) and 8% of observations are located in Bali and Nusa Tenggara.

The results show that, first, the proportion of local revenue has a negative and significant impact on opportunistic behavior of executives. Second, transfer fund from the central government has a negative and significant effect on opportunistic behavior. Residual budget is positively associated with the opportunistic behavior. Lastly, integrity which is measured by weaknesses in the internal control is negatively correlated with executive opportunistic behavior.

Theoretically, this research has an implication in which integrity theory can be used to be added in the literature to measure executive opportunistic behavior in the budgeting process. Eventually, it is expected that the process is transparent and accountable to optimize the performance achievement. This research also concludes that integrity of apparatus could minimize the opportunistic behavior of executives in the budgeting process.[Keywords: Apparatus integrity, executive opportunistic, budgeting process]