“I’m The Oldest, But I’m Never Too Old To Be A Champion,” Valentino Rossi

“I’m The Oldest, But I’m Never Too Old To Be A Champion,” Valentino Rossi

      Siapakah penggemar sport yang tak kenal dengan sosok Valentino Rossi? Pembalap MotoGP yang tetap saja menjadi pembalap yang paling dikagumi di tengah-tengah gencarnya para pembalap muda baru yang juga meraih prestasi gemilang. Karir Valentino Rossi dimulai saat ia masih berumur 13 tahun dan mulai dikenal pada tahun 1996 di kelas 125cc dan sekarang sudah menjadi pembalap tersukses dengan meraih 9 gelar juara dunia (7 di kelas MotoGP, 1 di kelas 250cc dan 1 di kelas 125cc). Saat masih kecil, Valentino Rossi sudah mulai bermain balap sepeda motor, hal itu bisa terjadi karena ia lahir sebagai putra dari pembalap yang bernama Graziano Rossi.

      Valentino Rossi mendapat julukan yang berbeda-beda saat ia masih berada di kelas 125cc, 250cc dan 500cc (MotoGP). Saat Rossi memulai karirnya di kelas 125cc, ia mendapatkan julukan “Rossifumi” dari temannya karena Rossi mengagumi pembalap Jepang yang bernama Norifumi Abe. Julukan Rossi berubah ketika ia menginjak di kelas 250cc dimana julukan tersebut berasal dari tokoh kartun Daffy Duck yang saat itu menjadi superhero di Italia yang bernama Paperinik. Julukan Rossi saat berada di kelas 250cc tersebut adalah “Valentinik”.  Setelah meraih juara di kelas 250cc, Valentino Rossi meneruskan karirnya di kelas 500cc (MotoGP) pada tahun 2000 dan berhasil menjadi juara dunia. Valentino Rossi menjuluki dirinya “The Doctor” dimana maksud dari Rossi sendiri menjuluki dirinya dengan julukan “The Doctor” karena ia merasa jika di kelas MotoGP tersebut ia membutuhkan tingkat keseriusan yang tinggi layaknya seorang doktor, selain itu nama Valentino di Italia kebanyakan digunakan oleh doktor. Rossi mulai menggunakan julukan tersebut setelah ia berhasil menjadi juara dunia.

      Pada tahun pertamanya di kelas 500cc (MotoGP) pada tahun 2000, Valentino Rossi bergabung dengan tim Honda dan berhasil meraih prestasi yang memuaskan selama tiga tahun berturut-turut. Pada tahun 2004, dunia MotoGP dikagetkan dengan adanya berita bahwa Valentino Rossi akan berpindah ke tim Yamaha. Hal itu srontak membuat para pecinta MotoGP terkejut dan cibiran pun sempat dilemparkan kepada Rossi karena ini tim Honda telah membawa Rossi menjadi juara dunia selama 3 tahun berturut-turut. Rossi pun tidak memperdulikan berita yang menyorot kepadanya, ia terus berusaha keras untuk membuktikan bahwa ia adalah sosok yang hebat dan akhirnya ia pun membuktikannya dengan menjadi juara dunia MotoGP 2004 bersama tim Yamaha. Prestasi yang telah diraih Rossi selama bersama tim Yamaha bukan hanya terjadi satu kali, namun terjadi sebanyak empat kali (2004, 2005, 2008, dan 2009) meskipun Rossi sempat dikalahkan oleh Nicky Hayden pada tahun 2006 dan Casey Stoner pada tahun 2007.

      Penggemar MotoGP dibuat terkejut lagi oleh sosok Valentino Rossi yang memutuskan bahwa ia akan pindah dari tim Yamaha ke tim Ducati di musim 2011 hingga 2012. Sangat disayangkan bahwa ternyata karir Rossi mengalami penurunan semenjak ia pindah ke tim Ducati. Berbagai hal yang tidak baik sering menimpa padanya. Jatuh dalam race pun sudah menjadi hal yang biasa bagi Valentino Rossi. Cibiran demi cibiran pun banyak dilontarkan kepada Rossi, namun ia tetap berusaha mencari cara untuk bangkit kembali. Pada akhirnya, di musim 2013 Rossi memutuskan untuk kembali bersama tim Yamaha dan sampai saat ini masih bersama tim tersebut.

      Akhir-akhir ini cukup  banyak pembalap muda hebat yang terus meraih prestasi gemilang, seperti yang saat ini sedang menjadi trending topic di  berbagai berita sport adalah Marc Marcquez dan ada pula Maverick Vinales dimana Maverick Vinales adalah pembalap satu tim dengan Valentino Rossi. Meskipun banyak pembalap muda hebat dan tak kalah dari Valentino Rossi, namun Valentino Rossi tetap menjadi pembalap yang memiliki penggemar paling banyak. Sifat Valentino Rossi yang selalu berusaha, pantang menyerah, rendah hati dan tidak pernah terpuruk saat mendapat cibiran itulah yang membuat para fans nya selalu setia mendukungnya hingga sekarang. Banyak orang berkata bahwa Rossi sudah tidak pantas untuk terus mengikuti balap MotoGP karena usia nya yang semakin tua, namun Valentino Rossi selalu menjawab “I’m the oldest, but I’m never too old to be a champion”.

“I’m The Oldest, But I’m Never Too Old To Be A Champion,” Valentino Rossi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *