Apa itu Kepolaran Senyawa atau Polaritas Senyawa?

By | 05/03/2023

Kepolaran senyawa adalah perilaku suatu zat yang akan menyerupai medan magnet, yaitu membentuk kutub sementara yang disebut dipol. Dipol dapat menyebabkan gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antar atom dalam suatu senyawa.

Dalam kimia, kepolaran senyawa adalah sifat suatu senyawa yang dapat memengaruhi reaksi kimia yang terjadi di dalamnya. Kepolaran senyawa dapat dilihat dari distribusi elektron pada molekul. Molekul yang memiliki distribusi elektron merata pada seluruh bagian molekulnya disebut sebagai molekul nonpolar, sedangkan molekul yang memiliki distribusi elektron tidak merata pada seluruh bagian molekulnya disebut sebagai molekul polar.

Dipol (δ) pada suatu molekul terdiri atas:

  • Dipol positif atau kutub positif (δ+), atom yang berdipol positif adalah yang memiliki keelektronegatifan lebih kecil dari atom lain.
  • Dipol negatif atau kutub negatif (δ–), atom berdipol negatif adalah yang memiliki keelektronegatifan lebih besar dari atom lain.

Contoh: Pada ikatan H-F, keelektronegatifan H lebih kecil dari F, sehingga pada HF, H bertindak sebagai δ+, dan Cl bertindak sebagai δ–.

Kepolaran suatu molekul dipengaruhi oleh:

  • Sudut Ikatan: Atom yang berikatan dengan atom lain akan selalu berada jarak jauh maksimum dengan atom lainnya yang akan membentuk sudut ikatan yang merata, dan saling meniadakan kepolaran senyawa. Namun, jika sudut ikatan tidak tersebar merata, maka kepolaran pasti akan muncul.
  • Bentuk Molekul: Bentuk molekul senyawa yang berbentuk simetris bersifat nonpolar, sedangkan bentuk molekul senyawa yang berbentuk asimetris bersifat polar.
  • Pasangan Elektron Bebas: Jika terdapat pasangan elektron bebas yang tidak saling meniadakan posisinya (asimetris), maka kepolaran akan muncul.

Kepolaran senyawa yang terdapat pada suatu senyawa dibagi menjadi dua, yaitu:

Senyawa Polar

Senyawa polar adalah senyawa yang dibentuk oleh dua atau lebih unsur yang berbeda, dimana keelektronegatifan unsur-unsurnya berbeda, sehingga menghasilkan dipol.

Ciri-ciri senyawa polar:

  • Dapat larut dalam air dan pelarut polar lain.
  • Memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau memiliki perbedaan keelektronegatifan.
  • Memiliki kutub positif (δ+) dan kutub negatif (δ–), karena memiliki pasangan elektron bebas atau memiliki perbedaan keelektronegatifan.

Senyawa polar memiliki reaktivitas yang tinggi karena memiliki muatan listrik yang tidak berimbang. Senyawa polar dapat bereaksi dengan senyawa yang memiliki reaktivitas yang sama atau senyawa yang memiliki sifat polar yang sama.

Contoh senyawa polar:

  • HCl: HCl adalah senyawa polar yang banyak digunakan dalam industri kimia dan farmasi. HCl adalah gas yang sangat korosif dan berbahaya bagi manusia. HCl digunakan dalam produksi asam sulfat, plastik PVC dan bahan kimia lainnya.
  • H2O: H2O atau air adalah senyawa polar yang sangat penting bagi semua kehidupan di dunia. H2O merupakan pelarut universal dan sangat penting dalam proses kimia dalam tubuh manusia dan hewan.

Senyawa Nonpolar

Senyawa nonpolar adalah senyawa kovalen yang dibentuk oleh dua unsur sama, dimana keelektronegatifan unsur-unsurnya pasti sama atau suatu senyawa yang memiliki bentuk molekul yang simetris.

Ciri-ciri senyawa nonpolar:

  • Tidak larut dalam air dan pelarut polar lain tetapi dapat larut dalam pelarut nonpolar.
  • Tidak memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau keelektronegatifannya sama.
  • Tidak memiliki kutub positif (δ+) dan kutub negatif (δ–), akibat meratanya distribusi elektron.

Senyawa nonpolar memiliki reaktivitas yang rendah karena tidak memiliki muatan listrik yang tidak berimbang. Senyawa nonpolar tidak dapat bereaksi dengan senyawa polar karena sifat polaritas yang berbeda.

Contoh senyawa nonpolar:

  • H2: H2 atau hidrogen adalah senyawa nonpolar yang paling sederhana. H2 adalah gas yang sangat mudah terbakar dan digunakan dalam produksi amonia, metanol dan bahan kimia lainnya.
  • CCl4: CCl4 atau karbon tetraklorida adalah senyawa nonpolar yang digunakan dalam industri kimia dan farmasi. CCl4 digunakan dalam proses pencucian kering, ekstraksi minyak, dan bahan kimia lainnya.

Kelarutan Senyawa Polar dan Nonpolar

Jika sudah mengetahui polaritas dari suatu molekul, maka dapat diprediksi apakah dapat bercampur untuk membentuk larutan kimia atau tidak. Aturan umumnya yaitu “like dissolve like”, yang berarti molekul polar akan larut menjadi cairan polar lain dan molekul nonpolar akan larut menjadi cairan nonpolar. Inilah sebabnya mengapa minyak dan air tidak bercampur, minyak bersifat nonpolar sedangkan airnya polar.

Kepolaran senyawa dan kelarutan sangat berkaitan erat dalam dunia kimia. Kepolaran senyawa dapat mempengaruhi kelarutan suatu senyawa dalam pelarut tertentu. Senyawa polar dapat larut dalam pelarut polar karena sifat polaritas-nya, sedangkan senyawa nonpolar hanya dapat larut dalam pelarut nonpolar karena tidak memiliki muatan listrik yang berimbang.