Rorak pada Tanaman Kakao

Rorak merupakan galian yang dibuat di sebelah pokok tanaman sebagai tempat untuk menempatkan pupuk organik. Rorak tidak hanya dibuat pada tanaman kakao tetapi juga pada tanaman kopi. Rorak yang dibuat di tanaman kakao memiliki panjang 300cm, lebar 30cm, dan kedalaman 30cm sedangkan jarak dari tanaman pokok adalah 75-100 cm. Rorak yang ada perlu dibersihkan secara berkala, seperti dengan mengeluarkan endapan tanah agar lebih efektif dalam menahan laju permukaan.

Secara umum, rorak berfungsi untuk menahan laju aliran permukaan. Laju aliran permukaan yang tertahan ini dapat membantu mencegah terjadinya erosi sehingga unusr hara tidak banyak yang hilang. Rorak juga dapat berfungsi sebagai lubang drainase untuk menampung air hujan sehingga mencegah terjadinya banjir. Dengan demikian, rorak menjadi salah satu tindakan dari konservasi tanah dan air.

Rorak memiliki manfaat lain, yaitu sebagai penampung seresah yang dihasilkan tanaman kakao, seperti daun, ranting, maupun kulit kakao. Hal ini nantinya dapat dijadikan sebagai pupuk organik dengan menambahkan bahan pengurai yang dapat membantu dalam proses dekomposisi. Rorak yang telah berisi seresah akan ditutup kembali dengan tanah.

Rorak dapat menambah ketersediaan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman. Hal tersebut terjadi karena rorak juga dapat menjadi tempat penampungan sedimen erosi. Erosi biasanya membawa tanah bagian atas yang mengandung banyak bahan organik. Tanah lapisan atas tersebut akan masuk ke rorak sehingga di dalam rorak menjadi banyak bahan organik yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, seperti peningkatan hasil buah kakao.