Kontribusi Komunitas Muslim dalam Perkembangan Islam di Australia pada Abad Ke-20

Kontribusi Komunitas Muslim dalam Perkembangan Islam di Australia pada Abad Ke-20

Masuknya Islam di Australia

Australia merupakan sebuah benua yang terletak di bagian Selatan  peta dunia. Aborigin dan penduduk kepulauan Torres merupakan penduduk asli Australia yang telah bermukim di Australia selama lebih dari 40.000 hingga 60.000 tahun. Australia juga didiami oleh kaum imigran yaitu kaum darigelombang imigrasi dan keturunan-keturunannya.[1] Pada abad-17 kontak fisik antara umat muslim dengan suku aborigin terjadi disebabakan para nelayan membangun indutri teripang di pesisis pantai Northen Teritory.[2]

Menurut M Ali Kettani sebelum abad ke-10 sudah terjadi kontak muslim non fisik di wilayah-wilayah Pasifik Barat. Hal ini terjadi karena wilayah tersebut dilintasi oleh para pedangang dari Arab yang menuju ke Cina. Namun mereka tidak pernah menetap dan singgah dalam waktu yang lama di wilayah-wilayah Pasifik.[3] Pada tahun-tahun berikutnya serangkaian gelombang migrasi kelompok muslim mulai menetap di Australia. Para Imigran berasal dari Afganistan, orang-orang Melayu, Lebanon, hingga negara Pakistan.

Terbentuknya Komunitas Muslim Australia

Sebagian besar kaum Muslim adalah kaum Imigran yang datang ke Australia. Sehingga dapat dikatan bahwa umat Muslim di Australia memiliki suku dan budaya yang beragam. Simbol ke-Islaman di Autralia dapat dilihat dari adanya masjid dan organisasi-organisasi muslim di dalamnya. Beberapa organisasi Islam didirikan berdasarkan agamanya. Walaupun banyak organisasi-organisasi Islam mereke tetap tidak membuat sebuah organisasi Muslim yang sifatnya nasional yang mampu menyatukan, mengkoordinasi, dan menggabungkan mereka menjadi satu dalam sebuah komunitas Muslim nasional.[4]

Pada tahun 1961 pemimpin dari komunitas Muslim Adelaide, Imam Ahmad Shaka mengajukan permintaan kepada pemerintah Federal Australia, bagi pernikahan umat Muslim sama dengan penyelenggaran pernikahan dari umat Kristen. Namun permintaan tersebut ditolak oleh pemerintah Federal dan menjadi pukulan penghinaan bagi komunitas Muslim baru. Komunitas Muslim baru terdiri dari Imigran yang berasal dari Adelaide, Melbourne, Shapperton, Bisbane, Mareeba, dan Sydney.

Pada April 1963 mekera melakukan pertemuan untuk membahas penghinaan dari penolakan pemerintah Federal. Pertemuan tersebut menghasilkan AFIS yaitu sebuah organisasi Federasi perkumpulan umat Islam di Australia. Pada 1975 AFIS diubah menjadi AFIC Federasi Dewan Islam Australia. Setiap negara bagian Australia memiliki dewan Islam yang dipilih melalui sejumlah organisasi Muslim.[5]

AFIC (Australian Federation of Islamic Council) dibentuk pada tahun 1976. Ornaginasi ini merupakan organisasi nasional umat Islam di Australia. AFIC membawahi dewan Islam dan dewan yang terbentuk dari organisasi Muslim lainnya dari setiap negara bagian Australia. Mahasiswa asing Muslim yang belajar di Asutralia juga memiliki sebuah Federasi bernama Asosiasi Mahasiswa Muslim Australia (AFMSA). Federasi ini terbentuk karena mahasiswa dianggap memiliki peran penting untuk perkembangan Islam.AFIC memiliki presiden dan wakil presiden yang jabatannya tidak dapat dipilih kembali. Presiden pertama AFIC yaitu seorang Muslim India Dr. Abdul (1976-1978). Periode kedua AFIC dipimpin oleh seorang dokter medik yang berasal dari Cina Mohammed Ali Wang (1978-1983). Periode ketiha AFIC dipimpin oleh seorang guru menengah Mesir Tn. Ibrahim Atallah (1982-1984).[6]

Peran AFIC dalam melakukan penyampaian dakwah di Benua Australia yaitu; Mengusahakan hukum-hukum yang berkaitan dengan Islam diakui oleh pemerintah Australia, membentuk Islamic Council yang bertanggung jawab dalam setiap kegiatan Islam di negara bagiannya, menyelenggarakan pernikahan sesuat adat Islam, mengadakan kerjasama dengan pemerintah Australia untuk menyembelih hewan-hewan yang nantinya diekspor ke negara-negara Islam, dan mengangkat imam-imam masjid yang berada di Australia.

Selain AFIC organisasi Islam lainnya di Australia adalah Federation of Australia Student and Youth (FAMSY) dan Moslem Women’s Center (MWA). FAMSY merupakan organisasi mahasiswa dan pemuda muslim. Dengan FAMSY mereka menulis majalah AL-Manar dan Australia Minaret yang dikeluarkan oleh Federation of Islamic Scoieties yang terebar di Sydney, Victoria, Melbourne, dan wilayah bagian lainnya. Sedangkan WMA adalam organisasi Islam yang didirikan untuk memberikan pelajaran keislaman bagi para kaum wanita. Organisasi ini rutin mengadakan pertemuan, aktif falam kegiatan sosial yang konstruktif, dan mengeluarkan beberapa majalah inspiratif yang berisi kisah ke-Islaman wanita yang luar biasa.[7]

Peran selanjutnya yang dilakukan oleh organisasi Muslim adalah pembangunan masjid dan pengadaan pendidikan yang berbasi Islam. Pembagunan masjid di Australia bukanah suatu hal yang mudah. Proposal perizinan pembuatan masjid harus disampaikan hingga balaikota dan menunggu 21 hari untuk persetujuan bagi masyarakat sekitar. Kebanyakan masyarakat disekitar lingkungan akan keberatan dengan dibangunnya masjid. Masyarakat sekitar terganggu dengan masalah kebisingan, suara adzan, dan masalah pakrir. Masjid lebih cepat dibangun apabila proposal berbunyi pembangunan bagi rumah ibadah dan lebih cepat lagi bila ada lahan kosong bekas rumah yang sudah tidak dihuni. Mereka melakukan pembangunan masjid dengan penggalangan dana dari muslim-muslim lokal maupaun internasional.[8]

Dalam upaya perkembangan Islam sejak dini, para umat Muslim berupaya melakukan pembangunan pendidikan yang berbasis Islam. Selain sebagai perkembangan Islam sejak dini, pembangunan pendidikan yang berbasis Islam juga bertujuan untuk memperbaiki citra Islam di Australia. Mereka tidak hanya melakukan pengenalan lewat pembeleajaran di sekolah, namun juga berupa seminar, pameran, dan lain sebagainya.

Para komunitas Muslim di Australia dalam mengembangan ke-Islaman mereka berperan dengan mendirikan masjid untuk tempat peribadatan kaum muslim, mendirikan pendidikan-pendidikan yang berbasis Islam sebagai pengenalan dan perbaikan umat Muslim di mata masyarakat Australia, serta komunitas juga berperan dalam penyatuan umat Muslim di seluruh negara bagian Australia lewat sebuah organisasi nasional.


[1] Anonimous. Penduduk dan Kebudayaan di Australia. http://indonesia.embassy.gov.au/jaktindonesia/penduduk_kebudayaan.html_diunduh pada 21 Desember 2020

[2] Ibid., hlm15.

[3] M. Ali Kettani. (2017) Minoritas Muslim di Dunia Dewasa ini, Jakarta: Pt Raja Grafindo Persada, hlm. 309

[4] Ibid., hlm 320.

[5] Ibid., hlm 322.

[6] Ibid., hlm 323.

[7] Deddy Mulyana. (2000). Islam dan Orang Indonesia di Australia. Jakarta: PT. Logis Wacana Ilmu,hlm. 26

[8] Ibid.,

Penulis: Candi Kurniawan


Comments are closed.