Pengertian Epistemologi dalam Kajian Filsafat Ilmu Beserta Contoh

Pengertian Epistemologi dalam Kajian Filsafat Ilmu Beserta Contoh

Epistemologi adalah sebuah cabang dari filsafat yang bertujuan untuk menginvestigasi dari asal, struktur, metode dan validitas dari ilmu pengetahuan. Epistemologi berkaitan dengan sumber dari ilmu pengetahuan dan bagaimana cara mendapatkan pengetahuan tersebut.

Saat manusia baru lahir, ia tidak memiliki sedikitpun pengetahuan. Alias masih kosong. Namun, saat ia beranjak dewasa dan berumur 45 tahun, ia memiliki banyak pengetahuan dan bisa saja berbeda dengan temannya yang lain. Temannya yang lain, bisa saja tidak punya pengetahuan yang sama meskipun berusia seumuran. Pengetahuannya bisa saja lebih banyak atau lebih sedikit.

Bagaimanakah cara mereka mendapatkan ilmu pengetahuan tersebut? Mengapa terdapat berbeda tingkat akusari dalam memiliki pengetahuan? Hal-hal semacam ini adalah yang dinamakan dengan epistemologi.

Epistemologi mempunyai ciri-ciri khas yang berbeda dengan cabang filsafat yang lain. Ciri pertama epistemologi adalah pendalaman terhadap konsep dan ide tentang ilmu pengetahuan. Ide yang dibicarakan dapat dibilang sebagai suatu sumber, watak, dan prinsip kebenaran dari pengetahuan. Ide ini dapat dikembangkan secara terus menerus menjadi suatu penalaran. Dan penalaran adalah merupakan proses berpikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa suatu pengetahuan.

Jujun Suriasumantri (1990) mengatakan bahwa berpikir merupakan suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan. Namun pengertian kebenaran bagi semua orang tidak sama. Sehingga proses berpikir untuk menghasilkan suatu pengetahuan yang diyakini benar pun bervariasi.

Setiap orang mempunyai kriteria yang berbeda-beda dalam mencari kebenaran. Salah satu kriteria dalam menemukan kebenaran adalah penalaran. Penalaran merupakan suatu proses dalam mencari kebenaran yang ada dalam diri manusia.

Ide pokok dalam pikiran manusia yang berperan penting dalam penalaran merupakan alat mendapatkan solusi bagi permasalahan hidp sehari-hari. Sebagai suatu kegiatan penting dalam berpikir, penalaran mempunyai beberapa ciri-ciri. Ciri yang pertama adalah adanya suatu proses berpikir yang luas dan lebih dikenal dengan logika. Setiap orang mempunyai logika yang berbeda. 

Kedua, penalaran adalah sifat analitik dari kegiatan berpikir. Dalam menganalisis suatu masalah, kita harus menggunakan hukum-hukum logika yang berlaku dan masuk akal. Jika kita sedang berpikir ilmiah, maka kita harus menggunakan logika ilmiah. Karena hanya hukum logika ilmiah yang dapat membantu kita dalam memecahkan masalah. Sedangkan hukum logika dibidang lain, hanya akan mengaburkan proses menganalisis dan menarik suatu kesimpulan.

Dalam konteks epistemologi, kebenaran dari suatu ilmu itu tidak berujung. Setiap jawaban dapat mengandung kebenaran namun hal ini bersifat spekulatif. Contohnya adalah sebuah pertanyaan tentang apakah yang kita lakukan setiap hari ini adalah sebuah perintah dari Tuhan Yang Maha Esa? Kita dapat bertanya hingga berpikir secara mendalam hingga kita meyakini itu adalah benar dan hilanglah keraguan kita dan dapat menjawab rasa penasaran yang ada dalam diri kita.

Manfaat mendasar dari berfilsafat adalah agar kita sebagai manusia mempunyai kemampuan untuk mendapatkan sumber pengetahuan hingga keakar-akarnya. Dan akar-akarnya pun kadang dipertanyakan kembali, sehingga semuanya dapat terpecahkan.

Semua pertanyaan terhadap objek pengetahuan yang berkaitan dengan epistemologis tidak dapay memisahkan hal satu dengan hal lainnya. Dan proses cara berpikir yang telah dilakukan ini adalah salah satu kajian filsafat yang sangat berguna dalam melatih cara berpikir yang integralistik.

Comments are closed.