Metode dan Program Rehabilitasi Narkoba di Indonesia

Kecanduan narkoba merupakan penyakit kronis akibat dari penggunaan narkoba alias napza yang berulang-ulang. Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya merupakan unsur utama dari narkoba.

Sejak duduk di bangku sekolah, instansi pemerintahan terkait seperti Kepolisian dan BNN sudah sering kali melakukan sosialisasi kepada siswa tentang bahaya penggunaan narkoba. Hal itu bertujuan agar masyarakat memahami bahaya narkoba dan menjauhinya sejak usia dini.

Namun, pada kenyataannya masih banyak orang yang terjerumus ke dalam lingkaran narkoba. Mulai dari pelajar hingga orang dewasa. Hal ini dipengaruhi beberapa hal seperti ikut-ikutan teman, stress, depresi, ataupun lingkungan yang memang menganggap napza adalah hal biasa sehingga menyebabkan orang-orang juga ikut menggunkan narkoba.

Program Rehabilitasi membuat seseorang sulit untuk mengendalikan dirinya sendiri, bahkan sampai ikut merugikan orang lain. Oleh karena itu, pemerintah menyediakan pusat-pusat Rehabilitasi Narkoba untuk membantu para pecandu narkoba bisa berhenti menggunakan napza tersebut. Cabang kami ada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang 

Program pemulihan merupakan upaya yang dilakukan untuk memulihkan pecandu narkoba. Di Indonesia sendiri, sudah banyak pecandu narkoba yang terbantu untuk keluar dari dunia narkoba berkat mengikuti program rehabilitasi.

Adapun program rehab yang biasa digunakan pada pusat-pusat rehabilitasi di Indonesia, antara lain:

1. Metode Cold Turkey

Cold Turkey merupakan sebuah program rehabilitasi yang sudah sangat lama dan masih digunakan hingga sekarang. Dalam melakukan program tersebut, pecandu diberhentikan memakai narkoba secara langsung tanpa diberikan obat apa pun dan mengharuskan pasien tersebut untuk dikurung di sebuah ruangan atau kamar.

Biasanya, pusat rehabilitasi menggunakan metode ini pada fase detoksifikasi. Lalu kemudian, setelah efek kecanduan dari narkobanya sudah hilang, akan dilanjutkan untuk ikut fase binaan konseling (rehabilitasi nonmedis).

2. Terapi Substitusi Opioda

Metode kali ini khusus untuk pasien pecandu opioda (heroin) aja nih. Pada proses rehabilitasinya, heroin yang merupakan narkotika ilegal akan diganti dengan jenis narkotika yang legal sampai ia terbebas dari ketergantungannya pada heroin.

Narkotika ilegal tersebut berfungsi sebagai obat-obatan untuk detoksifikasi pasien. Dosisnya pun diatur sesuai tingkat ketergantungannya pada heroin, dan lambat laun akan diperkecil dosisnya hingga tidak digunakan sama sekali.

Jenis obat yang digunakan tersebut ada 4 macam, yaitu kodein, bufrenorphin, metadone, dan nalrekson.

3. Theurapeutic Community

Sebut saja Terapi Komunitas untuk bahasa Indonesia, Theurapeutic Community (TC) digunakan pertama kali oleh Amerika pada penghujung tahun 1950. Pada program ini, biasanya pasien akan lebih dibina untuk dapat mengatur hidupnya, melakukan pengembangan diri, melatih spiritual dan intelektual, mengendalikan emosi, dan meningkatkan keterampilannya dalam menerapkan pola hidup bersih dari narkoba.

Tujuan dari setiap kegiatan pada program TC ini adalah agar si pecandu napza dapat membaur dan kembali dalam kehidupan bermasyarakat, serta mendorong pasien tersebut agar dapat hidup lebih produktif.

4. Metode 12 Steps

Metode 12 langkah atau sering disebut Kelompok Bantu Diri (self-help) sudah banyak diterapkan oleh panti rehabilitasi. Konsep metode ini sangat sederhana, yaitu mengharuskan pasien saling mendukung untuk terbebas dari ketergantungan narkoba.

Pada program ini, pasien akan menceritakan pengalaman, kekuatan, serta harapan diri dalam mendapatkan sebuah lingkungan yang menerima keadaannya. Biasanya pasien rehabilitasi yang baru akan mendengar pengalaman yang diceritakan pasien lain dan mendapatkan harapan baru, strategi pemecahan masalah dalam hidupnya, maka secara tidak langsung membangun motivasi besar untuk sembuh.

Akhir Kata

Keempat metode yang kita hahas di atas merupakan program paling umum yang dilakukan oleh panti atau pusat rehabilitasi untuk menangani pasien pecandu narkoba. 

Meskipun metode dan program rehabilitasi tersebut berhasil menyembuhkan banyak penderita kecanduan kronis terhadap narkoba, tapi ada baiknya kita menjauhi hal tersebut. Namun apabila sudah terlanjur ketergantungan, maka segera laporkan diri ke IPWL terdekat di daerah Anda. Sesegera mungkin lakukan rehabilitasi agar ketergantungan terhadap narkoba dapat dihentikan.

About the author

Najwa

View all posts