Sistem Gadai BPKB Kendaraan

By | June 21, 2022

Sebagaimana telah diketahui masyarakat umum, sistem gadai merupakan pemberian kredit atau pinjaman dengan menyerahkan barang jaminan apapun bentuk dan jenisnya. Khusus untuk barang jaminan berupa BPKB motor atau mobil, tak hanya sebatas menyerahkan BPKB saja, tetapi juga STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) asli beserta wujud fisik dari motor atau mobil yang akan dijaminkan.

Pembiayaan dengan sistem gadai ini bersifat umum, artinya dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang status dan tingkat ekonominya. Asal memiliki kendaraan bermotor dengan surat-surat lengkap dan atas nama, siapa pun bisa mengajukan pinjaman baik untuk kebutuhan konsumtif maupun produktif.

Pada pembiayaan konsumtif atau produktif dengan sistem gadai, plafon kredit sangatlah bervariasi, mulai dari Rp 50.000,- hingga Rp 500.000.000,-. Penentuan plafon kredit tentu sangat tergantung pada nilai taksiran barang yang dijaminkan, di mana untuk BPKB motor atau mobil dipengaruhi oleh tahun pembuatan dan kondisi fisik kendaraan. BPKB tahun pembuatan yang baru dan kondisi fisik kendaraan yang masih mulus umumnya memiliki nilai taksiran yang lebih tinggi dibandingkan dengan BPKB tahun pembuatan lama dan kondisi fisik kendaraan yang tampak kurang terawat dengan baik.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengajukan pinjaman dengan sistem gadai? Inilah yang menjadi salah satu keunggulan dari Pegadaian yang berani dan mampu memproses pengajuan pinjaman tanpa butuh waktu lama, kurang lebih hanya 15 menit saja. Selain itu, pengajuan pinjaman di Pegadaian dengan sistem gadai juga tidak perlu dilakukan survei untuk mengetahui karakter, kapabilitas, dan kredibilitas nasabah dalam membayar kewajibannya. Tak perlu pula membuka rekening layaknya lembaga perbankan. Hanya saja, jangka waktu pinjaman tergolong pendek, yakni maksimal hanya 120 hari atau kurang lebih 4 bulan saja.

Lantas, bagaimana caranya gadai BPKB mobil atau motor di Pegadaian? Nasabah hanya perlu melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Datang ke kantor Pegadaian terdekat.
  2. Jangan lupa membawa segala persyaratan yang diperlukan, yaitu fotokopi identitas diri (KTP, SIM, atau lainnya), BPKB dan STNK asli serta wujud fisik kendaraan yang akan dijaminkan.
  3. Mengisi formulir pengajuan pinjaman.
  4. Sesudah itu serahkan formulir pinjaman tersebut beserta dengan BPKB dan STNK asli pada petugas bagian penaksir jaminan dan memperlihatkan kendaraan yang akan dijaminkan.
  5. Petugas akan menaksir nilai dari kendaraan dan hasil taksiran maksimal dari barang jaminan tersebut yang sekaligus menjadi plafon pinjaman akan disampaikan kepada nasabah.
  6. Jika nasabah setuju akan plafon pinjaman yang diinformasikan, maka petugas akan memproses lebih lanjut permohonan pinjaman tersebut.
  7. Petugas akan membuatkan SBK (Surat Bukti Kredit) yang prosesnya memakan waktu kurang lebih 15 menit (tergantung panjangnya antrean).
  8. Jika sudah, petugas kasir akan memanggil nasabah dan menjelaskan batas jatuh tempo kredit dan waktu pelelangan barang jaminan jika kredit tidak dilunasi sesuai dengan batas waktu toleransi yang diberikan.
  9. Selanjutnya nasabah diminta untuk menandatangani SBK dan membayar biaya administrasi yang besarannya kurang lebih sebesar 10% dari plafon pinjaman. Biaya administrasi ini dapat dibayarkan secara tunai atau dipotong dari plafon pinjaman.
  10. Terakhir nasabah dapat membawa pulang pinjaman tunai, tentu dengan meninggalkan BPKB dan STNK asli beserta dengan kendaraan untuk disimpan di Pegadaian selama masa kredit berlangsung.

Pembiayaan sistem gadai dengan jaminan BPKB juga dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Cara pengajuannya tak jauh berbeda dengan kredit konsumtif. Hanya saja, khusus untuk UMKM ini harus dilengkapi dengan dokumen berupa surat keterangan usaha dari kelurahan dan KK (Kartu Keluarga), jadi tak hanya KTP saja. Dalam hal jangka waktu kredit berbeda dengan yang konsumtif, karena masa kredit cenderung lebih lama mulai dari 6, 12, 24, bahkan hingga 36 bulan dengan pembayaran angsuran bulanan.

Pegadaian memiliki beragam jenis pembiayaan dengan sistem gadai. Untuk masyarakat umum dapat memanfaatkan KCA (Kredit Cepat Aman) dan RAHN yakni pembiayaan gadai berbasis syariah. Sementara untuk para pelaku UMKM dapat memanfaatkan pembiayaan sistem gadai dalam produk layanan Krasida.