PETARUH WAKTU

oleh : Refdamas Dwiaji Wisnumurti

 

Dia masih gadis belia

Belasan tahun usianya

Bersandang lusuh penuh noda

Berambut gimbal di kepala

Walau panas hujan menerpa

Tetap memelas penuh manja

 

            Memang dia gadis jalanan

            Bermodal tangan tanpa nyanyian

            Berkedok miskin penuh kasihan

            Mengharap iba para dermawan

            Orang tualah yang mengajarkan

            Berlatih sejak dalam kandungan

 

Memang malang benar nasibmu

Tak sekolah tak dapat ilmu

Sehari-hari terpapar debu

Sampai lupakan kesehatanmu

Detikmu habis demi uang itu

Wahai gadis jalanan petaruh waktu

.

Surakarta, 27 Februari 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *