Pariwisata

Inilah 7+ Tips Berwisata Sendiri Ala Generasi Milenial

Tidak semua generasi milenial berani untuk bepergian sendiri dan mengambil resiko menghabiskan waktu di lingkungan baru tanpa ditemani siapapun. Namun, bepergian sendiri memberi Anda kesempatan untuk memanjakan diri sepenuhnya tanpa terbebani orang-orang yang berada di sekitar Anda. Bagi Anda yang ingin merasakan asyiknya travelling, Anda bisa mengikuti tips berwisata sendiri.

Tentu saja, perjalanan sendirian juga memiliki bahaya seperti masalah keamanan, kesepian, dan keadaan yang menakutkan. Tetapi sedikit persiapan dapat membuat perjalanan Anda menjadi lebih menyenangkan walau tak ada teman.

9 Tips Travelling Sendiri

Silahkan dicoba tipsnya, jika tidak cocok jangan cari dan nagih utang ke saya ya. Sahabat sendiri yang memutuskan dan harus punya daya kritis terhadap informasi yang masuk. he he

Bersikap Supel kepada Semua Orang

Salah satu alasan terbaik untuk bepergian sendiri adalah bertemu dengan orang baru. Tidak masalah untuk nongkrong, bepergian, dan berbagi dengan teman baru, tetapi Anda harus selektif dalam memilih teman baru. Anda mungkin ingin open minded dan supel tetapi Anda tetap harus waspada untuk memastikan keselamatan Anda terhadap orang yang baru Anda kenal.

Baca juga: Penginapan Murah Dekat Malioboro

Bawa Tas yang Cukup

Bawalah tas sesuai dengan kebutuhan Anda sehingga Anda dapat mengelola barang bawaan sendiri dengan mudah. Satu tas jinjing, koper, atau tas ransel, harus cukup jika Anda pergi selama satu atau tiga minggu.

Inilah 7 Tips Berwisata Sendiri Ala Generasi Milenial, Pantai Timang sumber ig najibismail
Pantai Timang sumber ig @najibismail

Gadget untuk wisata

Tak lengkap rasanya jika generasi milenial tidak memanfaatkan gawai untuk setiap aktivitasnya. Dari segenggam ponsel pintar traveler generasi milenial bisa melakukan foto, update ke sosial media hingga transaksi booking hotel dan transportasi. Mudah bukan?

Cobalah untuk tiba di siang hari

Tips berwisata sendiri selanjutnya adalah rencanakan untuk tiba di siang hari sehingga Anda tidak mencoba menemukan jalan melalui kota yang tidak dikenal dalam kegelapan, terutama saat bepergian sendiri.

Perhatikan dunia di sekitar Anda

Luangkan waktu untuk mengamati bagaimana orang berinteraksi, dan bagaimana cara kerjanya. Saat duduk di kafe, trotoar, di bangku taman, atau hanya menghabiskan waktu, Anda dapat belajar cara menggunakan angkutan umum. Apakah akan membayar tagihan di meja Anda atau di konter, bagaimana memberi tip atau bagaimana memanggil taksi dan masih banyak lagi .

Pilih transporasi yang murah

Anda tidak mungkin ikut rombongan bus wisata saat berwisata sendirian bukan? Sebagai gantinya kawan semua akan punya kebebasan dalam menentukan pilihan alat transport, bisa rental motor atau dengan ojek online.

Belajar bahasa asing

Pelajari cara berbicara dengan orang asing. Tersenyumlah dan mulai percakapan. Tanyakan pertanyaan dasar dan pertanyaan tindak lanjut. Ini cocok jika anda berwisata ke luar negeri atau obyek wisata populer yang banyak wisatawan mancanegara disana.

Lakukan apa saja yang Anda Mau

Kebenaran yang jujur ​​tentang belajar bepergian sendiri, adalah bahwa Anda tidak pernah benar-benar sendirian. Bepergian sendiri akan menjadi waktu yang baik atau cerita yang bagus ketika melakukan perjalanan sendirian. Katakan ya pada kopi. Katakan ya untuk mendaki. Katakan ya untuk melakukan hal di luar zona nyaman Anda. Katakan ya untuk bertualang. Semua bisa Anda lakukan sendiri.

Mudah Tersenyum

Tidak ada perhiasan yang lebih baik selain senyum tulus dari bibir Anda. bepergian sendiri akan membuat Anda bertemu banyak orang asing dan lemparkan senyum untuk memulai perbincangan yang lebih lanjut. Tersenyum adalah salah satu tips berwisata sendiri yang paling penting untuk diingat. Senyum ramah mengundang orang lain untuk berkenalan dan menambah relasi.

Itulah beberapa tips yang bisa diterapkan saat sahabat traveling sendirian. Sebagai generasi milenial, smoga juga nanti tetap bermanfaat untuk post milenial he he. Semoga bermanfaat untuk segenap civitas akademika UNS dan yang lain ya. Baik yang milenial ataupun pak dosen bu dosen, ups. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *