Mencapai Ketahanan Pangan dengan Kecukupan Pangan melalui Diversitas Pangan

Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam melangsungkan kehidupan dan sebagai penunjang manusia untuk beraktivitas. Oleh karena itu, permasalahan mengenai pangan merupakan masalah yang krusial yang dapat berakibat pada semua aspek kehidupan. permasalahan yang timbul akibat pangan yaitu dapat menghambat perkembangan pembangunan ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) serta dapat berpengaruh terhadap pembangunan nasional. Mengapa dapat menghambat pembangunan sumber daya manusia?

Pembangunan manusia adalah suatu proses untuk berilmu pengetahuan mempunyai akses terhadap sumber daya yang dibutuhkan agar dapat hidup secara layak berumur panjang dan sehat apabila kebutuhan pangan tidak terpenuhi maka hal itu akan menghambat pembangunan manusia atau SDM. Keberhasilan dalam proses pembangunan pembangunan SDM dapat dilihat dari keberhasilan dalam memenuhi kecukupan pangan dan perbaikan pola konsumsi serta pemenuhan gizi setiap individu sehingga dengan tercapainya kecukupan pangan dan ketersediaan pangan dapat mencapai ketahanan pangan nasional. Kecukupan pangan di Indonesia ini masih diusahakan oleh pemerintah, di masa sekarang ini terdapat berbagai kendala dalam memenuhi kebutuhan panganyaitu mengingat penduduk-penduduk Indonesia yang semakin hari semakin bertambah dan hal tersebut hal tersebut diiringi dengan bertambahnya kebutuhan pangan.

Mengapa kebutuhan pangan masih menjadi hal yang sulit untuk dipenuhi?

Hal ini dikarenakan penduduk Indonesia yang masih bergantung kepada satu komoditas pangan saja dan masyarakat Indonesia saat ini mulai gemar dan bangga mengonsumsi gandum atau terigu yang sebenarnya itu bukan bahan pangan asli Indonesia sehingga pemerintah harus mengimpor barang-barang yang bukan asli indonesia tersebut. Indonesia masih jauh dari harapan untuk menuju swasemba pangan. Sebenarnya kebutuhan pangan dapat lebih mudah dipenuhi dengan adanya diversitas tangan. Secara geografis Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah sekaligus beraneka ragam sebenarnya potensi pangan lokal seperti jenis padi-padian (padi, jagung, sorgum), umbi-umbian (ubi jalar, ubi kayu, ganyong, garut, dan lain-lain), kacang-kacangan (kedelai, kacang tanah, kacang hijau dan lain-lain) dan tumbuhan pangan lain sumber karbohidrat seperti sagu. Sagu adalah komoditas pangan lokal yang dapat dikembangkan secara intensif dan produktif untuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat yang disesuaikan lahan untuk budidaya pangan lokal. diversitas pangan dapat dilakukan dari daerah masing-masing terlebih dahulu setelah kebutuhan pangan daerah tercukupi dapat juga tercapai kebutuhan nasional sehingga kita dapat mencapai ketahanan pangan nasional.