PEMBELAJARAN REMIDIAL

PEMBELAJARAN REMIDIAL

1. PENGERTIAN PEMBELAJARAN REMIDIAL

     Menurut Ischak S.W dan Warji R. dalam bukunya Program Remidial Dalam Proses Belajar” Mengajar. memberikan pengertian Remedial Teaching sebagai berikut, kegiatan perbaikan dalam proses belajar mengajar adalah salah satu bentuk pemberian bentuk  pemberian bantuan. Yaitu pemberian bantuan dalam proses belajar mengajar yang berupa kegiatan perbaikan terprogram dan disusun secara sistematis”.

     Menurut Abin Syamsudin Makmun, remedial teaching adalah usaha guru untuk menciptakan suatu yang memungkinkan individu atau kelompok siswa tertentu mampu mengembangkan dirinya seoptimal mungkin, sehingga dapat memenuhi kriteria keberhasilan minimal yang diharapkan melalui suatu proses interaksi yang terencana, terorganisasi, terarah, terkoordinir dan terkontrol dengan lebih objektif individu dan kelompok siswa yang bersangkutan serta daya dukung sarana dan lingkungan.

     Secara umum “Pembelajaran remedial” adalah pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan KD tertentu menggunakan berbagai metode yang diakhiri dengan penilaian untuk mengukur kembali tingkat ketuntasan belajar peserta didik.

  1. TUJUAN PEMBELAJARAN REMIDIAL

     Tujuan pengajaran remedial tidaklah berbeda dengan pengajaran biasa yaitu agar siswa dapat mencapai prestasi belajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Secara khusus pengajaran remedial bertujuan untuk memberikan bantuan yang berupa perlakuan pengajaran kepada siswa yang lambat. Kesulitan belajar ataupun gagal dalam belajar, sehingga dapat secara tuntas dalam menguasai bahan atau materi pelajaran yang diberikan dan dapat mencapai prestasi  belajar yang diharapkan melalui proses perbaikan.

Menurut Rahman Natawijaya, tujuan remedial teaching adalah:

  1. Agar siswa memahami dirinya, khususnya yang menyangkut prestasi belajar yang meliputi segi kekuatannya, segi kelemahannya, jenis dan sifat kesulitannya.
  2. Agar siswa dapat merubah dan memperbaiki cara-cara belajar yang lebih baik sesuai dengan kesulitan yang dimilikinya
  3. Agar siswa dapat memilih materi dan fasilitas belajar secara tepat untuk mengatasi kesulitan belajarnya.
  4. Agar siswa dapat mengatasi hambatan-hambatan belajar yang menjadi latar belakang kesulitannya.
  5. Agar siswa dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan yang baru dapat mendorong tercapainya hasil belajar yang lebih baik.
  6. Agar siswa dapat melaksanakan tugas-tugas belajar yang diberikan.

Secara umum pembelajaran remedial bertujuan untuk penganyaan atau pengulangan.

  1. PRINSIP PEMBELAJARAN REMIDIAL

Prinsip pembelajaran remedial sebagai berikut:

  1. Adaptif

     Setiap peserta didik memiliki keunikan dan ciri khas sendiri-sendiri. Oleh karena itu program pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk belajar sesuai dengan kecepatan, kesempatan, daya tangkap, dan gaya belajar masing-masing. Dengan kata lain, pembelajaran remedial harus memperhatikan perbedaan individual peserta didik.

  1. Interaktif

     Pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk secara intensif berinteraksi dengan pendidik dan sumber belajar yang tersedia. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa kegiatan belajar peserta didik yang bersifat perbaikan perlu selalu mendapatkan monitoring dan pengawasan agar diketahui kemajuan belajarnya. Jika dijumpai adanya peserta didik yang mengalami kesulitan segera diberikan bantuan.

  1. Fleksibilitas dalam mata pembelajaran dan penilaian

     Sejalan dengan sifat keunikan dan kesulitan belajar peserta didik yang berbeda-beda, maka dalam pembelajaran remedial perlu digunakan berbagai metode mengajar dan metode penilaian yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.

  1. Pemberian umpan balik sesegera mungkin

     Umpan balik berupa informasi yang diberikan kepada peserta didik mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan sesegera mungkin. Umpan balik dapat bersifat korektif maupun konfirmatif. Dengan sesegera mungkin memberikan umpan balik dapat dihindari kekeliruan belajar yang berlarut-larut yang dialami peserta didik.

      5.Pelayanan sepanjang waktu

     Program pembelajaran reguler dengan pembelajaran remedial merupakan satu kesatuan, dengan demikian program pembelajaran reguler dengan remedial harus berkesinambungan dan programnya selalu tersedia agar setiap saat peserta didik dapat mengaksesnya sesuai dengan kesempatan masing-masing.

Menurut Moh Surya, indikasi siswa yang mengalami kesulitan belajar sebagai berikut:

  1. Menunjukkan hasil belajar yang rendah di bawah rata-rata nilai yang dicapai oleh kelompok siswa kelas.
  2. Hasil usaha yang dicapai dalam belajar tidak seimbang dengan yang dilakukan walaupun berusaha dengan giat tetapi juga mencapai nilai-nilai yang rendah.
  3. Menunjukkan sikap yang kurang wajar seperti acuh tak acuh, mentang, berpura-pura, dusta dan sebaginya.
  4. Menunjukkan tingkah laku yang berlainan seperti bolos, datang terlambat, tidak mengerjakan pekerjaan rumah(PR), menganggu di dalam dan di luar kelas.
  5. Lambat melakukan tugas-tugas kegiatan belajar dan lambat menyelasaikan tugas dengan waktu yang tersedia.
  6. Menunjukkan gejala emosional seperti pemurung, mudah tersinggung, pemarah, kurang gembira dalam menghadapi situasi tertentu misalnya mendapat nilai rendah, tidak menunjukkan sikap penyesalan.

Diagnose kesulitan belajar peserta didik antara lain:

  1. Kesulitan ringan (kurang perhatian saat mengikuti pembelajaran)

         Contoh: peserta didik yang bermain atau ngobrol di kelas pada saat proses pembelajaran.

  1. Kesulitan sedang (gangguan belajar dari luar peserta didik, misalnya : factor keluarga, lingkungan dan lain-lain)

       Contoh : peserta didik yang keadaan keluarganya sedang mengalami masalah misalnya broken home, hal ini akan mempengaruhi proses belajar.

  1. Kesulitan berat (misalnya: tuna rungu, tuna netra dan lain-lain)

      Contoh : peserta didik yang mengalami cacat mental yang bersekolah di sekolah formal akan mengalami kesulitan saat proses belajar, karena mereka membutuhkan perlakuan khusus tidak seperti siswa normal biasanya.

Teknik untuk mendiagnosa kesulitan belajar antara lain :

  1. Tes prasyarat

Tes prasyarat adalah tes yang digunakan untuk mengetahui apakah prasyarat yang diperlukan untuk mencapai penguasaan kompetensi tertentu terpenuhi atau belum. Prasyarat ini meliputi prasyarat pengetahuan dan prasyarat keterampilan.

  1. Tes diagnose

Tes diagnostik digunakan untuk mengetahui kesulitan peserta didik dalam menguasai kompetensi tertentu. Misalnya dalam mempelajari operasi bilangan, apakah peserta didik mengalami kesulitan pada kompetensi penambahan, pengurangan, pembagian, atau perkalian.

  1. Wawancara

Wawancara dilakukan dengan mengadakan interaksi lisan dengan peserta didik untuk menggali lebih dalam mengenai kesulitan belajar yang dijumpai peserta didik.

  1. Observasi

Pengamatan (observasi) dilakukan dengan jalan melihat secara cermat perilaku belajar peserta didik. Dari pengamatan tersebut diharapkan dapat diketahui jenis maupun penyebab kesulitan belajar peserta didik.

Pelaksanaan remedial sebagai berikut :

  1. Pembelajaran dengan metode dan media yang berbeda

Pembelajaran ulang dapat disampaikan dengan cara penyederhanaan materi, variasi cara penyajian, penyederhanaan tes/pertanyaan. Pembelajaran ulang dilakukan bilamana sebagian besar atau semua peserta didik belum mencapai ketuntasan belajar atau mengalami kesulitan belajar. Pendidik perlu memberikan penjelasan kembali dengan menggunakan metode dan/atau media yang lebih tepat

  1. Belajar mandiri atau pemberian bimbingan secara khusus

Misalnya bimbingan perorangan. Dalam hal pembelajaran klasikal peserta didik mengalami kesulitan, perlu dipilih alternatif tindak lanjut berupa pemberian bimbingan secara individual. Pemberian bimbingan perorangan merupakan implikasi peran pendidik sebagai tutor. Sistem tutorial dilaksanakan bilamana terdapat satu atau beberapa peserta didik yang belum berhasil mencapai ketuntasan.

  1. Pemberian tugas atau latian

Dalam rangka menerapkan prinsip pengulangan, tugas-tugas latihan perlu diperbanyak agar peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan tes akhir. Peserta didik perlu diberi latihan intensif (drill) untuk membantu menguasai kompetensi yang ditetapkan.

  1. Belajar kelompok dengan bimbingan alumni atau tutor sebaya

Tutor sebaya adalah teman sekelas yang memiliki kecepatan belajar lebih. Mereka perlu dimanfaatkan untuk memberikan tutorial kepada rekannya yang mengalami kelambatan belajar. Dengan teman sebaya diharapkan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar akan lebih terbuka dan akrab.

Pemilihan tutor didasarkan atas prestasi, punya hubungan sosial baik dan cukup disenangi teman-teman. Tutor berperan sebagai pemimpin dalam kegiatan kelompok sebagai pengganti guru. Metode tutor memiliki kebaikan sebagai berikut :

  1. Adanya hubungan dekat dan akrab.
  2. Bagi tutor merupakan kegiatan pengayaan.
  3. Dapat meningkatkan rasa tanggung jawan dan kepercayaan diri.
  4. Diakhiri dengan ulangan

Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan remedial teaching, sasaran pokonya adalah siswa yang mengalami kesulitan belajar sehingga siswa tersebut bisa terlepas dari kesulitan tersebut dan dapat mengahadapi pembelajaran secara efektif.

Tes ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti program pembelajaran remedial agar dapat diketahui peserta didik telah mencapai ketuntasan atau belum.

Langkah-langkah pembelajaran remedial menurut Okey (1914) :

  1. Menetapkan indicator (K-13)
  2. Menentukan tujuan
  3. Menentukan prosedur yang dipilih
  4. Menguji dari hasil yang dilakukan
  5. Meremidiasi atau mendiagnosa ulang jika diperlukan
  6. Mengadministrasi tes summative

Tujuan pembalajaran remedial antara lain:

  1. Menentukan besarnya effect
  2. Menentukan dan membandingkan besarnya effect
  3. Hubungan effect
  4. Pengalaman siswa

 

8 KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR

8 KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR

    Pandangan lama dalam proses menyampaikan (transfer) yang kadang-kadang sering diartikan sempit, hanya terbatas sebagai proses menyampaikan atau memindahkan pengetahuan dan keterampilan saja, sedangkan pada pengertian yang baru, bahwa perubahan perilaku tersebut dilakukan dengan cara “mengelola lingkungan pembelajaran agar berinteraksI dengan siswa”

    Dalam mengajar ada dua kemampuan pokok yang harus dikuasai oleh guru, yaitu: 1) menguasai materi atau bahan ajar yang diajarkan (what to teach), 2) menguasai metodelogi atau cara untuk membelajarkannya (how to teach). Keterampilan dasar mengajar termasuk kedalam aspek nomor 2 yaitu cara membelajarkan siswa. Keterampilan dasar mengajar mutlak harus dimiliki dan dikuasai oleh setiap guru, karena keterampilan dasar mengajar bahwa mengajar bukan sekedar proses menyampaikan pengetahuan saja, akan tetapi menyangkut aspek yang lebih luas seperti: pembinaan sikap, emosional, karakter, kebiasaan, dan nilai-nilai.

     Keterampilan dasar mengajar ( teaching skill ) adalah kemampuan atau keterampilan yang khusus ( most spesifis instructional behaviours ) yang harus dimiliki oleh guru, agar dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif, efisien dan professional.

  1. KETERAMPILAN MEMBUKA DAN MENUTUP

Tujuan keterampilan membuka dan menutup pelajaran meliputi :

  1. Memotivasi siswa
  2. Menjelaskan batas-batas tugasnya yang akan dikerjakan
  3. Menjelaskan hubungan materi
  4. Mengetahui tingkat materi

Prinsip keterampilan membuka dan menutup pelajaran meliputi :

  1. Bermakna
  2. Berurutan
  3. Berkesinambungan

    Membuka pelajaran diartikan dengan perbuatan guru untuk menciptakan suasana siap mental dan menimbulkan perhatian siswa agar terpusat kepada apa yang akan dipelajar.

Komponen keterampilan membuka pelajaran meliputi:

  1. menarik perhatian siswa,
  2. menimbulkan motivasi,
  3. memberi acuan melalui berbagai usaha, dan
  4. membuat kaitan atau hubungan di antara materi-materi yang akan dipelajari.

     Menutup pelajaran adalah memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang dipelajari siswa, mengetahui tingkat pencapaian siswa dan tingkat keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar.

Komponen ketrampilan menutup pelajaran meliputi:

  1. meninjau kembali
  2. mengevaluasi penguasaan, dan
  3. memberikan tindak lanjut.

 

2. KETERAMPILAN MENJELASKAN

     Keterampilan dasar mengajar menjelaskan dalam pembelajaran ialah keterampilan menyajikan informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu bagian dengan lainnya, misalnya antara sebab dan akibat, definisi dengan contoh atau dengan sesuatu yang belum diketahui.

Menjelaskan yaitu menyajikan Informasi secara Terorganisasi, Sistematis, dan Mudah Dipahami.

Tujuan keterampilan menjelaskan meliputi:

  1. Membantu mahasiswa memahami konsep
  2. Melatih kemampuan bernalar
  3. Meningkatkan keterlibatan mahasiwa dalam menggunakan cara berpikir sistematis
  4. Mengatasi salah pengertian

Prinsip keterampilan menjelaskan meliputi:

  1. Sesuai dengan pengalaman dan latarbelakang kehidupan mahasiswa
  2. Dapat diberikan diawal, tengah, dan/atau akhir pembelajaran
  3. Bermakna dan sesuai dengan tujuan
  4. Sesuai dengan rencana guru atau kebutuhan dari siswa.

Komponen keterampilan menjelaskan meliputi:

1.Merencanakan

  • Isi
  • Karakteristik siswa

2.Menyajikan

  • Kejelasan (bahasa, kelancaran ucapan)
  • Contoh dan ilustrasi
  • Pemberian tekanan (suara, ikhtisar, dll)
  • Balikan (ajukan pertanyaan, mimik siswa)

 

  1. KETERAMPILAN MEMBUAT VARIASI

Tujuan keterampilan membuat variasi meliputi:

  1. Memelihara dan meningkatkan perhatian peserta didik terhadap hal yang berkaitan dengan aspek belajar
  2. Meningkatkan kemungkinan berfungsinya motivasi dan rasa ingin tahu peserta didik melalui kegiatan investigasi dan explorasi.
  3. Membentuk sikap positif anatar guru dan sekolah
  4. Kemungkinan dilayaninya peserta didik secara individual, sehingga memberikan kumudahan belajar.
  5. Mendorong aktivitas belajar atau cara belajar peserta didik yang bekadar tinggi dengan cara melibatkan peserta didik melalui berbagai kegiatan atau pengalaman belajar yang menarik.

Prinsip keterampilan membuat variasi meliputi:

  1. Mengandung maksud tertentu
  2. Wajar Lancar dan berkesinambungan
  3. Dirancang secara cermat

Keterampilan membuat variasi meliputi:

1. Variasi Gaya Mengajar

  • Suara
  • Memusatkan perhatian
  • Kesenyapan
  • Kontak pandang
  • Variasi gerakan badan
  • Mengubah posisi

2. Variasi Media dan Bahan

  • Visual
  • Audio
  • Taktil

3. Variasi Pola Interaksi dan Kegiatan

  • Klasikal,Kelompok, Perorangan
  • Diskusi, Latihan, Demonstrasi

 

  1. KETERAMPILAN BERTANYA (DASAR DAN LANJUT)

     Bertanya merupakan suatu unsur yang selalu ada dalam proses komunikasi pembelajaran.

Keterampilan bertanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, bagian dari keberhasilan dalam pengelolaan instruksional dan pengelolaan kelas.

Tujuan keterampilan bertanya meliputi:

  1. Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu pokok bahasan.
  2. Memusatkan perhatian siswa terhadap suatu pokok bahasan atau konsep.
  3. Mendiagnosis kesulitan-kesulitan khusus yang menghambat siswa belajar.
  4. Mengembangkan cara belajar siswa aktif.
  5. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasimilasikan informasi.
  6. Mendorong siswa mengemukakannya dalam bidang diskusi.
  7. Menguji dan mengukur hasil belajar siswa.
  8. Untuk mengetahui keberhasilan guru dalam mengajar

Komponen keterampilan bertanya dasar meliputi:

  1. mengungkapkan pertanyaan dengan jelas dan singkat
  2. memberi acuan
  3. memusatkan perhatian
  4. menyebarkan pertanyaan
  5. memindahkan giliran
  6. memberikan waktu berpikir
  7. memberikan tuntunan

Komponen keterampilan bertanya dasar meliputi:

  1. mengubah tuntutan kognitif

2. mengatur urutan pertanyaan

3. menggunakan pertanyaan pelacak

  • klasifikasi
  • meminta peserta didik memberikan alasan
  • meminta kesepakatan pandangan
  • meminta ketepatan jawaban
  • meminta jawaban yang lebih relevan
  • meminta contoh
  • meminta jawaban yang lebih kompleks

4. meningkatkan interaksi

Prinsip penggunaan keterampilan bertanya meliputi :

1. Kehangatan dan keantusiasan

2. Menghidari:

  • Mengulangi pertanyaan sendiri
  • Mengulangi jawaban siswa
  • Menjawab pertanyaan sendiri
  • Mengajukan pertanyaan yang memancing jawaban serempak
  • Mengajukan pertanyaan ganda
  • Menentukan siswa yang akan menjawab pertanyaan

3. Memberikan waktu berpikir

4. Mempersiapkan pertanyaan yang akan diajukan

5. Menilai pertanyaan yang telah diajukan

 

  1. KETERAMPILAN MEMBERIKAN PENGUATAN

Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons, bersifat verbal ataupun non verbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan memberikan informasi atau umpan balik (feed back) bagi si penerima atas perbuatannya sebagai suatu dorongan atau koreksi.

Tujuan keterampilan memberikan penguatan meliputi:

  1. Meningkatkan perhatian ke peserta didik
  2. Membangkitkan dan memelihara motivasi belajar peserta didik
  3. Memberikan kemudahan belajar bagi peserta didik
  4. Mengontrol dan memodifikasi tingkah laku peserta didik yang kurang positif serta mendorong memunculkan tingkah laku yang produktif
  5. Mengarahkan kepada cara berpikir yang baik dan inisiatif pribadi

Komponen keterampilan memberikan penguatan meliputi:

  1. Penguatan verbal
  2. Penguatan gestural (mimic atau gerak badan)
  3. Penguatan dengan cara mendekati
  4. Penguatan dengan sentuhan
  5. Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan
  6. Penguatan berupa tanda atau benda
  7. Penguatan tak penuh

Syarat keterampilan memberikan penguatan:

  1. Hangat dan antusias
  2. Bermakna
  3. Respons positif
  4. Segera dan jelas sasaran
  5. Bervariasi

    6. KETERAMPILAN MENGELOLA KELAS ATAU KELOMPOK

Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.

Tujuan keterampilan mengelola kelas/kelompok meliputi :

  1. Mendorong peserta didik untuk bertanggungjawab
  2. Menyadari kebutuhan peserta didik
  3. Memberikan respons terhadap perilaku peserta didik

Prinsip keterampilan mengelola kelas/kelompok meliputi :

  1. Hangat dan antusias
  2. Menantang peserta didik berpikir
  3. Adanya variasi
  4. Keluwesan
  5. Penekanan hal-hal positif
  6. Penanaman disiplin diri sendiri

Hal-hal yang perlu dihindari dalam mengola kelas/kelompok meliputi:

  1. Campur tangan berlebihan
  2. Kesenyapan kegiatan atau pembicaraan karena ketidaksiapan guru
  3. Ketidaktetapan memulai dan mengakhiri pelajaran
  4. Penyimpangan
  5. Bertele-tele
  6. Pengulangan tak perlu

Komponen keterampilan mengelola kelas/kelompok meliputi :

1. Penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar :

  • Menunjukkan sikap tanggap
  • Membagi perhatian secara visual dan verbal
  • Memusatkan perhatian kelompok
  • Petunjuk yang jelas
  • Menegur
  • Penguatan

2. Pengendalian kondisi belajar :

  • Modifikasi tingkah laku
  • Pengelolaan atau proses kelompok
  • Menemukan dan mengatasi tingkah laku yang menimbulkan masalah

 

  1. KETERAMPILAN MEMIMPIN DISKUSI

     Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan, atau pemecahan masalah. Diskusi kelompok merupakan strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir, berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap positif.

   Diskusi kelompok dapat meningkatkan kreativitas siswa, serta membina kemampuan berkomunikasi termasuk di dalamnya ketrampilan berbahasa.

Syarat diskusi kelompok kecil meliputi:

  1. Peserta 3-9 orang
  2. Punya tujuan atau topik yang jelas
  3. Interaksi tatap muka
  4. Berlangsung sistematis
  5. Arena berbagi informasi, berlatih kerjasama dan mengambil kesimpulan

Hal-hal yang perlu dihindari dalam memimpin diskusi kelompok kecil meliputi :

  1. Topic yang tidak relevan
  2. Mendominasi diskusi
  3. Membiarkan peserta didik enggan berpartisipasi
  4. Membiarkan penyimpangan
  5. Membiarkan monopoli
  6. Tergesa-gesa
  7. Tidak memperjelas
  8. Gagal menutup diskusi secara efektif

8. KETERAMPILAN MENGAJAR KELOMPOK KECIL DAN PERORANGAN

Secara fisik bentuk pengajaran ini ialah berjumlah terbatas, yaitu berkisar antara 3- 8 orang untuk kelompok kecil, dan seorang untuk perseorangan.

Pengajaran kelompok kecil dan perseorangan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa dengan siswa.

Komponen keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan meliputi :

  1. Mengadakan Pendekatan secara Pribadi
  • Hangat dan peka
  • Mendengar dengan simpatik
  • Respon positif
  • Hubungan saling mempercayai
  • Kesiapan membantu
  • Menerima perasaan siswa
  • Mengendalikan situasi

2. Mengorganisasikan

  • Memberikan orientasi umum
  • Variasi kegiatan
  • Membentuk kelompok yang tepat
  • Koordinasi kegiatan
  • Membagi perhatian
  • Mengakhiri kegiatan

3. Membimbing dan Memudahkan Belajar

  • Memberi pengautan
  • Mengembangkan supervisi proses awal
  • Mengadakan supervisi proses lanjut
  • Mangadakan supervisi pemanduan

4. Merencanakan dan Melaksanakan Kegiatan

  • Menetapkan tujuan
  • Merencanakan kegiatan
  • Berperan sebagai penasehat
  • Membantu siswa menilai kemajuan sendiri

Prinsip keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan meliputi :

  1. Variasi pengorganisasian
  2. Pilih topic yang sesuai
  3. Akhiri dengan rangkuman atau kesimpulan, pemantapan, laporan, dll
  4. Kenali siswa secara individual
  5. Beri kesemapatan siswa bekerja secara bebas

 

 

BELAJAR PREZI

      

        Prezi adalah aplikasi presentasi yang memungkinkan Anda untuk membuat presentasi dengan satu kanvas, sehingga memberikan keluasaan merancang presentasi dengan segala kreati!itas dan imajinasi tanpa dibatasi oleh slide.

Sejarah Prezi

         Adam Somlai-Fischer adalah seorang arsitek dan seniman yang telah berkutat dengan presentasi yang dapat diperbesar dan diperkecil sejak tahun 2001. Adam menemukan bahwa Zooming User Interface (ZUI) memungkinkan ia untuk mengeksplorasi gambaran besar dari sebuah denah lantai atau instalasi dan kemudian memperbesar detil-detil dari denah lantai tersebut. Karena pada saat itu belum tersedia editor presentasi ZUI yang tersedia secara komersial, setiap presentasi ZUI yang ia kembangkan harus ia buat secara manual.

        Pada tahun 2007, Peter Halascy, seorang profesor dari Universitas Teknologi Budapest berhasil meyakinkan Adam untuk mengembangkan editor ZUI agar dapat digunakan oleh umum. Setelah membuat prototipe dari ZUI editor tersebut, mereka merekrut wirausahawan ketiga, yaitu Peter Arvai, untuk bergabung sebagai CEO untuk membantu dalam meluncurkan produk dan perusahaannya. Prezi kemudian diluncurkan pada bulan April tahun 2009 di Budapest. Peluncuran tersebut mengundang investasi dari TED Conferences and Sunstone Capital. Kantor San Fransisco kemudian didirikan pada November 2009. Prezi merekrut Kepala Pemasaran Drew Banks, dan CFO Joel Onodera pada tahun 2011.

         Microsoft office powerpoint adalah suatu aplikasi komputer yang dikembangkan oleh microsoft yang digunakan untuk presentasi yang efektif, indah dan profesional. Sehingga pendengar dapat terfokus kepada pembicara.

Perbedaan Powerpoint dan Prezi

Perbedaan powerpoint dan prezi dapat penulis simpulkan dalam bentuk tabel berikut ini:

No. Powerpoint Prezi
1.2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Powerpoint dibuat dalam keadaan offlineDigunakan bukan dalam bentuk slide

Powerpoint tidak memiliki lisensi

Tema sederhana

Lebih banyak animasi slidenya dibandingkan prezi

Tidak ada batasan penggunaan

Proses instalasi tidak dengan online saja, tapi juga bisa dengan offline

Karena dalam keadaan offline sehingga proses editing cepat

Tersimpan di komputer/laptop

Prezi dibuat dalam keadaan onlineDigunakan dalam bentuk slide juga namun di atas kanvas virtual

Prezi memiliki macam-macam lisensi

Tema labih bervariasi

Hanya menggunakan zoomable canvas, sehingga tampak monoton

Untuk versi publik dibatasi pengguanaan selama 30 hari

Proses instalasi harus online

Proses editing lama karena harus dalam keadaan online

Tersimpan di web

          Manfaat penggunaan powerpoint dan prezi dalam proses pembelajaran

Adapun beberapa manfaat yang diperoleh saat menggunakan powerpoint dan prezi dalam proses pembelajaran :

  1. Membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan dan informatif.Meningkatkan kualitas belajar.
  2. Mengurangi ketegangan dalam proses pembelajaran.
  3. Pembelajaran menggunakan powerpoint dan prezi lebih baik dari pada hanya menerangkan tanpa menggunakan media apapun.
  4. Dengan adanya pembelajaran menggunakan powerpoint dan prezi, siswa akan lebih tertarik terhadap pembelajaran, sehingga proses pembelajaran lebih berkualitas.
  5. Materi juga akan lebih tersusun secara sistematis, sehingga guru tidak berbelit saat menjelaskan materi

Berikut ini hasil belajar saya menggunakan prezi :

http://prezi.com/ppqrqwmihwsg/?utm_campaign=share&utm_medium=copy&rc=ex0share

 

PENGGUNAAN MEDIA PREZI UNTUK MATERI KIMIA BENTUK MOLEKUL

PENGGUNAAN MEDIA PREZI UNTUK MATERI KIMIA BENTUK MOLEKUL

Disusun oleh:

Puput Krismayana                K3315043

Rahmat Kurniawan              K3315045

Rinu Larasati                        K3315047

Riskita Suryaningtyas          K3315049

Rizky Hapsari                        K3315051

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

SURAKARTA

2017

 

 

KATA PENGANTAR

       Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan paper kami mengenai strategi belajar mengajar dengan menggunakan media multimedia prezi.

       Paper ini terdiri dari tiga bab yakni pendahuluan yang berisi latar belakang serta tujuan dari pembuatan paper ini.  Kedua adalah pembahasan mengenai Prezi sebagai salah satu aplikasi yang bisa digunakan sebagai media belajar. Terakhir adalah penutup.  Paper  ini ditulis dalam rangka tugas Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar. Mata kuliah ini diampu Dr.paed Nurma Yunita Indriyanti S.Pd.,M.Si.M.Sc.

      Tiada gading yang tak retak, demikian pula dengan paper ini, masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun tetap kami nantikan demi kesempurnaan penulisan paper ini.

      Akhir kata kami berharap semoga paper ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap penulis dan pembaca.

 

Surakarta, 16 Mei  2017
Penyusun

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………… 2

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………. 3

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang ……………………………………………………………………….. 4
  2. Rumusan Masalah ………………………………………………………………….. 5
  3. Tujuan …………………………………………………………………………………… 5

BAB II PEMBAHASAN

  1. Pengertian Prezi ……………………………………………………………………… 6
  2. Keuntungan dan kelebihan Prezi ………………………………………………. 6
  3. Meramalkan bentuk geometri……………………………………………………. 7
  4. Merumuskan tipe molekul………………………………………………………… 7
  5. Bentuk molekul……………………………………………………………………….. 7
  6. Dua teori tentang bentuk molekul……………………………………………… 8
  7. Domain Elektron……………………………………………………………………… 8
  8. Prinsip dasar teori domain eletron…………………………………………….. 9

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan ……………………………………………………………………………. 11
  2. Saran …………………………………………………………………………………….. 12

 

 

PENDAHULUAN

BAB I

 

  1. LATAR BELAKANG

      Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi. Jadi, media dirancang sedemikaian rupa agar dapat menarik perhatian siswa sehingga siswa dapat dengan mudah memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru.

      Dewasa ini, banyak sekali jenis media yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Mulai dari yang sederhana sampai yang canggih, mulai dari yang murah hingga yang mahal. Ada yang berbentuk cetakan, audio, audio visual, juga komputer. Meskipun demikian, masih banyak juga yang hanya menggunakan teknik yang kuno, misalnya dengan cara lisan, atau bahkan hanya dengan menyuruh para siswa membaca sendiri buku atau mencarinya sendiri dari sumber-sumber lain.

      Kita harus dapat meyakinkan para siswa atau pun guru-guru agar dapat menggunakan media untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan bangsa kita pada saat ini. Di samping itu, kita juga harus dapat meningkatkan mutu media pembelajaran dan memilih media yang sangat baik untuk digunakan sebagai media pembelajaran.

     Dalam kesempatan kali ini, kami memilih media Prezi. Prezi pada awalnya dikembangkan oleh arsitek Hungaria bernama Adam Somlai-Fischer sebagai alat visualisasi arsitektur. Misi yang dinyatakan oleh Prezi adalah untuk “membuat berbagi ide menjadi lebih menarik”, dan Prezi sengaja dibuat untuk menjadi alat untuk mengembangkan dan berbagi ide dalam bentuk visual yang bersifat naratif.

  1. RUMUSAN MASALAH

Untuk memperjelas permasalahan yang akan dibahas, penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut:

  1. Apa yang dimaksud Prezi ?
  2. Bagaimana sejarah singkat dari Prezi?
  3. Apa kelebihan dan kekurangan menggunakan aplikasi Prezi?
  4. Bagaimana peran Prezi sebagai aplikasi pada pembelajaran kimia di Sekolah?

 

  1. TUJUAN
  2. Mengetahui aplikasi Prezi sebagai salah satu media pembelajaran masa kini.
  3. Mengetahui sejarah Prezi secara singkat.
  4. Memahami kelebihan dan kekurangan menggunakan aplikasi Prezi.
  5. Memahami peran Prezi sebagai aplikasi pada pembelajaran kimia di sekolah.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

     Prezi adalah sebuah perangkat lunak untuk presentasi berbasis internet (SaaS). Selain untuk presentasi, Prezi juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengeksplorasi dan berbagi ide di atas kanvas virtual. Prezi menjadi unggul karena program ini menggunakan en:Zooming User Interface (ZUI), yang memungkinkan pengguna Prezi untuk memperbesar dan memperkecil tampilan media presentasi mereka.

     Prezi digunakan sebagai alat untuk membuat presentasi dalam bentuk linier maupun non-linier, yaitu presentasi terstruktur sebagai contoh dari presentasi linier, atau presentasi berbentuk peta-pikiran (mind-map) sebagai contoh dari presentasi non-linier. Pada Prezi, teks, gambar, video, dan media presentasi lainnya ditempatkan di atas kanvas presentasi, dan dapat dikelompokkan dalam bingkai-bingkai yang telah disediakan. Pengguna kemudian menentukan ukuran relatif dan posisi antara semua obyek presentasi dan dapat mengitari serta menyorot obyek-obyek tersebut. Untuk membuat presentasi linier, pengguna dapat membangun jalur navigasi presentasi yang telah ditentukan sebelumnya.

     Prezi pada awalnya dikembangkan oleh arsitek Hungaria bernama Adam Somlai-Fischer sebagai alat visualisasi arsitektur. Misi yang dinyatakan oleh Prezi adalah untuk “membuat berbagi ide menjadi lebih menarik”, dan Prezi sengaja dibuat untuk menjadi alat untuk mengembangkan dan berbagi ide dalam bentuk visual yang bersifat naratif.

Keunggulan prezi :

  • Tampilan tema yang lebih bervariasi dibandingkan dengan power point.
  •  Menarik ketika dalam mode presentasi, dengan menggunakan teknologi ZUI nya.
  • Lebih simple dalam hal pembuatan animasi.
  • Pilihan tema keren, yang dapat di unduh secara online.

Kelemahan prezi :

  • Karena hanya menggunakan teknologi ZUI (tampilan yang nge-Zoom), software ini terlihat monoton.
  • Proses instalasinya membutuhkan koneksi internet.
  • Sulit memasukkan simbol matematika.
  • Untuk versi trialnya berlaku 30 hari, tapi masih bisa diantisipasi.

     Media prezi yang kita gunakan dalam menjelaskan materi bentuk molekul atau VSEPR menggunakan metode ceramah dan diskusi. Dalam pemilihan media pembelajaran ini agar peserta didik lebih mudah mempelajari materi bentuk molekul atau VSEPR, dimana prezi ini lebih menarik, efisien dan lebih ke bentuk gambar lebih banyak daripada tulisan sehingga membuat peserta didik tidak bosan. Kemudian kami menggunakan metode ceramah, karena materi bentuk molekul atau VSEPR memang harus diterangkan oleh guru terlebih dahulu Karena proses menjelaskan memang sangat kompleks dari konfigurasi elektron, penetuan PEI dan PEB, lalu sampai menjadi bentuk molekul dan penggambarannya. Selanjutnya kami memilih metode diskusi ini agar pembelajaran bentuk molekul atau VSEPR lebih aktif dan peserta didik turut serta dapat mengaplikasikan bentuk molekul sehingga peserta didik lebih mudah memahami dan membedakan bentuk molekul suatu senyawa. Dengan mengaplikasikan serta membuat sendiri bentuk molekul diharapkan peserta didik mudah mengingatnya dan membedakan bentuk molekul satu dengan yang lainnya.

     Dalam mengaplikasikannya media yang digunakan plastisin, lidi, kertas A3, dan pensil warna. Peserta didik dapat memilih dari bahan-bahan yang mereka bawa untuk menjelaskan hasil diskusi mereka.

     Langkah-langkah dalam menerangkan bentuk molekul atau VSEPR ini dengan menggunakan media prezi sebagai berikut :

  1. Guru menyiapkan media prezi yang berisi materi bentuk molekul atau VSEPR
  2. Membagi kelompok dengan anggota 4-5 peserta didik
  3. Setiap kelompok diharapkan membawa 1 pack plastitin, 10 buah lidi, kertas gambar A3 dan pensil warna.
  4. Guru menampilkan dan menerangkan materi bentuk molekul atau VSEPR
  5. Guru memberikan soal mengenai materi bentuk molekul atau VSEPR
  6. Peserta didik mendiskusikan dengan teman sekelompoknya
  7. Hasil diskusi dituangkan atau dirancang dengan plastisin dan lidi
  8. Setelah jawaban dan rancangan hasil diskusi tersebut selesai
  9. Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya dengan menjelaskan satu demi satu rancangan hasil diskusi mereka
  10. Guru mencocokkan hasil diskusi peserta didik dan memperlihatkan jawaban yang benar

Berikut ini isi materi bentuk molekul atau VSEPR dalam media prezi yang kami buat :

Untuk meramalkan bentuk geometri adalah sebagai berikut :

  1. Menentukan tipe molekul
  2. Menggambarkan susunan ruang domain-domain elektron di sekitar atom pusat yang memberi tolakan minimum
  3. Menetapkan pasangan terikat atau pasangan electron ikatan (PEI) dengan menuliskan lambang atom yang bersangkutan
  4. Menentukan geometri molekul setelah mempertimbangankan pasangan elektron bebas (PEB)

Merumuskan tipe molekul

Jumlah domain pasangan electron dalam suatu molekul, dapat dinyatakan sebagai berikut :

  1. Atom pusat dinyatakan dengan lambang A
  2. Domain eketron ikatan pusat dinyatakan dengan X
  3. Domain eletron bebas dinyatakan dengan E

Bentuk molekul

  • Untuk menggambarkan susunan atom-atom dalam suatu molekul berdasarkan letak pasangan electron dalam molekul itu.

Dua teori tentang bentuk molekul

  1. Teori Domain Elektron
  2. VSEPR

Teori Domain Elektron= Teori VSEPR (Velence Shell Elektron Pair Repulsion)

Domain Elektron

  • Area atom daerah dalam atom yang ditempatkan oleh electron yang ada pada atom pusat sendiri dari pasangan elektron ikatan (PEI) baik ikatan tunggal, rangkap dua, maupun rangkap tiga dan pasangan eletron bebas.
  • PEI dan PEB akan saling tolak menolak karena sama-sama bermuatan negative sampai jarak tertentu sehingga tolakan seminimal mungkin
  • Tolakan PEB dan PEI yang terikt pada atom pusat akan mempengaruhi bentuk molekul suatu senyawa. Oleh Karena itu. VESPR maupun teori domain membahas dan meramalkan bentuk molekul seatu senyawa berdasarkan tolakan electron secara domain PEB dan PEI

Tipe molekul dapat ditentukan dengan langkah-langkah:

  1. Menentukan jumlah electron valensi (EV)
  2. Menentukan jumlah domain electron ikatan (X)
  3. Menentukan jumlah domain eletron bebas (E)

Dengan demikian jumlah pasangan electron bebas (E) sesuai dengan rumus berikut :

Dengan, EV = jumlah eletron valensi atom pusat

X  = jumlah domain eletron ikatan (PEI)

E  = jumlah domain eletron bebas (PEB)

Contoh meramalkan bentuk molekul

  1. Molekul PF3

Penyelesaian :

  1. Mengetahui konfigurasi atom P dan F

P = [Ne]10  3s2  3p3    elektron valensinya 3

F = 1s2  2s2s5      elektron valensinya 5 (EV)

  1. Menentukan PEI (pasangan electron ikatan) dan PEB (pasangan electron bebas) dengan menggambar struktur lewisnya sebagai berikut:

                                         

Dari gambar dapat dilihat bahwa PEI (X) = 3 (P-F)

      Penentuan PEB                                                            

 

Maka PEB = 1 pasang eletron bebas

Maka tipe molekulnya AX3E dengan bentuk molekul tetrahedron

  1. Tipe molekul dan bentuk dapat dilihat pada table berikut ini:

     

    

Prinsip dasar teori domain eletron adalah sebagai berikut :

  • Antar domain eletron pada atom pusat saling tolak menolak sehingga mengatur diri sedemikian rupa sehingga tolakkannya menjadi minimum
  • Urutan kekuatan tolakan domain elektron:

PEB-PEB>PEB-PEI>PEI-PEI

Akibatnya dari perbedaan kekuatan iniadalah mengecilnya sudut ikatan pada bentuk molekulnya

  • Bentuk molekul hanya ditentukan oleh pasangan electron ikatan (PEI)

     Hibridisasi adalah peleburan orbital-orbital dari tingkat energi yang berbeda menjadi orbital-orbital yang setingkat. Jumlah orbital hidrida (hasil hidridisasi) sama dengan jumlah orbital yang terlibat pada hibridisasi itu. Penjelasan bentuk molekul dengan menggunakan teori hibridisasi berkaitan erat dengan teori digram molekul.

Bentuk molekul

Jumlah domain eletron Susunan ruang (geometri) besar sudut ikatan
2 Linier 180
3 Segitiga sam sisi 120
4 Tetrahedron 109,5
5 Bipiramida trigonal Ekuatoril 120

Aksial 90

6 Octahedron 90

      

BAB III

  1. KESIMPULAN

     Prezi adalah untuk “membuat pelbagai idea menjadi lebih menarik”, dan Prezi sengaja dibuat untuk menjadi alat untuk mengembangkan dan pelbagai idea dalam bentuk visual yang bersifat naratif.

     Prezi adalah satu software masa kini yang fungsi utamanya hampir sama dengan Power Point, iaitu untuk pembentangan berasaskan internet.

     Meskipun mempunyai kelebihan daripada powerpoint namun tetap prezi mempunyai kekurangan. Namun sampai saat ini kekurangan prezi ada yang masih bisa diantisipasi.

     Dengan mengkombinasikan 2 media modern (prezi) dan media konvensional (plastisin, lidi, kertas A3, dan pensil warna), serta metode ceramah dan diskusi hal ini agar peserta didik lebih mudah memahami materi bentuk molekul, dan dapat membedakan bentuk molekul.

2. SARAN

     Sebagai mahasiswa yang tidak terlepas dari segala sesuatu yang berkaitan dengan media strategi belajar mengajar, kita seharusnya dapat mempelajari salah satu aplikasi pendukung pembelajaran yakni Prezi ini dengan baik. Hal ini bertujuan agar kita dapat menggunakan aplikasi ini sebagai penunjang pembelajaran yang interaktif didalam kelas sebagai upaya memberikan pengalaman belajar yang menarik bagi siswa di sekolah. Kombinasi media modern dan konvensional, serta 2 metode yaitu ceramah dan diskusi hal ini ini diharapkan dapat memudahkan peserta didik dalam memahami materi bentuk molekul.

 

DAFTAR PUSTAKA

Purba, Michael dan Suhardi. 2012. Kimia untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga

 

 

 

 

 

Media dan E-learning

Media

  1. Audio : cassets,CDS
  2. Non projected visual: objek nyata, gambar
  3. Project visual : OHP, slide, dan film
  4. Video dan film : video. Film, OHP, youtube, CDS dan DVD
  5. Multimedia kits : slide, sound
  6. Electronic distribution system : radio dan televise
  7. Gamesnad simulation

Media pembelajaran ada 3:

  1. Computer-based intraction

Electronic based e-learning adalah pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, terutama yang berupa elektronik. Artinya, tidak hanya internet, melainkan semua perangkat elektronik seperti film, video, kaset, OHP, Slide, LCD, projector, dan lain-lain.

  1. Internet based

Internet Based, adalah pembelajaran yang menggunakan fasilitas internet yang bersifat online sebagai instrument utamanya. Artinya, memiliki persepsi bahwa e-learning haruslah menggunakan internet yang bersifat online, yaitu fasilitas komputer yang terhubung dengan internet. Artinya pembelajar dalam mengakses materi pembelajaran tidak terbatas jarak ,ruang dan waktu, bias dimana saja dan kapan saja (any whare and any time).

  1. Who based learning
  • Chat room
  • Bulletin
  • Course

Metode pembelajaran

  1. Ceramah
  2. Demonstrasi
  3. Latihan
  4. Tutorial
  5. Game/simulasi
  6. Penemuan
  7. Pemecahan masalah

Media pembelajaran dan metode pembelajaran

Presentation Demonstration Drille and practice Tutorial
Display
Audio
Non project
Project

 

Instraction media dan komunikasi

One way Two way
Display

(OHP, prezi)

Audio
Non project
Project

 

Media pembelajaran dan persiapan produk

Non Preparation Simple Preparation Complicated
Display s
Audio Rekaman
Non project Demonstration
Project visual Poster

 

Melilih media

  • Messages/subjek matter content
  • Object
  • Learners
  • Group
  • Teaching method
  • Resoursces (epuiment, facilities)
  • Time constraint (preparation, usage)
  • Location (in class, out class
  • Teaching skill, prefence, experience

KERUCUT PENGALAMAN            

 

Pada gambar di atas maka dapat disimpulkan bahwa :

  • Baca (10 %), Dengar (20%), lihat gambar (30%)

Pada tingkatan ini, penggambaran realitas secara langsung sebagai pengalaman yang kita temui pertama kalinya. Pembelajar masih sebagai partispan, sehingga tingkat pemahamannya pun masih sedikit.

  • Diskusi (50%) dan Presentasi (70%)

Pada tingkatan ini, pembelajar sudah diberikan suatu bentuk permasalahan, sehingga pembelajar aktif berfikir tentang permasalahan tersebut. Pembelajar masih sebagai partisipan, karena masalah yang diberikan masih berupa permasalahan yang konkrit.

  • Bermain peran, bersimulasi, melakukan hal nyata (90%)

Pada tingkatan ini, pembelajar sudah bertindak sebagai pengamat. Turun langsung dalam mengamati sebuah permasalahan. Sehingga tingkat pemahamannya pun lebih besar.

 

MEDIA GRAFIS

Mempunyai syarat sebagai berikut:

“VISUABLS”

  • Visible/ mudah dilihat
  • Interesting/menarik
  • Useful/bermanfaat
  • Accurate/benar/tepat sasaran
  • Legitimate/gambar masuk akal
  • Stracture/runtut/sistematis

Fungsi e-learning

  1. Substitution (menggantikan pembelajaran di kelas)
  2. Complement (pelengkap)
  3. Supplement (penganyaan)

E-learning

LearnFrame.Com dalam Glossary ofe-learning Terms (Farhad, 2001) menyatakan bahwa: e-learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan di dalam media Internet, jaringan komputer, tak ketinggalan komputer standalone.

E-learning pembelajaran yang menggunakanTIK untuk mentranformasikan proses pembelajaran antara pengajar dan peserta didik.

Tujuan ICT adalah meningkatkan efisiensi dalam pembelajaran

Peralatan TIK : computer, LAN, WAN, internet, intranet, satelit, dll.

Waktu pembelajaran : bersamaan, berbeda

Karakteristik E-learning

  • Berpusat pada peserta didik
  • Bahan pembelajaran up to date
  • Bercirikan multimedia
  • Belajar secara bebas
  • Dapat didesain untuk menyimpan

Manfaat E-learning

  • Membangun interaksi ketika peserta didik diskusi online
  • Mengakomodasi perbedaan peserta didik
  • Peserta didik mengulag materi
  • Kemudahan akses, kapan dan dimana pun
  • Peserta didik dapat secara bebas tanpa tekanan

Karakteristik modul yang baik E-learning

  • S (sefl instruction) – belajar secara sendiri
  • S (self contains) – isinya secara kompetensi
  • S (stand alone) – berdiri sendiri
  • A (Adaptive) – bisa di up date kapan saja
  • U (user friendly) – mudah dugunakan

Manfaat E-learning bagi lembaga

  • Prestise and akuntabilitas
  • Distance education

Pemilihan bahan E-learning

  1. Berbasis computer
  2. Memperhatikan kaidah pembelajaran
  3. Menarik dan berkesan

 

 

 

 

 

MEDIA AUDIO PEMBELAJARAN

       Kelompok ketiga penggolongan media yaitu Media Audio merupakan media yang hanya dapat diterima oleh indra pendengaran, biasanya berupa rekaman atau music (lagu). Media audio yaitu bersifat audible atau bisa didengar dengan frekuensi 20 sampai 20.000 Hz.

        Media audio dalam dunia pembelajaran diartikan sebagai bahan pembelajaran yang dapat disajikan dalam bentuk auditif yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar. Berdasarkan pengembangan pembelajaran, media audio dianggap sebagai bahan ajar yang ekonomis, menyenangkan, dan mudah disiapkan dan digunakan oleh guru dan siswa. Materi pelajaran dapat diurutkan penyajiannya, serta bersifat tetap, pasti, dan juga dapat digunakan untuk media instruksional belajar secara mandiri

Adapun yang termasuk Media Audio terbagi menjadi 4 kelompok, antara lain

  1. MEDIA RADIO

      Merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan aktual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa-peristiwa penting dan baru, masalah-masalah kehidupan dan sebagainya. media audio yang penyampaian pesannya melakukan gelombang elektromagnetik. Radio dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang cukup efektif. Media suara atau audio identik dengan media radio yang memang pendengarnya hanya bisa menikmati suara saja tanpa ada visualisasi ataupun teks

Kelebihan media radio antara lain :

  1. Biayanya relatif rendah (dalam artian hardware-nya serta dalam produksi siarannya).
  2. Dapat diterima oleh siapa saja.
  3. Dapat menjangkau daerah yang cukup luasj, juga daerah terpencil
  1. Dapat menyajikan laporan-laporan seketika,
  2. Dapat mengatasi batasan ruang dan waktu,
  3. Merupakan sarana yang cepat dalam menyebarluaskan informasi .
  4. Radio dapat diterima dan didengar di areal tanpa listrik atau tidak selalu membutuhkan daya listrik.
  5. Praktis (portable dapat di bawa kemana-mana) dan audience selectivity.
  6. Media pembelajaran yang sifatnya searah
  7. Dapat memutarnya kembali berulang-ulang di mana saja dan kapan saja, sampai akhirnya peserta didik dapat
  8. memperoleh kejelasan tentang materi yang sedang mereka pelajari
  9. Program dapat diedit sesuai yang dikehendaki,
  10. Dapat memberikan suasana alam nyata dengan berbagai teknik dan efek suara , cocok untuk mengajarkan music, sejarah , drama dan bahasa,
  11. Dapat menyiarkan kejadian khusus, actual dan peristiwa historis.

Kelemahannya yaitu:

  1. Sifatnya komunikasi satu arah
  2. Penyesuaian jadwal siaran dan jadwal sekolah umumnya sulit (Waktunya terbatas)
  3. Tidak mengemukakan gambar
  4. Pendengar sering kurang mendengarkan secara penuh karena diselingi melakukan pekerjaan lain.
  5. Sulit dikontrol, artinya pendengar tak dapat menghentikan siaran sebentar untuk berdiskusi atau minta untuk mengulas bagian yang kurang jelas.
  1. MEDIA PODCAST

       Podcast sebenarnya sudah ada sejak tahun 2005, tetapi memang baru sejak tahun 2007 mulai banyak digunakan dan momentumnya berkembang cepat sejak 2011 hingga sekarang. Podcast itu sebenarnya berasal dari kata iPod + Broadcasting. Oooh, begitu mendengar kata iPod, Anda pasti langsung ingat Apple

      Podcast merupakan media pembelajaran berbasis elektronik, artinya proses pembelajarnnya menggunakan alat elektronik seperti: MP3 player, iPod, handphone, komputer dan media pemutar musik lainnya. Media podcast merupakan salah satu media pembelajaran yang sebenarnya sudah banyak digunakan dalam pembelajaran bahasa di banyak negara. Penggunaan media podcast bagi siswa berfungsi untuk mengatasi sikap pasif pembelajar, merangsang motivasi belajar, serta memungkinkan siswa belajar mandiri sesuai bakat dan kemampuan visual dan auditorinya. Bagi guru, media podcast merupakan sebuah media alternatif yang dapat digunakan dalam proses pengajaran agar proses mengajar menjadi menyenangkan. Selain itu, media podcast dapat digunakan dimana saja dan kapan saja sesuai dengan kebutuhan.

       Beberapa pelajaran yang sangat mungkin menggunakan podcasting ini:
Agama : hafalan do’a-do’a,suratan, al quran, belajar ceramah
Bahasa : puisi, pidato, bercerita
Bahasa Asing : kosa kata, speaking, story telling
Ekonomi : marketing, belajar mempromosikan, dan lain-lain

      Podcast audio dapat dijadikan sebagai sumber belajar yang efektif dan efisien, podcast menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan distribusi program selain sosialisasi. Jika kita persingkat, ini beberapa alasan lain mengapa audio digunakan dalam edukasi:

  • Review dan revisi  – konten dapat digunakan sebagai referensi dan diputar ulang kapanpun
  • Pengganti saat tidak mengikuti pelajaran
  • Media pendukung bagi yang mengalami kesulitan dalam membaca atau kesulitan belajar lainnya
  • Bisa disebarkan pada pemirsa yang lebih luas (dapat dishare di internet)
  • Podcast yang sudah didengar, dapat otomatis terhapus
  • Tidak ada iklan yang muncul, seperti di youtube

       Dalam dunia akademis, penggunaan podcast sebagai media E-learning dapat memberikan beberapa keuntungan. Dari sudut pandang mahasiswa, podcast dapat membantu mereka melakukan review materi dalam rangka mempersiapkan diri untuk ujian dengan lebih baik. Keunggulan dari podcast secara umum dalam kegiatan belajar mengajar dipengaruhi beberapa faktor yang meliputi:

  • Reusability dan replaying bahan ajar.
  • Ketersediaan dan ketidaktergantungan terhadap satu teknologi, karena podcast dapat dijalankan dalam berbagai media seperti MP3 player, MP4 player, ponsel, dsb.
  • Pelajar tidak perlu bergantung pada kehadiran di kelas untuk belajar seperti yang biasa dilakukan dalam perkuliahan tradicional (Fietze, 2010).

Menurut Litchfield (2010) dan Lau (2010), terdapat 5 keunggulan dalam penggunaan podcast, antara lain:

  • Meaning. Podcast tidak hanya sekedar file audio / visual, tetapi memiliki informasi dan pengetahuan didalamnya yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar dari sana.
  • Penggunaan podcast dapat membantu mahasiswa dalam belajar.
  • Easy of use. Podcast mudah digunakan karena hanya cukup men-subscribe dan men-download materi ajar.
  • Locatability. Podcast dapat digunakan dimana saja sesuai keinginan mahasiswa.
  • Accessibility. Informasi mengenai materi ajar pada podcast mudah untuk diakses dan di-download.

      Penggunaan podcast pun membawa efek positif pada pembelajarn bahasa asing. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan oleh Ono (2010). Dalam penelitiannya, Ono menyebutkan bahwa podcast merupakan alat yang efektif dalam mempelajari Bahasa Inggris di Jepang, dibandingkan dengan Web Based Training WBT yang sudah lama digunakan dan cukup populer di Jepang. Beberapa dampak positif yang didapatkan dengan penggunaan podcst sebagai media E-learning antara lain: bertambahnya motivasi mahasiswa untuk mempelajari Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya lebih lanjut, dan meningkatnya kemampuan berbicara mahasiswa dalam Bahasa Inggris seperti pada diskusi, debat, dan perundingan.

Kelemahan penggunaan sebagai berikut :

  1. Kualitas gambar dan suara pada podcast yang tidak selalu baik
  2. Karena informasi dalam pembelajaran dapat selalu di-update maka mereka pun dituntut untuk selalu mendapatkan informasi ter-update
  3. Belum familiar dengan podcast
  4. Pada anak inklusi tidak dapat menikmatinya, contoh tuna rungu
  5. Dapat membantu dalam kegiatan belajar mengajar, namun keberadaan podcast tidak serta merta dapat menggantikan keberadaan dosen, sehingga akan lebih baik apabila podcast hanya digunakan sebagai penjaga kontak antar mahasiswa dengan dosen, karena komunikasi hanya berjalan satu arah.
  6. Lamanya durasi audio ataupun video pada podcast juga berpengaruh dalam penggunaan podcast. Dari penelitian yang dilakukan oleh Folley (2010) disimpulkan bahwa rata-rata lama podcast yang dibuat sebaiknya antara 10-20 menit untuk menghindari kebosanan dan ketidakfokusan mahasiswa ketika belajar dengan menggunakan podcast.
  7. Membutuhkan latihan sebelum rekaman
  1. TAPE

         Alat perekam pita magnetik (magnetic tape recording) atau lazimnya orang menyebutnya tape recorder adalah salah satu media penddikan yang tak dapat diabaikan untuk menyampaikan informasi, karena mudah menggunakannya.

Kelebihan menggunakan media tape recorder :

  1. Mempunyai fungsi ganda, untuk merekan, menampilkan rekaman dan menghapusnya.
  2. Pita perekam dapat diputar berulang-ulang tanpa mempengaruhi volume.
  3. Rekaman dapat dihapus secara otomatis dan pitanya bisa dipakai lagi.
  4. Pita rekaman dapat dipakai sesuai dengan jadwal yang ada.
  5. Program kaset dapay menyajikan kegiatan-kegiatan/hal-hal diluar sekolah.
  6. Program kaset bisa menimbulkan beberapa kegiatan; diskusi, dramatisasi.
  7. Program kaset memberiklan efesiensi dalam pengajaran bahsa.

Kekurangan menggunakan media tape recorder :

  1. Daya jangkauan terbatas
  2. Dari segi biaya, bila untuk sasaran yang banyak jauh lebih mahal
  1. PEREKAM MAGNETIK

         Alat perekam pita magnetik atau kaset tape recorder adalah media yang menyajikan pesannya melalui proses perekaman kaset audio. Tidak seperti radio yang menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai alat pemancarannya

Kelebihan Media Alat Perekam Pita Magnetik

  1. Pita rekaman dapat diputar berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan siswa.
  2. Rekaman dapat dihapus dan digunakan kembali.
  3. Mengembangkan daya imajinasi siswa.
  4. Sangat efektif untuk pembelajaran bahasa.
  5. Penggandaan programnya sangat mudah.

Kelemahan Media Alat Perekam Pita Magnetik

  1. Daya jangkauannya terbatas.
  2. Biaya penggandaan alatnya relatif lebih mahal dibanding radio.
Aside

SARANA DAN MEDIA PEMBELAJARAN

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
May the peace, mercy, and blessings of Allah be with you

Hello viewers….

Saya akan membagikan catatan kecil mengenai

“SARANA DAN MEDIA PEMBELAJARAN”

Sarana pembelajaran adalah semua keperluan yang diperlukan dalam proses belajar-mengajar, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien. Contoh sarana seperti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan, misalnya: ruang, buku, perpustakaan, laboratorium dan sebagainya.

Prasana secara etimologis (arti kata) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan. Dalam pendidikan misalnya: lokasi/tempat, bangunan sekolah, lapangan olah raga, uang dan sebagainya.

        Media dalam proses pembalajaran merupakan komponen penting untuk menunjang berlajannya proses belajar mengajar. Perkembangan media pembelajaran semakin maju, berkat menjamurnya teknologi yang berkembang saat ini. Proses belajar mengajar memerlukan media dan sarana pembelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran, sebagai calon pendidik sebaiknya dapat memilih media pembelajaran yang tepat agar proses belajar mengajar lebih efektif, efisien, dan menarik.

          Media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harafiah berarti tengah, perantara atau pengatar. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima. Pengertian media pembelajaran sangat bervariasi, berikut ini definisi para ahli mengenai media pembelajaran :

  1. Menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah “sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran “ seperti : buku, film, video dan sebagainya.
  2. Menurut National Education Associaton(19) media pembelajaran adalah “sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras”.
  3. Menurut Heinich, Molenida, dan Russel (1993) berpendapat bahwa “teknologi atau media pembelajaran sebagai penerapan ilmiah tentang proses belajar pada manusia dalam tugas praktis belajar mengajar.
  4. Menurut Ali (1992) berpendapat bahwa “Media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapar memberikan rangsangan untuk belajar”.
  5. Menurut Gagne (1990) berpendapat bahwa “Kondisi yang berbasis media meliputi jenis penyajian yang disampaikan kepada para pembelajar dengan penjadwalan, pengurutan dan pengorganisasian

      Dapat disimpulkan secara umum perngertian dari media pembelajaran adalah alat bantu dalam proses belajar mengajar agar tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal.

          Penggolongan media pembelajaran menurut para ahli sebagai berikut :

a. Rudy Bretz (1971) menggolongkan media berdasarkan tiga unsur pokok (suara, visual dan gerak):

  1. Media audio
  2. Media cetak
  3. Media visual diam
  4. Media visual gerak
  5. Media audio semi gerak
  6. Media visual semi gerak
  7. Media audio visual diam
  8. Media audio visual gerak

b. Anderson (1976) menggolongkan menjadi 10 media:

  1. Audio            : Kaset audio, siaran radio, CD, telepon
  2. Cetak            : buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar
  3. audio-cetak : kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis
  4. proyeksi visual diam : Overhead transparansi (OHT), film bingkai (slide)
  5. proyeksi audio visual diam : film bingkai slide bersuara
  6. visual gerak           : film bisu,
  7. audio visual gerak : film gerak bersuara, Video/VCD, Televisi
  8. obyek fisik             : Benda nyata, model, specimen
  9. manusia dan lingkungan : guru, pustakawan, laboran
  10. computer                           : CAI, CBI

c. Henrich, Molenda dan Russel menggolongkan media pemeblajaran sebagai berikut:

  1. media yang tidak diproyeksikan
  2. media yang diproyeksikan
  3. media audio
  4. media video
  5. media berbasis computer
  6. media jarak jauh
  7. hipermedia.

Allen mengemukakan tentang hubungan antara media dengan tujuan pembelajaran, sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini :

Keterangan :

R = Rendah S = Sedang T= Tinggi

1 = Belajar Informasi faktual

2 = Belajar pengenalan visual

3 = Belajar prinsip, konsep dan aturan

4 = Prosedur belajar

5= Penyampaian keterampilan persepsi motorik

6 = Mengembangkan sikap, opini dan motivasi

         Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Contoh : bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan. Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas), maka media film dan video bisa digunakan. Di samping itu, terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer), seperti: biaya, ketepatgunaan; keadaan peserta didik; ketersediaan; dan mutu teknis.

  1. MEDIA GRAFIS, BAHAN CETAK, DAN GAMBAR

Media grafis adalah media visual yang menyajikan fakta, ide atau gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat, angka-angka, dan simbol/gambar. Grafis biasanya digunakan untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, dan mengilustrasikan fakta-fakta sehingga menarik dan diingat orang.

Contoh :

  1. Media Flanel yaitu papan yang berlapis kain flannel untuk penyajikan gamber atau kata-kata yang mudah ditempel dan mudah pula dilepas.
  2. Sketsa, yaitu gambar yang sederhana atau draf kasar yang melukiskan bagian-bagian pokok darisuatu bentuk gambar
  3. Poster, yaitu sajian kombinasi visual yang jelas, menyolok dan menarik perhatian.
  4. Diagram, yaitu suatu gambaran-gambaran sederhana untuk memperlihatkan hubungan timbal balik, terutama dengan garis-garis diagram yang baik adalah sangat sederhana yakni hanya bagian-bagian terpenting saja yang diperlihatkan.
  5. Grafik, yaitu suatu grafis yang menggunakan titik-titik atau garis untuk menyampaikan informasi statistic yang saling berhubungan (R.Warsito, 2001 : 48). Dengan berasumsi pada pengertian grafik tersebut, dalam proses belajar mengajar, grafik mempunyai fungsi untuk memperlihatkan perbandingan informasi kualitas-kualitas maupun kuantitas dengan cepat dan sederhana, terutama pada penyajian secara statistik.
  6. Bagan, yaitu media yang berisi tentang gambar-gambar keterangan-keterangan, daftar-daftar dan sebagainya. Bagan digunakan untuk memperagakan pokok-pokok isi bagan secara jelas dan sederhana antara lain: perkembangan, perbandingan, struktur, organisasi.
  7. Media grafis paling umum digunakan dalam proses belajar mengajar, karena merupakan bahasa yang umum dan dapat mudah dimengerti oleh peserta didik. Kemudahan mencerna media grafis karena sifatnya visual konkrit menampilkan objek sesuai dengan bentuk dan wujud aslinya sehingga tidak verbalistik.
  8. Foto, yaitu media reproduksi bentuk asli dalam dua dimensi. Ini merupakan alat visual yang efektif karena dapat divisualisasikan suatu yang akan dijelaskan dengan lebih konkrit dan realitas
  9. Media bagan cetak adalah media visual yang pembuatannnya melalui proses percetakan/printing/offset. Media bahan cetak ini menyajikan pesannya melalui huruf dan gambar-gambar diilustrasikan untuk lbih memperjelas pesan atau informasi yang disajikan.

Contoh : petunjuk praktikum, buku cetak, LKS, dan lian-lain

modul, yaitu suatu paket program yang disusun dalam bentuk satuan tertentu dan didesain sedemikian rupa guna kepentingan belajar siswa

Kelemahan Media Grafis

  1. Membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya, terutama untuk grafis yang lebih kompleks.
  2. Membutuhkan waktu lama untuk membuatnya.
  3. Penyajian pesan hanya berupa unsur visual.

Kelebihan Media Grafis

  1. Dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan yang disajikan.
  2. Dapat dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih menarik perhatian siswa.
  3. Pembuatannya mudah dan harganya murah.

2. PROYEKSI DIAM

     Media proyeksi diam adalah media visual yang diproyeksikan atau media yang memproyeksikan pesan, dimana hasil proyeksinya tidak bergerak atau memiliki sedikit gerakan.

Contoh :

  • Transparansi OHP
  • Film Bingkai/slide

MEDIA PEMBELAJARAN

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hello calon pendidik generasi penerus bangsa…

Kali ini saya membagikan mengenai media pembelajaran konvensional dan media pembelajaran modern yang pernah saya buat bersama teman-teman saya di semester III

SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA MEMBERIKAN MANFAAT BAGI KITA


        

         Wahai sang calon pendidik, kau yang akan menentukan bagaimana generasi penerus bangsa ini menjadi lebih baik atau mungkin akan memburuk. Maka tanamkanlah dalam hati Anda wahai calon pendidik “lakukan apa yang kau bisa lakukan, keluarkan apa yang kau punya untuk peserta didikmu agar apa yang telah kau berikan seluruhnya itu menjadi ladang amalmu di akherat kelak “. Untuk itu, kita sebagai calon pendidik sewajarnya dituntut lebih kreatif, terampil, cerdas, dan kritis.

        Hal ini dikarenakan agar materi yang kita sampai dapat mudah diterima peserta didik, tidak hanya sekedar diterima, namun dapat memberikan kesan terhadap peserta didik sehingga materi tersebut dapat selalu membekas dan tidak mudah hilang dari ingatan.

      Salah satu cara pendidik dalam memperlihatkan kreatifitas dan keterampilannya adalah bagaimana cara mengajarnya. Pendidik yang kreatif dan terampil akan menggunakan berbagai model atau metode atau media pembelajaran dalam proses belajar mengajar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.

        Dalam media pembelajaran, pendidik yang kreatif dan terampil akan mengembangkan suatu media atau alat yang memudahkan pendidik dalam menyampaikan materi yang akan diajarkan. Maka dari itu kita sebagai calon pendidik yang kreatif dan terampil mulai dari sekarang kita belajar membuat media pembelajaran.

Apa media pembelajaran ?

Briggs (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi atau materi pembelajaran, seperti buku, film, video dan lain-lain.

Schramm (1997) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah  teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.

Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar.

Apakah tujuan media pembelajaran ?

Secara umum tujuan media pembelajaran sebagai berikut :

  • Memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga merangsang minat siswa untuk belajar.
  • Menumbuhkan sikap dan keterampilan tertentu dalam bidang teknologi
  • Menciptakan situasi belajar yang tidak mudah dilupakan oleh siswa
  • Untuk mewujudkan situasi belajar yang efektif
  • Untuk memberikan motivasi belajar kepada siswa (Situmorang, 2009)

Media pembelajaran dibagi menjadi 2 yaitu metode pembelajaran konvesional dan pembelajaran modern.

Apakah media pembelajaran konvesional ?

Media pembelajaran konvesional adalah suatu pembelajaran yang diselanggarakan dengan memanfaatkan media non eletronik atau memanfaatkan bahan sederhana untuk membuat media pembelajaran agar materi dapat tersampaikan dengan mudah kepada peserta didik.

Apakah media pembelajaran modern ?

Media pembelajaran modern adalah suatu pembelajaran yang diselenggarakan dengan memanfaatkan media eletronik, seperti computer, LCD, OHP, internet, dan lain-lain.

Apakah perbedaan media pembelajaran konvesional dan media pembelajaran modern?

Media pembelajaran konvensional Media pembelajaran modern
1.      Harus Face to face antara guru dan peserta didik 1.      Dapat menggunakan computer (internet) dengan pembelajaran e-learning (tidak harus face to face)
2.      Memerlukan waktu lama 2.      Lebih praktis, efisien
3.      Media sederhana dengan memanfaatkan bahan yang ada disekitar (non eletronik) 3.      Media elektronik (internet)
4.      Pembelajaran terasa membosankan (berpusat pada guru) 5.      Pembelajaran lebih menarik

 1. MEDIA PEMBELAJARAN KONVENSIONAL

Berikut ini salah satu media pembelajaran yaitu alat peraga bilangan kuantum contoh gambar 1.1

        Alat dan bahan yang diperlukan antara lain: kain flannel berwarna-warni, sterofoam, bola kecil, kertas berwarna, spidol, lem, jarum, dan lain-lain.

          Cara membuat : masing- masing potong kain flannel setengah lingkaran. Kemudian susun seperti pada gambar. Memotong kertas dan menuliskan seperti pada gambar 1.1 untuk membuat orbital tempat electron. Kemudian menempelkan potongan kertas ke kain flannel seperti pada gambar 1.1. Selanjutnya menempelkan ke sterofoamnya dan potong bola setengah lingkaran dan tempelkan.

Langkah-langkah menggunakan Alat Peraga Bilangan Kuantum ini adalah sebagai berikut

  1. Menyiapkan alat peraga bilangan kuantum
  2. Guru membentuk kelompok dan setiap kelompok diberikan satu alat peraga bilangan kuantum dan satu lembar soal untuk memainkan alat peraga bilangan kuntum
  3. Setiap kelompok diberikan lembaran-lembaran (potongan-potongan) bilangan kuantum utama, azimuth dan magnetic (n, l, m), orbital untuk pengisian electron, serta jarum yang berfungsi sebagai electron dan satu lembar soal untuk memainkan alat peraga bilangan kuantum
  4. Dalam alat peraga bilangan kuantum sudah diberikan keterangan kulit K, L dan M. Siswa diminta mengerjakan soal dengan menempelkan lembaran-lembaran (potongan–potongan) yang sesuai untuk diletakkan pada setiap kulit.
  5. Siswa diminta mengisi orbital dengan jarum (atau electron)
  6. Kelompok yang selesai paling cepat, salah satu anggotanya akan mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas dan akan dinilai oleh Guru
  7. Kelompok yang menjadi pemenang akan diberikan reward oleh guru.

        Dalam media pembelajaran konvensional ini menggunakan metode pembelajaran yang digunakan adalah diskusi dan games, yaitu siswa mendiskusikan soal bersama teman satu kelompoknya, lalu jawaban ditungakan dalam alat peraga tersebut.

            Menurut Ahmadi (1997:  52) metode  pembelajaran  adalah  suatu  pengetahuan  tentang  cara-cara mengajar  yang  dipergunakan  oleh  guru  atau  instruktur.  Pengertian  lain mengatakan  bahwa  metode  pembelajaran  merupakan  teknik  penyajian  yang dikuasai  oleh  guru  untuk  mengajar  atau  menyajikan  bahan  pelajaran  kepada siswa  di  dalam  kelas,  baik  secara  individual  ataupun  secara  kelompok  agar pelajaran  itu  dapat  diserap,  dipahami  dan  dimanfaatkan  oleh  siswa  dengan baik.

        Menurut Nana Sudjana (dalam buku Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, 1989:78 – 86), terdapat bermacam-macam metode dalam pembelajaran, yaitu Metode ceramah, Metode Tanya Jawab, Metode Diskusi, Metode Resitasi, Metode Kerja Kelompok, Metode Demonstrasi dan Eksperimen, Metode sosiodrama (role-playing), Metode problem solving, Metode sistem regu (team teaching), Metode latihan (drill), Metode karyawisata (Field-trip), Metode survai masyarakat, dan Metode simulasi.

2. MEDIA PEMBELAJARAN MODERN

Berikut ini media pemeblajaran modern dibuat dengan menggunakan aplikasi videoscribe, dapat dilihat pada link dibawah ini :

      Demikian ulasan mengenai contoh media pembelajaran yang saya buat dengan teman satu kelompok saya, semoga kita sebagai calon pendidik dapat mengembangkannya lebih kreatif lagi. Sehingga peserta didik kita dapat mengerti dan mudah memahami materi yang kita sampaikan.

TERIMA KASIH para pembaca ….

Semoga yang telah membaca mendapatkan manfaat dan menjadi calon pendidik-pendidik yang kreatif, terampil, cerdas, dan kritis.