MEDIA PEMBELAJARAN

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hello calon pendidik generasi penerus bangsa…

Kali ini saya membagikan mengenai media pembelajaran konvensional dan media pembelajaran modern yang pernah saya buat bersama teman-teman saya di semester III

SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA MEMBERIKAN MANFAAT BAGI KITA


        

         Wahai sang calon pendidik, kau yang akan menentukan bagaimana generasi penerus bangsa ini menjadi lebih baik atau mungkin akan memburuk. Maka tanamkanlah dalam hati Anda wahai calon pendidik “lakukan apa yang kau bisa lakukan, keluarkan apa yang kau punya untuk peserta didikmu agar apa yang telah kau berikan seluruhnya itu menjadi ladang amalmu di akherat kelak “. Untuk itu, kita sebagai calon pendidik sewajarnya dituntut lebih kreatif, terampil, cerdas, dan kritis.

        Hal ini dikarenakan agar materi yang kita sampai dapat mudah diterima peserta didik, tidak hanya sekedar diterima, namun dapat memberikan kesan terhadap peserta didik sehingga materi tersebut dapat selalu membekas dan tidak mudah hilang dari ingatan.

      Salah satu cara pendidik dalam memperlihatkan kreatifitas dan keterampilannya adalah bagaimana cara mengajarnya. Pendidik yang kreatif dan terampil akan menggunakan berbagai model atau metode atau media pembelajaran dalam proses belajar mengajar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.

        Dalam media pembelajaran, pendidik yang kreatif dan terampil akan mengembangkan suatu media atau alat yang memudahkan pendidik dalam menyampaikan materi yang akan diajarkan. Maka dari itu kita sebagai calon pendidik yang kreatif dan terampil mulai dari sekarang kita belajar membuat media pembelajaran.

Apa media pembelajaran ?

Briggs (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi atau materi pembelajaran, seperti buku, film, video dan lain-lain.

Schramm (1997) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah  teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.

Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar.

Apakah tujuan media pembelajaran ?

Secara umum tujuan media pembelajaran sebagai berikut :

  • Memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga merangsang minat siswa untuk belajar.
  • Menumbuhkan sikap dan keterampilan tertentu dalam bidang teknologi
  • Menciptakan situasi belajar yang tidak mudah dilupakan oleh siswa
  • Untuk mewujudkan situasi belajar yang efektif
  • Untuk memberikan motivasi belajar kepada siswa (Situmorang, 2009)

Media pembelajaran dibagi menjadi 2 yaitu metode pembelajaran konvesional dan pembelajaran modern.

Apakah media pembelajaran konvesional ?

Media pembelajaran konvesional adalah suatu pembelajaran yang diselanggarakan dengan memanfaatkan media non eletronik atau memanfaatkan bahan sederhana untuk membuat media pembelajaran agar materi dapat tersampaikan dengan mudah kepada peserta didik.

Apakah media pembelajaran modern ?

Media pembelajaran modern adalah suatu pembelajaran yang diselenggarakan dengan memanfaatkan media eletronik, seperti computer, LCD, OHP, internet, dan lain-lain.

Apakah perbedaan media pembelajaran konvesional dan media pembelajaran modern?

Media pembelajaran konvensional Media pembelajaran modern
1.      Harus Face to face antara guru dan peserta didik 1.      Dapat menggunakan computer (internet) dengan pembelajaran e-learning (tidak harus face to face)
2.      Memerlukan waktu lama 2.      Lebih praktis, efisien
3.      Media sederhana dengan memanfaatkan bahan yang ada disekitar (non eletronik) 3.      Media elektronik (internet)
4.      Pembelajaran terasa membosankan (berpusat pada guru) 5.      Pembelajaran lebih menarik

 1. MEDIA PEMBELAJARAN KONVENSIONAL

Berikut ini salah satu media pembelajaran yaitu alat peraga bilangan kuantum contoh gambar 1.1

        Alat dan bahan yang diperlukan antara lain: kain flannel berwarna-warni, sterofoam, bola kecil, kertas berwarna, spidol, lem, jarum, dan lain-lain.

          Cara membuat : masing- masing potong kain flannel setengah lingkaran. Kemudian susun seperti pada gambar. Memotong kertas dan menuliskan seperti pada gambar 1.1 untuk membuat orbital tempat electron. Kemudian menempelkan potongan kertas ke kain flannel seperti pada gambar 1.1. Selanjutnya menempelkan ke sterofoamnya dan potong bola setengah lingkaran dan tempelkan.

Langkah-langkah menggunakan Alat Peraga Bilangan Kuantum ini adalah sebagai berikut

  1. Menyiapkan alat peraga bilangan kuantum
  2. Guru membentuk kelompok dan setiap kelompok diberikan satu alat peraga bilangan kuantum dan satu lembar soal untuk memainkan alat peraga bilangan kuntum
  3. Setiap kelompok diberikan lembaran-lembaran (potongan-potongan) bilangan kuantum utama, azimuth dan magnetic (n, l, m), orbital untuk pengisian electron, serta jarum yang berfungsi sebagai electron dan satu lembar soal untuk memainkan alat peraga bilangan kuantum
  4. Dalam alat peraga bilangan kuantum sudah diberikan keterangan kulit K, L dan M. Siswa diminta mengerjakan soal dengan menempelkan lembaran-lembaran (potongan–potongan) yang sesuai untuk diletakkan pada setiap kulit.
  5. Siswa diminta mengisi orbital dengan jarum (atau electron)
  6. Kelompok yang selesai paling cepat, salah satu anggotanya akan mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas dan akan dinilai oleh Guru
  7. Kelompok yang menjadi pemenang akan diberikan reward oleh guru.

        Dalam media pembelajaran konvensional ini menggunakan metode pembelajaran yang digunakan adalah diskusi dan games, yaitu siswa mendiskusikan soal bersama teman satu kelompoknya, lalu jawaban ditungakan dalam alat peraga tersebut.

            Menurut Ahmadi (1997:  52) metode  pembelajaran  adalah  suatu  pengetahuan  tentang  cara-cara mengajar  yang  dipergunakan  oleh  guru  atau  instruktur.  Pengertian  lain mengatakan  bahwa  metode  pembelajaran  merupakan  teknik  penyajian  yang dikuasai  oleh  guru  untuk  mengajar  atau  menyajikan  bahan  pelajaran  kepada siswa  di  dalam  kelas,  baik  secara  individual  ataupun  secara  kelompok  agar pelajaran  itu  dapat  diserap,  dipahami  dan  dimanfaatkan  oleh  siswa  dengan baik.

        Menurut Nana Sudjana (dalam buku Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, 1989:78 – 86), terdapat bermacam-macam metode dalam pembelajaran, yaitu Metode ceramah, Metode Tanya Jawab, Metode Diskusi, Metode Resitasi, Metode Kerja Kelompok, Metode Demonstrasi dan Eksperimen, Metode sosiodrama (role-playing), Metode problem solving, Metode sistem regu (team teaching), Metode latihan (drill), Metode karyawisata (Field-trip), Metode survai masyarakat, dan Metode simulasi.

2. MEDIA PEMBELAJARAN MODERN

Berikut ini media pemeblajaran modern dibuat dengan menggunakan aplikasi videoscribe, dapat dilihat pada link dibawah ini :

      Demikian ulasan mengenai contoh media pembelajaran yang saya buat dengan teman satu kelompok saya, semoga kita sebagai calon pendidik dapat mengembangkannya lebih kreatif lagi. Sehingga peserta didik kita dapat mengerti dan mudah memahami materi yang kita sampaikan.

TERIMA KASIH para pembaca ….

Semoga yang telah membaca mendapatkan manfaat dan menjadi calon pendidik-pendidik yang kreatif, terampil, cerdas, dan kritis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *