Budidaya Kangkung
Pasca panen kangkung dengan memotong akar dan membersihkannya dari tanah

Budidaya Kangkung

Kangkung merupakan tanaman semusim yang tumbuh dalam 1 bulan saja. Tanaman kangkung yang dibudidayakan sebaiknya ditanam pada polybag. Hal ini dapat mengurangi persaingan hara antar tanaman yang lain dan gulma. Langkah-langkah budidaya kangkung antara lain

1. Pengolahan tanah/ lahan : Lahan yang berada di sekitar pertanaman kangkung harus bersih dari segala gulma agar tidak mengganggu pertumbuhan kangkung nantinya.

2. Penyiapan Media tanam : Media yang dibutuhkan dalam budidaya kangkung adalah tanah, sekam padi, dan pupuk kandang. ketiga bahan  tersebut dicampur rata dengan perbandingan 1:1:1. Setelah tercampur dengan rata, media siap dimasukkan ke dalam polybag. Polybag yang digunakan adalah dengan diameter 30 cm.

3. Penanaman : Penanaman dilakukan dengan membuat lubang tanam sebanyak 20 buah kemudian setiap lubang diberi 4 benih kangkung. kemudian ditutup dengan menggunakan tanah.

4. Pemeliharaan : Pemeliharaan ini mencakup penyulaman terhadap biji yang tidak tumbuh dengan baik, penyiangan terhadap gulma, dan pemupukan (setiap mingggu 1 sendok teh pupuk NPK mutiara).

5. Pemanenan : Pemanenan dilakukan setelah 35 hari setelah tanam.

6. Pasca Panen : Kangkung segera dicabut dari dalam polybag kemudian disortir lalu dipotong akarnya dan siap dipasarkan.

Satu ikat kangkung biasanya dipasarkan dengan harga Rp. 2000. Polybag yang merupakan bekas pertanaman kangkung dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman lain seperti cabai, terong, dan tomat. Hal ini disebabkan karena polybag dapat tahan selama 4-5 tahun.

Kangkung seminggu setelah tanam

Kangkung 35 hari setelah tanam dan siap untuk dipanen

Pasca panen kangkung dengan memotong akar dan membersihkannya dari tanah

 

Sukulen

Sukulen

Sukulen?

Pernah Mendengar kah ?

Sukulen merupakan tanaman yang dapat menyimpan air di dalam daunnya. Tanaman ini sering kita jumpai pada daerah dengan kondisi suhu rata-rata dan evaporasi yang tinggi. Contoh dari sukulen salah satunya adalah Cactus.

Cactus (Fam. Cactaceae)

Tanaman ini dikenal dapat bertahan hidup cukup lama pada kondisi kering. Namun perlu kalian ketahui bahwa kaktus ini ternyata hanya seperempat dari total spesies yang hidup digurun, sedangkan yang lainnya hidup di daerah tropis maupun subtropis. Jenisnya yang beragam dan unik membuat banyak orang berinisiatif untuk membudidayakan tanaman ini. Tanaman kaktus mampu memfilter udara dalam ruangan sehingga udara ruangan tampak bersih dan segar.

Berminat untuk membudidayakannya juga ? 🙂

Semoga bermanfaat

Watercolour (2)

Watercolour (2)

Hai readers

Welcome back to this blog

Post kali ini aku akan menyuguhkan berbagai gambar alat-alat apa saja yang aku gunakan untuk melukis dengan menggunakan watercolour

1.Watercolour

Simbalion Watercolour Cake 8 warna yang sudah dilengkapi dengan kuas dan palet untuk melukis

2.Kuas

Kuas nomor 2 merek Reeves Nylon Hair

3.Kertas

Kertas merek Artemedia dengan berat 200gram ukuran A6

Selamat Mencoba guys

Have a nice day

Watercolour (1)

Watercolour (1)

Hello readers

Welcome back to this blog

Apakah water colour itu ? Alat apa saja yang digunakan untuk melukis ?

Watercolour atau cat air merupakan media yang sering digunakan para pelukis dalam menuangkan ide-ide kreatifnya. Melukis menggunakan watercolour ternyata susah-susah gampang hlo teman. Perlu latihan yang rutin agar lukisan yang kalian buat menjadi indah.

Peralatan yang digunakan dalam pembuatan lukisan menggunakan watercolour antara lain : watercolour/ cat air, kuas, air, tissue, palet, kertas, dan tentunya ide tentang gambar yang akan dibuat.

  1. Watercolour/ cat air (tentunya dong) : watercolour ada berbagai merek yang dapat kalian gunakan antara lain Koi watercolour, Simbalion watercolour, Giotto Acquerelli, dan lain sebagainya. Ada saran khusus yang aku berikan pada kalian semua bahwa dalam pemilihan cat air bagi pemula lebih baik yang terdapat banyak variasi warna agar tidak membingungkan dalam pemilihan warna (Newbie oh newbie 🙂 )
  2. Kuas : kuas memiliki banyak variasi nomor tetapi warna yang sering dipakai untuk pemula adalah 2, 4, 6, 10, dan 12.
  3. Air : dapat dimasukkan dalam gelas ataupun wadah dimana air akan digunakan untuk mencuci kuas saat akan mengganti warna cat.
  4. Tissue : digunakan agar lukisan lebih rapi dan mengeringkan kuas agar tidak terlalu basah.
  5. Palet : palet yang digunakan sesuai selera pemula saja.
  6. Kertas : kertas yang digunakan dapat berukuran berat 200 gram atau 300 gram. jika kalian menginginkan agar cat tidak terlalu cepat kering sebaiknya menggunakan ukuran 300gram. ukuran kertas dapat A3, A4, A5, bahkan A6.
  7. Ide : kalau ini aku yakin kalian pasti sudah merencanakan dari jauh-jauh hari sebelum memulai untuk melukis

 

Gita Savitri Devi

Gita Savitri Devi

Namanya Gita savitri devi. Asal dari Palembang, Indonesia. Dia sekarang sedang menempuh studi di Berlin, Jerman. Menjadi seorang penulis (rentang kisah pada tahun 2017), Youtuber, serta influencer. Setelah menonton beberapa videonya di Youtube, ternyata kehidupannya 180o dari yang kukira. If you know, dia kuliah di Jerman sejak umur 18 tahun (masih muda banget yak) dan menempuh jurusan kimia.

Dari konten Pagi-Pagi (Singkatan dari Paul (suaminya)dan Gita) ujarnya satu dua tahun kuliah sudah berjalan, kiriman uang dari orang tuanya juga semakin tak terprediksi dan dia memutuskan untuk bekerja. Dari menjadi karyawan di pabrik kertas sampai toko minuman di Jerman (kalau disini seperti Chatime). Gak nyangka banget kak gita bisa semandiri itu J. Berbicara tentang konten Youtubenya, aku merekomendasikan kepada para pembaca untuk menontonnya.

Baru-baru ini dia menjadi salah satu peserta Creator of change dari Youtube dimana program ini hanya mengambil 38 orang dari seluruh dunia. Kak gita merupakan satu diantara 3 Youtuber asal Indonesia (asli ini keren banget). Berbagai tulisannya dapat kalian baca lewat blognya karena akupun baru membaca sebagian dari postingannya.

Blog kak Gita gitasavitri.blogspot.com/

I hope can meet with her in another day 🙂

Dasar-Dasar Hand Lettering

Dasar-Dasar Hand Lettering

Hand lettering merupakan seni menggambar huruf. Jadi dalam penulisan suatu huruf, huruf tersebut akan diberi kesan agar lebih terkesan ciamik. setelah melihat gambar diatas mungkin ada sebagian orang yang menganggap mudah untuk mempraktekkannya. Namun, setelah aku mencobanya sendiri ternyata itu tidak semudah yang kita bayangkan (maklum lah ya, namanya juga newbie)  . Ternyata dalam penulisan hand lettering ada beberapa alat dan teknik yang harus diketahui oleh para pemula.

Alat : 

  1. Kertas ( bisa menggunakan kertas hvs ataupun water colour paper. Untuk water colour paper, kertas ini ada teksturnya jadi biasanya digunakan untuk lettering yang ada teknik blendingnya)
  2. Brush pen (banyak mereknya misalnya saja tombow atau koi)
  3. Pensil (biasanya HB atau 2B yang goresannya tipis)
  4. Penghapus
  5. Penggaris

Teknik :

Teknik yang harus diketahui adalah basic line dan basic stroke.

Basic Stroke ada 2 macam yaitu

  1. Down Stroke (goresan dari atas  ke bawah), pembuatannya dengan tekanan yang lebih kuat
  2. Up stroke (goresan dari bawah ke atas), pembuatannya dengan tidak ada tekanan

Basic line ada beberapa cara yaitu

  1. Bentuk zig zag menyamping (saat ditarik ke atas menggunakan tekanan yang kuat dan saat ditarik ke bawah tidak menggunakan tekanan jadi kana dihasilkan garis yang tebal dan tipis)
  2. Bentuk gelombang (prinsip sama dengan zig zag)

Setelah mengenal teknik tersebut maka dapat diaplikasikan dengan menulis huruf abjad. untuk memudahkan latihan hand lettering ini maka aku merekomendasikan kepada para pembaca untuk mendownload letering workshop practice bida didownload lewat link https://www.tombowusa.com/lettering-practice-worksheets.html atau https://theromansa.net/id/hand-lettering