Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 30 Maret 2022 bertempat di Pendopo rumah Kepala Dusun Tempursari, desa Tempuran, Paron, Ngawi pada hari Rabu, 30 Maret 2022, dengan dihadiri oleh 47 orang meliputi 5 dosen,  2 mahasiswa S1 Kimia, 2 mahasiswa S2 Kimia, Kepala Dusun Tempursari, Ketua RT 01 Desa Tempuran, dan 36 warga yang terdiri dari anggota PKK, remaja putri dan warga sekitar.

Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh ketua kegiatan Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si, sambutan dari Kepala Dusun Bp. Sugiyanto, dan dilanjutkan oleh pengarahan dan praktik pelatihan pembuatan sabun cair yang dipandu oleh para mahasiswa S2 Kimia dan S1 Kimia, kemudian ditutup oleh ketua grup riset Prof. Dr. Eddy Heraldy, M.Si. Foto-foto kegiatan sebagai berikut:

Anggota RG Solid State Chemistry & Catalysis dan mahasiswa. Dari kanan ke kiri yaitu Prof Dr Eddy Heraldy, M.Si (Ketua RG), Dr IF Nurcahyo, M.Si, Zaki (mahasiswa S1 Kimia), Kinkind, S.Si (mhs S2 Kimia), Prof. Dr Fitria Rahmawati, M.Si (ketua kegiatan), Dr Khoirina D.N., M.Si., Siti (mhs S1 Kimia), Dr Yuniawan Hidayat, M.Si., dan Mazlan, S.Si (mhs S2 Kimia)
suasana pelatihan pembuatan sabun cair serba guna di pendopo rumah kepala dusun Tempuran, Paron, Ngawi

Produk sabun cair merupakan cairan berwarna kehijauan yang diberi merek “11 clean”, seperti tampak pada Gambar berikut:

Sabun Cair Serbaguna 11 Clean hasil pelatihan

Pada kegiatan ini telah diaplikasikan sains dan teknologi pembuatan emulsi cair- cair  dengan menggunakan  zat  aktif  permukaan  (surface  active  agent,  surfactant)  yang merupakan bagian dari saintek MK Kimia Permukaan dan Koloid yang diampu oleh ketua pengabdi dan anggota grup riset solid state chemistry & catalysis. Pada pembuatan sabun cair ini digunakan surfaktan atau emulsifier yang environmental friendly yaitu Sodium Lauril Ether Sulfat, SLES, atau nama komersial TEXAPON. SLES merupakan surfaktan dengan rantai karbon lurus sehingga akan mudah terurai di lingkungan, baik oleh sinar matahari maupun mikroba.

Kegiatan berjalan dengan baik dan disambut masyarakat dengan antusias. Produk yang dihasilkan dari pelatihan didistribusikan langsung kepada masyarakat untuk digunakan sekaligus diuji coba kinerjanya. Diharapkan melalui pelatihan ini, masyarakat tertarik untuk melanjutkannya dengan produksi mandiri dalam skala rumah tangga dan dapat dikomersialkan.

#ssc# prodi kimia fmipa uns#