GIZI KURANG PADA BALITA

Gizi kurang adalah suatu keadaan dimana berat badan balita tidak sesuai dengan usia yang disebabkan oleh karena konsumsi gizi yang tidak mencukupi kebutuhan dalam waktu tertentu. Balita gizi kurang adalah balita dengan status gizi berdasarkan korelasi berat badan dengan umur nilai z- score : -3 SD sampai dengan <-2 SD berdasarkan buku WHO NCHS. (Depkes RI, 2001)

Klasifikasi status gizi standar Harvard adalah sebagai berikut:

a. Gizi baik, adalah apabila berat badan bayi/anak menurut umurnya lebih dari 89% standar Harvard
b. Pada KMS (Kartu Menuju Sehat) yang digunakan untuk pemantauan status gizi balita diposyandu yang menunjukkan status gizi baik pada balita adalah bila berat badan berada pada pita hijau
c. Gizi kurang, adalah apabila berat badan bayi/anak menurut umur berada di anatara 60,1%-80% standar Harvard
Pada KMS yang digunakan untuk pemantauan status gizi balita di posyandu , yang menunjukkan status gizi kurang pada balita adalah bila berat badan balita berada pada pita warna kuning yang berada dibawah pita warna hijau
d. Gizi buruk, adalah apabila berat badan bayi/anak menurut umurnya 60% atau kurang dari standar Harvard.

Failed SPMB 6X, Soldier’s Wife now gets a full UNS achievement scholarship

Perasaan Bahagia, Haru, dan gemetar bercampur jadi satu, saat kubaca di website https://spmb.uns.ac.id/ namaku tertera disana, dibarisan nomor 1 sebagai penerima beasiswa Alumni UNS Berprestasi. Isak tangis masih terasa saat kudekap erat keluarga yang tengah lelap tertidur, Pah, Isterimu Lolos Beasiswa Jalur Berprestasi UNS. Lantas teringatperjuangan yang telah lalu, 5X mencoba jalur SMPB reguler dan dinyatakan Tidak Lolos, Lalu 1X ditahun 2021 mengikuti SPMB Jalur Prestasi dan dinyatakan tidak Lolos, Tak patah semangat, dengan keterbasan biaya, fasilitas aku selalu memupuk ilmu, mengikuti bimbingan toefl dan TPA di youtube, berlatih berbicara bahasa inggris lewat youtube, Berlatih Soal TPA dan Toefl Tiap Pagi dan petang dengan mendownload di Playstore. Mendapat Dukungan penuh dari Suamiyang Seorang TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang senantiasa mengarahkan, bergantian jagain anak anak kami, mengingatkan untuk membuka soal – soal ketika timbul putus Asaku dalam berjuang. Ini bukan Puncak Perjuanganku, ini adalah awal perjuanganku untuk meniti, Mengabdi dan mengembangkan diri di Universitas Impian yaitu Universitas Sebelas MAret (UNS). (Sulistyani Prabu Aji)