Skip to content

Putih Abu-Abuku Tak Pernah Mati

Oleh : Shinta Audia

 

Pada hari yang tengah kunanti
Terduduk aku menatap sosok yang datang menghampiri
Deru motornya tak pernah lepas dari memori
Mengingatkan aku akan masa yang telah terlewati
Kala embun dan dinginnya pagi selalu hadir menemani
Kala deru mobil menjadi melodiku setiap pagi
Namun itu yang membuatku rindu separah ini

Teringat jelas suara lantang bapak dan ibu guru memanggil
Menemani kami pagi sore setiap hari
Membuat kami merasa bosan meski di dalam hati
Tapi kami mengerti tetes peluh mereka ada untuk kami
Meski rasa sabar dari mereka kami abai
Amarahnya pun terkadang kami benci
Namun itu yang tak pernah membuat asa kami mati

Gambaran akan coretan di atas kertas kecil
Yang tak pernah tampak rapi
Bukan pertanda kami menganggapnya tak berarti
Hanya saja dengan begitu kami mudah memahami

Tingkah jahil nan usil dari kawan sepanjang hari
Diikuti gelak tangis dan tawa kami
Menambah koleksi kisah kebersamaan kami

Rinduku sudah setengah mati
Tak ada penawar lain untuk rasa sedalam ini
Hanya detail wajah dalam bingkai
Yang mampu mengobati

Masa itu takkan pernah mati
Dan kan tertanam dalam hati
Seragam putih abu-abu lengkap dengan dasi
Mengukir kenangan tanpa henti
Meski tokohnya telah pergi
Namun rindunya tak pernah mati

Published inBicara Aksara

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *