mobil_listrik_asli_indonesia

Mobil Listrik Buatan Asli Indonesia Lebih Mewah Dari Toyota Alphard

Mulai berkembangnya teknologi mobil listrik diakibatkan adanya kekhawatiran menipisnya bahan bakar minyak yang merupakan energi tak terbarukan. Oleh karena itu banyak ahli baik kalangan akademisi ataupun kalangan ahli otomotif berbondong-bondong menciptakan mobil listrik ciptaanya sendiri, yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan transportasi di Indonesia.

Mobil listrik merupakan mobil ciptaan manusia pertama sebelum menggunakan bahan bakar minyak, karena di anggap tidak menguntungkan perusahaan , mobil listrik tidak begitu di minati oleh investor kala itu. seiring berjalanya waktu kejayaan mobil listrik mulai kembali, karena penggunaannya yang begitu efisien dan terintegrasi menggunakan komputasi remote.

Mobil adalah salah satu alat transportasi yang dibutuhkan pada kehidupan modern saat ini. Tidak terelakan dengan produksi mobil yang sangat pesat berbagai macam varian tersedia di pasaran. Mungkin semua setuju bahwa produksi dan produsen mobil terbesar di dunia adalah di negara Jepang. Tetapi banyak yang tidak mengetahuinya bahwa Indonesia juga mempunyai mobil produksi hasil buatan mereka sendiri. Dan inilah varian – varian mobil buatan Indonesia, beberapa mobil mewah buatan indonesia bisa antara lain :

Mobil-mobil tersebut dibuat oleh tangan anak bangsa sendiri dengan kualitas tinggi dan harga yang mahal. perlu diketahui bahwa mobil tersebut hanya ada beberapa saja atau edisi terbatas. karena didesain secara manual dan di buat secanggih mungkin.

lowo-ireng-mobil-listrik-its-surabaya
lowo-ireng-mobil-listrik-its-surabaya

1. Mobil Batman ITS

sebuah mobil batman bernama Lowo Ireng, menjadi mobil super alias supercar buatan mahasiswa ITS. Kendaraan ini terinspirasi dari mobil superhero Batman makanya dikasih nama Lowo Ireng yang dalam bahasa jawa berarti kelelawar hitam, body super car berkonsep sporty ini di desain menyerupai kelelawar hitam. Tak hanya itu, Lowo Ireng di klaim sebagai super car pertama buatan Indonesia karena hampir seluruh part dari mobil (90%) adalah buatan dalam negeri.

Yang membanggakan, mobil buatan mahasiswa ITS ini mampu melaju hingga kecepatan 180 kilometer per jam. Tak hanya itu, mobil Lowo Ireng mencapai akselerasi dari 0 hingga 100 km per jam dengan waktu 10 detik saja. Lowo ireng merupakan hand made jadi pembuatannya butuh biaya yang gak sedikit dan waktu yang lama, pengerjaannya pun dilakukan oleh orang-orang ahli makanya hasilnya juga menakjubkan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

2. Mobil Sport Listrik SKEV-1

(Signal Kustom Electric Vehicle 1). Kendaraan sport listrik ini dibuat atas kerja sama antara coachbuilder Signal Kustom, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),dan didukung oleh Auto Vision serta Alpine yang masingmasing memasok lampu dan perangkat audio multimedia. Kehadiran SKEV-1 merupakan perwakilan salah satu karya teknologi bangsa Indonesia, di mana karya ini bisa disejajarkan dengan teknologi buatan bangsa lain.SKEV-1 diharapkan bisa memacu inovasi dan kreativitas anak bangsa lainnya untuk menjadi pionir teknologi. Meski baru konsep,mobil ini terbilang hebat untuk urusan in car entertainment.

Banyaknya perangkat audio berdaya besar diusung SKEV- 1.Selidik punya selidik,menurut Andre Mulyadi dari Signal Kustom Bandung,SKEV-1 awalnya diciptakan untuk ikut ajang kontes modifikasi Autoblackthrough 2010. Oleh karena itu,kendaraan tersebut dibuat seatraktif mungkin lewat kehadiran 4 buah subwoofer10 inci,4 speaker 6 inci berikut tweeter nya, dan 3 unit powerplus 7 layar LCD touchscreen yang seluruhnya dipasok oleh PT Multi Mayaka dengan produk Alpine.

Sementara untuk sistem pencahayaan,Andre menyerahkan kepada produk Auto- Vision. “Cuma AutoVision yang memiliki LED dengan formasi berderet.Dan kami memerlukannya untuk mendukung kesan high-tech yang menjadi tema desain SKEV-1,” ujar Andre. Andre mengadakan kerja sama dengan LIPI karena menginginkan mobil ini tidak menggunakan mesin konvensional. Andre pun pergi ke LIPI untuk mengutarakan maksudnya. Awalnya,Kepala Bidang Peralatan Transportasi di Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI Ir Abdul Hapid yang ditemuinya ketika itu menolak.

Namun setelah Andre menjelaskan dan menyodorkan rancangan SKEV-1, Hapid pun bersedia membantu. Maka,jadilah mobil sport yang terinspirasi dari bentuk mobil Formula 1 dan mobil balap ketahanan 24 Jam LeMans ini memiliki sistem penggerak listrik yang pembuatannya digarap oleh tim dari LIPI. Abdul Hapid mengatakan bahwa SKEV-1 dibekali dengan baterai lithium-ion generasi terbaru dengan kepadatan energi (energy density) yang tinggi.Baterai bertegangan 96 volt berkapasitas 200 Ah ini hanya butuh 4 jam pengisian agar kembali penuh dari kondisi 30%. Bahkan jika menggunakan sistem pengisian cepat (rapid charger), kendaraan berbobot sekitar 700–800 kg ini hanya butuh 15 sampai 20 menit hingga baterainya penuh terisi. “Masalahnya,untuk membuat perangkat itu membutuhkan biaya dan daya listrik yang besar,yaitu sekitar 100 amper.Jadi,saat ini menggunakan sumber kelistrikan rumah 220 volt dengan daya 42 amper untuk mengisinya,”tutur Hapid.

Mobil SV-1
Mobil SV-1

3. Mobil Listrik SV-1

Mobil ini adalah mobil listrik sport karya para peneliti dari LIPI. Bentuknya yang mewah seperti mobil sport buatan Eropa membuat para pengunjung penasaran, termasuk kepala negara. Saat presentasi, tim peneliti menjelaskan bahwa mobil tersebut adalah prototipe untuk sebuah kontes mobil hybride. Biaya pembuatannya mencapai Rp 1,8 miliar. Kekuatan baterainya 20 menit charge untuk 150 km. Motor tersebut dikawinkan dengan 45 baterai lithium ion yang masing-masing memiliki 3,8 volt. Motor listriknya bisa melontarkan tenaga sebesar 100 Hp dan torsi sebesar 146,43 Nm. Berkat teknologi itu, mobil tersebut diklaim bisa mencapai kecepatan maksimal 150 Km/jam dengan 6-8 jam pengisian. Mobil ini sempat dinobatkan sebagai Champion of Extreme Clas Mild Accelera Auto Contest (CMAAC) di 2011.

mobil_listrik_selo
mobil_listrik_selo

4. Mobil Listrik Selo

Untuk pertama kalinya rumah modifikasi asal Yogyakarta, Kupu-Kupu Malam, turut meramaikan ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014. Bertempat di hall semi-permanen, Kupu-Kupu Malam melakukan sosialisasi mengenai mobil listrik dengan membawa dua mobil listrik yaitu Selo, dan Gendhis yang pernah dipamerkan saat KTT APEC di Bali beberapa waktu lalu. Prototype mobil listrik yang dikembangkan oleh bengkel modifikasi Kupu-kupu Malam Yogyakarta dengan model sport car dengan nama Selo menghabiskan dana Rp 1,5 miliar. Jika akan diproduksi massal, harga mobil itu bisa berkurang hingga 30 persen. Selo merupakan mobil listrik yang dibangun dari “nol”. Kedua mobil tersebut memiliki konsep yang berbeda, Selo lebih mengedepankan sisi sport ini terlihat dari bentuk tubuhnya yang seksi.

Mobil Listrik Tucuxi
Mobil Listrik Tucuxi

5. Mobil Listrik Tucuxi

Mobil Tucuxi adalah mobil listrik yang diproduksi anak bangsa disebuah bengkel di Yogyakarta. Mobil ini didesain menyerupai mobil sport. Dengan desain rapi dan unik, mobil ini sempat digadang-gadang akan diproduksi massal dan dipasarkan ke seluruh Indonesia. Danet Suryatama yang mampu membuat mobil ini. Danet Suryatama merupakan lulusan ITS yang kemudian ia sekolah lagi di Michigan. Dia 10 tahun bekerja di perusahaan mobil terkenal di Amerika, Chrysler. Dia adalah orang yang membangun mobil ini atas pesanan Dahlan Iskan, pak menteri BUMN yang sangat nyentrik itu.

Mobil listrik karya Danet ini dinamai Tucuxi, mampu menampung penumpang hingga 4 orang layaknya sedan biasa. Dengan menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate atau Nano-Lithium, mobil ini sanggup melaju hingga 320 kilometer untuk sekali charge. memang produksinya terbatas saja mengingat mahalnya harga mobil ini. Di luar negeri  mobil seperti ini dihargai US$ 50000-80000 atau sekitar 3-5 Milyar

Kunjungi saya di : https://www.masklaten.id


Leave a Reply