Ekstra Kurikuler di Sekolah : Dasar Kebijakan dan Aktualisasinya

By | April 26, 2018

Di Indonesia , kegiatan ekstra kurikuler sekolah bukanlah sesuatu yang baru. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak lama. Di tingkat sekolah dasar pada umumnya jenis ekstra kurikuler yang dilakukan adalah kegiatan pramuka. Siswa sekolah dasar yang menjadi anggota pramuka dimasukkan sebagai kelompok siaga. Kegiatan yang dilakukan adalah berlatih sesuai dengan jadwal misal dua kali seminggu di sore hari. Pada saat saat tertentu diadakan perkemahan Sabtu dan Minggu yang biasa disebut Persami. Kegiatan pramuka hampir menyentuh semua siswa SD di Indonesia baik di desa desa maupun di kota. Di SD bahkan dipasang papan gugus depan sebagai organisasi terkecil pramuka.

Pada tingkat SMP dan SMA, kegiatan ekstra kurikuler berkembang dan bertambah jenisnya. Tidak hanya pramuka tetapi meliputi kegiatan-kegiatan seperti Usaha Kesehatan Sekolah, Kegiatan Seni, Patroli Keamanan Sekolah dan Kegiatan Olahraga. Para siswa umumnya ikut dalam salah satu ektra kurikuler tersebut bahkan ada yang mengikuti dua kegiatan sekaligus. Kegiatan ekstra kurikuler dikoordinasikan oleh sekolah dan dibimbing oleh guru maupun tenaga yang dikelola sekolah.

Pada tingkat perguruan tinggi, kegiatan ekstra kurikuler yang dilakukan mahasiswa semakin beragam. Selain kegiatan pramuka, dan ekstra kurikuler lain di tigkat SMP dan SMA berkembang pula unit-unit kegiatan mahasiswa secara khusus untuk menampung aktualisasi bakat dan minat mereka. Misalkan UKM Pecinta Alam, UKM seni dan paduan suara, UKM keagamaan, Kelompok Studi dan sebagainya. Berbeda dengan ekstra kurikuler di tingkat persekolahan yang dibina oleh sekolahnya masing –masing, ekstra kurikuler di tingkat perguruan tinggi lebih otonom dalam arti mahasiswa secara mandiri mengelola unit kegiatan yang bersangkutan.

Makalah ini dipresentasikan dalam Seminar dan Raker ISPI Jateng di UKSW Salatiga, tanggal 2-4 Nopember 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *