7 Senjata Tradisional Jawa Tengah

By | February 27, 2022

Mempunyai ciri-ciri unik dan kekhasan dari wilayah sebagai kebanggaan tertentu yang bermanfaat sebagai kekhasan dari tiap-tiap setiap wilayah itu. Di Indonesia warisan riwayat harus terus dikasih ke angkatan muda, janganlah sampai budaya yang berada di Indonesia tinggal riwayat saja. Baca Juga: Gambar Lapangan Bola Voly

Senjata sendiri sebagai alat yang dipakai untuk menantang, membunuh atau merusak satu benda. Dipakai untuk menjaga diri atau serang lawan. Pada suatu istilah kata tradisionil sebagai kata yang dari “adat” yang memiliki arti kepala satu simbol, rutinitas atau sikap yang berdasar tata ketentuan dan etika yang berjalan. Baca Juga: Lokersiana

Dengan demikian bisa diambil kesimpulan jika pengertiannya ialah produk budaya yang menempel pada jalinan antara warga yang dipakai sebagai bela diri dari gempuran lawan. Kemungkinan dari kalian ada yang belum pahami apa senjata tradisional Jawa tengah. Karena itu langsung kita akan mengulas berkenaan beberapa macam senjata tradisional dari Jawa tengah.

Beberapa macam senjata tradisional Jawa tengah bisa Anda saksikan pada keterangan di bawah ini.

Keris

Keris sebagai salah satunya senjata yang cukup populer dari Pulau Jawa. Sebetulnya telah semenjak jaman dulu jika keris sebagai lambang yang menyimbolkan kemampuan di wilayah Jawa, baik itu untuk wanita atau lelaki. Baca Juga: Kliksiana

Senjata keris ini dianggap memiliki nilai seni yang tinggi. Daya serang dari senjata ini dapat melumpuhkan rivalnya dari dekat tidak bisa dipandang sepele. Pada banyak daerah yang ditempati oleh etnis Melayu, seperti Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali bahkan juga sampai ke negeri Jiran, Malaysia kita bisa menyaksikan atau mendapati Keris ini.

Namun, keris Jawa condong lebih populer ini karena seringkali dipandang memiliki tuah tertentu. Keris Jawa bisa diketemukan dalam bermacam wujud, dimulai dari tanpa lekukan (luk), ada yang berlekuk 3,5,7 dan sebagainya. Banyak pelancong luar negeri atau lokal yang mengumpulkan keris sebagai wujud ketakjuban dari tiap corak tempahan yang terpahat di bagian bilahnya. Baca Juga:  Mediasiana.

Plintheng

Yang kedua pun tidak kalah populer, kemungkinan kalian masih ingat pada jaman dulu saat masih anak-anak, kalian barangkali sempat mainkan senjata ini. Permainan anak-anak kecil jaman dulu ini masih kental di Pulau Jawa. Dengan bahasa Indonesia senjata ini dinamakan dengan panggilan ketapel.

Sebagai permainan anak-anak yang simpel, senjata ini umumnya dibuat dari kayu yang dibuat huruf Y dan di bagian ujung kanan dan ujung kirinya umumnya akan diikat memakai karet karena ada selembar kulit hewan di sisi tengah karet. Plintheng ini masih aktif atau kerap dipakai sampai sekarang ini. Baca Juga: Mediasiana

Senjata tradisional Jawa tengah ini cuman dipakai sebagai fasilitas selingan. Dengan mainkan senjata ini ialah memakai batu atau kerikil yang dipakai sebagai peluru, yang selanjutnya ditempatkan pada sisi tengah karet yang ada selembar kulit hewan, lalu diambil untuk membuat style pegas yang kuat. Baca Juga: Tips Sukses Ala Mastimon

Thulup

Selanjutnya pun tidak kalah terkenal dengan senjata Plintheng. Bila pada propinsi Kalimantan Barat senjata sumpit dipakai untuk memburu, karena itu pada propinsi Jawa Sedang Thulup yang nyaris serupa dengan sumpit.

Keduanya memiliki konsep kerja yang serupa, namun yang membandingkannya ialah dari sisi ukuran dimanah thulup kelihatan lebih pendek dibanding sumpit dari Kalimantan Barat. Baca Jua: Gadgetsiana

Senjata tradisional Jawa tengah ini digunakan dengan ditiup, jadi thulup ini diperlengkapi dengan peluru yang dikenali dengan panggilan anak thulup. Untuk memperoleh hasil yang optimal dari pemakaian senjata ini, ujung thulup ini akan dipendam lebih dulu dengan cairan alami yang khusus. Dimanah cairan itu bisa menjadi toksin yang mematikan jika dipakai untuk memburu.

Kudhi

Kudhi untuk warga Banyumas sebagai salah satunya perkakas yang serba buat, selainnya dipakai sebagai senjata tajam yang bisa dipakai membuat perlindungan diri dari gempuran lawan atau bahaya yang memberikan ancaman, sebagai budaya dari warga Jawa, warga Banyumas (dan seperti umumnya warga wilayah Jawa) dalam aktivitas setiap harinya selalu memakai lambang-lambang atau simbol-simbol. Lambang atau lambang-lambang itu bisa berbentuk benda, tulisan, perkataan atau upacara dan kesenian, satu diantaranya adalah Kudhi ini. Baca Juga: Blogsiana

Kudhi dipandang memiliki daya linuwih atau magic ini cuman bisa digunakan sebagai jimat. Ini karena Kudhi seperti ini jarang-jarang sekali diketemukan atau benar-benar susah untuk memperolehnya. Warga wilayah Jawa sering kali mengatakan dengan sebutan Kudhi Trancang.

Tombak.

Mungkin kita seringkali dengar berkenaan Tombak?, Ya memang tombak tidak asing. Seperti yang sempat disaksikan dalam beberapa film kolosal Jawa. Seorang prajurit kerajaan kerap kali memakai Tombak dan Perisai dalam berperang sebagai alat pembelaan diri. Baca Juga: Pantunsiana

Namun, Tombak ini dipakai sebagai senjata di propinsi Jawa tengah. Pada jaman dulu saat terjadi peperangan pada periode lalu tombak dipakai sebagai alat pembelaan diri. Dan salah satunya Tombak yang populer ialah Tombak Kyai Pleret.

Senjata tradisional Jawa tengah ini benar-benar dihandalkan saat terjadi satu pertarungan atau peperangan. Ini karena mata pisau yang ada pada ujung tombak sangat tajam dan saat itu juga bisa membuat lawan meninggal. Senjata ini bukan hanya dipakai saat memburu saja, tetapi seringkali senjata ini dipakai untuk alat memburu saat cari bahan makanan. Baca Juga: Puisiana

Wedhung.

Kebanyakan dari beberapa orang banyak yang tidak ketahui jika wilayah Jawa tengah ini memiliki senjata ciri khas yang namanya Wedhung. Kehadiran senjata Wedhung ini tidak kalah populer dengan yang lain. Tetapi, pada periode lalu Wedhung atau senjata tusuk ini malah seringkali cuman dipakai oleh beberapa warga di tempat saja.

Bentuk dari Wedhung ini hampir serupa dengan pisau yang cuman mempunyai satu mata bilah, tetapi benar-benar tajam dan senjata ini diperlengkapi dengan rangka yang dibuat dari kayu jati. Baca Juga: Pintarsiana

Condroso.

Senjata tradisional Jawa tengah yang paling akhir ialah senjata Condroso. Pada jaman dulu, beberapa wanita yang berada di wilayah Jawa dikenali sangat berdikari, dan sanggup jaga dianya secara baik. Pada jaman dulu, beberapa wanita ini kerap kali bawa senjata condroso, ini dipakai membuat perlindungan diri dari beberapa hal atau kejahatan yang tidak diharapkan.

Akan tetapi, senjata yang dibawa bukan yang seperti tipe senjata secara umum, senjata yang diusung oleh beberapa wanita wilayah Jawa tengah ialah Condroso yaitu senjata yang memiliki bentuk hampir serupa dengan konde. Baca Juga:  Rumbelnesia

Itulah barusan beberapa ulasan berkenaan Senjata Tradisional Jawa tengah. Mudah-mudahan karena ada artikel ini bisa menambahkan wacana berkenaan kebudayaan Jawa tengah yang berada di Indonesia.