Contoh Tinjauan Pustaka

Jika Anda pernah membuat sebuah makalah atau karya tulis lainnya, tentu sudah tidak asing dengan istilah tinjauan pustaka.

Sebelum membuat karya tulis, Anda harus memahami cara yang benar dan juga tepat secara struktur serta aturan dalam membuat tinjauan pustaka.

Salah satu caranya yaitu dengan menyimak dan mempelajari contoh tinjauan pustaka.

Tinjauan pustaka biasa juga disebut dengan studi literatur atau studi kepustakaan. Hal tersebut juga merupakan unsur yang terpenting dari suatu karya tulis baik berupa laporan, makalah, penelitian, karya ilmiah maupun skripsi.

Apalagi jika karya tulis tersebut berupa jurnal internasional, tentunya harus tercantum tinjauan pustaka.

Pengertian Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka atau yang disebut juga dengan literatur merupakan suatu bagian yang paling penting dalam isi proposal, atau merupakan salah satu isi dari suatu laporan hasil penelitian. Hal ini karena pada bab tersebut akan dijelaskan mengenai sebuah pemikiran, atau beragam teori-teori yang menjadi suatu landasan sebab dilakukannya sebuah penelitian.

Bab tinjauan pustaka dapat diartikan sebagai sebuah aktivitas yang mencakup pencarian, kemudian membaca serta menelaah dari berbagai laporan hasil penelitian yang akan dilakukan. Selain itu, pada bab ini juga tercantum berbagai teori yang selaras atau sejalan dengan penelitiannya.

Contoh Tinjauan Pustaka Makalah

Berikut ini akan dijelaskan, mengenai tinjauan pustaka dalam proposal makalah melalui contoh teksnya. Bab tersebut akan berfokus pada pembahasan mengenai “Radikalisme Islam” yang merupakan tema yang cocok, karena sedang menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

Disisi lain, pembahasan tersebut juga berkaitan dengan kemunculan berbagai macam  bentuk ancaman kepada masyarakat yang berkedok agama. Contohnya yaitu dengan kemunculan terorisme ISIS atau gerakan lainnya. Berikut contoh dari tinjaun pustaka.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Kini tengah banyak bermunculan sebuah gerakan yang berkedok agama dan sifatnya radikal. Hal tersebut merupakan fenomena yang menjadikannya penting, karena menodai perkembangan sebuah agama yang berada di berbagai penjuru dunia. Terutama agama islam, yang seringkali menjadi kelompok yang dicap sebagai agama yang dianggap memiliki garis keras oleh bangsa Amerika.

Bahkan sekarang ini muncul sebutan khusus bagi agama Islam sendiri, seperti “Islam Fundamentalis” atau “Islam Revivalis”. Hal tersebut menjadi suatu keadaan yang sangat tidak nyaman dan terkesan seolah berbau negatif. Tentunya beberapa istilah tersebut memiliki arti yang perojatif, karena memberi gambaran yang buruk dan seolah mengucilkan para penganut agama islam sendiri.

Menurut Jamri dan Jajang Jahroni (2004) istilah dari islam radikal sendiri merupakan sebuah kelompok yang mempunyai kepercayaan ideologis dan fanatik, serta sedang melakukan sesuatu dengan tujuan untuk merusak tatanan nilai dari suatu sistem yang tengah berlaku kini.

Aktivitas tersebut biasanya melakukan aksi-aksi yang bersifat keras, hingga tindakan berbau kekerasan pada kelompok yang memiliki kepercayaan yang berbeda dan bertentangan dengan kepercayaan mereka.

Maka dari itu, sudah sewajarnya jika kegiatan-kegiatan yang berbau kekerasan dilakukan oleh kelompok tertentu. Dengan membawa-bawa atribut agama digunakan sebagai serangan balik oleh orang-orang barat dan radikal islam sendiri sebagai senjata, bukan untuk menyelamatkan tapi malah menghancurkan nama islam sendiri.

Selain itu mereka juga menggunakan media sebagai bagian dari senjatanya, dalam mengendalikan peradaban dan juga sebutan dari suatu paham ideologi radikalisme. Karena memang kemajuan teknologi yang sangat pesat saat ini sudah jauh melampaui apa yang dapat diperkiraan manusia di masa lalu.

Contoh di atas merupakan salah satu cara penulisan dari tinjauan pustaka mengenai suatu pembahasan. Anda bisa membacanya dan juga memahaminya agar Anda bisa memulai untuk membuat sebuah tinjauan pustaka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *