Perbedaan Sistem Saraf dan Sistem Hormon

Perbedaan sistem saraf dan sistem hormon cukup banyak, keduanya juga memiliki persamaan. Kedua sistem tersebut juga harus ada dalam manusia maupun hewan.

Karena sistem hormon bekerja atas perintah dari sistem saraf. Hormon juga memiliki peranan dalam mengatur tingkah laku yang disebabkan oleh sistem saraf.

Sistem saraf dan sistem hormon juga memiliki fungsi untuk mengatur dan melalukan koordinasi kegiatan di dalam tubuh.

Jadi keduanya saling berkaitan satu sama lain dan berikut adalah penjelasan mengenai sistem saraf dan sistem hormon bersumber dari Yuksinau.id.

Pengertian Sistem Saraf dan Sistem Hormon

1. Sistem Saraf

Sistem saraf adalah suatu sistem yang terdapat pada organ tubuh manusia dan hewan, dimana sistem saraf ini terdiri dari serabut yang tersusun oleh sel – sel yang saling terkoneksi satu sama lain.

Sistem saraf mempunyai tugas utama yaitu menyampaikan rangsangan daari reseptor untuk di deteksi dan di respon oleh tubuh.

Sistem saraf akan merespon rangsangan menggunakan neurotrensmiter dengan mengirimkan potensial aksi listrik di sepanjang neuron.

Sistem saraf akan merespon rangsangan tersebut dengan cepat dan dengan cara mengirimkan implus listrik terhadap perubahan jangka pendek.

Sistem saraf ini bekerja sama dengan endokrin untuk dapat mempertahankan homeostasis. Sistem endokrin akan mengirimkan pesan kimia (hormon) ke dalam aliran darah dan membawa adaptasi dalam jangka panjang.

Terdapat tiga jenis saraf, yaitu :

  1. Saraf sensorik adalah saraf yang digunakan untuk membawa implus dan organ dari panca indra ke dalam otak.
  2. Saraf motorik adalah saraf yang digunakan untuk membawa implus dari otak ke bagian tubuh lain.
  3. Saraf campuran adalah saraf yang merupakan campuran dari serabut saraf sensorik dan serabut saraf motorik.

Contoh dari sistem saraf adalah ketika anda terkena pisau maka anda secara reflek akan mengangkat tangan bahkan mengemutnya. Gerak reflek tersebut yang menunjukkan kerja diari sistem saraf.

Contoh lain dari sistem saraf adalah ketika mata kita terkena debu atau kotoran lain maka kita akan secara reflek mengusap mata kita. Atau ketika kita menginjak paku maka secara otomatis mangangkat kaki kita.

2. Sistem Hormon

Sistem hormon adalah suatu sistem yang berperan untuk mensekresikan hormon dan melibatkan antara kelenjar – kelenjar yang ada dalam tubuh dan memiliki bentuk senyawa organik yang dapat dihasilkan oleh kelenjar endokrin.

Sistem hormon mempunyai tugas utama yaitu mengatur aktiitas dari sistem reproduksi, sistem metabolisme, sistem pertumbuhan, dan sistem perkembangan dalam tubuh.

Hormon dalam sistem hormon disintesis pada jarak yang jauh dari sel target mereka yang berjalan melalui aliran darah atau cairan yang akan mencapai sel – sel tujuannya.

Setelah itu hormon akan bertindak atas sel target mereka untuk menambah maupun mengurangi ekspresi dalam gen tertentu. Proses tersebut membutuhkan waktu yang lama (jangka panjang).

Proses sistem hormon adalah hormon disintesis -> dialirkan atau diangkut ke sel target yang harus melalui proses transkripsi, terjemahan, dan sintesis protein sebelum aksi dari hormon terlibat -> memasukkan ke dalam sel.

Meskipun sistem hormon bertindak secara lambat, namun sistem hormon memiliki efek yang tahan lama. Selain itu sistem hormon juga dapat menanggapi jumlah menit hormon dan sangat sensitif terhadap perubahan halus di dalam konsentrasi hormon.

Ciri – ciri utama yang dimiliki hormon adalah :

  • Memiliki pengaruh yang sangat besar dalam enzim khusus.
  • Memiliki pengaruh tidak hanya dalam satu sel saja namun dapat juga mempengaruhi beberapa sel dari target yang berlainan.
  • Sistem produksi dalam darah disekresikan oleh sel kelanjer endokrin dalam jumlah yang cukup kecil.
  • Terjadi interaksi di dalam resptor khusus yang ada dalam sel target.
  • Dapat diangkut dan dialirkan melalui darah menuju sebuah jaringan atau sel target.

Contoh dari sistem hormon adalah manusia yang mengalami pertumbuhan dari bayi hingga dewasa atau bahkan tua. Proses pertumbuhan ini membutuhkan waktu yang lama dan berjalan lambat (jangka panjang). Proses pertumbuhan manusia inilah yang memnunjukkan adanya sistem hormon.

Perbedaan Sistem Saraf dan Sistem Hormon

Agar anda dapat lebih jelas lagi dalam membedakan antara sistem saraf dan sistem hormon maka telah kami rangkumkan di dalam tabel berikut ini.

Perbedaan Sistem Saraf dan Sistem Hormon
PembedaSistem SarafSistem Hormon
PengertianSistem saraf adalah suatu sistem yang terdapat pada organ tubuh manusia dan hewan, dimana sistem saraf ini terdiri dari serabut yang tersusun oleh sel – sel yang saling terkoneksi satu sama lain.Sistem hormon adalah suatu sistem yang berperan untuk mensekresikan hormon dan melibatkan antara kelenjar – kelenjar yang ada dalam tubuh dan memiliki bentuk senyawa organik yang dapat dihasilkan oleh kelenjar endokrin.
Aktivitas1.   Aktivitas motorik volunter dan involuter organ (jaringan tubuh).2.   Esensial guna persepsi sensoris indrawi.3.   Homeostatis oleh berbagai proses fisiologis pada tubuh.Sel target dapat menanggapi jumlah hormon yang sedikit dan bersifat sensitif terhadap perubahan halus dalam konsentrasi hormon.
TugasMenyampaikan rangsangan daari reseptor untuk di deteksi dan di respon oleh tubuh.Mengatur aktiitas dari sistem reproduksi, sistem metabolisme, sistem pertumbuhan, dan sistem perkembangan dalam tubuh.
Sifat RangsanganCepat atau segeraLambat namun teratur
Sifat Pengantar RangsangKurang teraturLebih teratur
Alat Penghantar RangsangSerabut – serabut sarafPembuluh darah
SekresiDalam jangka pendek, seperti kontradiksi otot neurotransmitter dan denyut jantung.Dalam jangka panjang, seperti pertumbuhan dan perkembangan hormon.
KomunikasiDilakukan dengan melalui sistem sirkulasi.Dilakukan dengan neutron melalui sinapsi.
ContohKetika anda terkena pisau maka anda secara reflek akan mengangkat tangan bahkan mengemutnya. Gerak reflek tersebut yang menunjukkan kerja diari sistem saraf.Ketika mata kita terkena debu atau kotoran lain maka kita akan secara reflek mengusap mata kita.Ketika kita menginjak paku maka secara otomatis mangangkat kaki kita.Dan masih banyak lagi gerak reflek lainnya.Manusia mengalami pertumbuhan dari bayi hingga dewasa atau bahkan tua. Proses pertumbuhan ini membutuhkan waktu yang lama dan berjalan lambat (jangka panjang). Proses pertumbuhan manusia inilah yang memnunjukkan adanya sistem hormon.

Demikian yang dapat kami sampaikan megenai pengertian, penjelasan, dan perbedaan sistem saraf dan siatem hormon.

Semoga dengan adanya artikel ini anda dapat lebih paham mengenei kedua saraf tersebut beserta perbedaannya. Terima kasih 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *