Tips Mendirikan Tenda di Gunung agar Aman dari Badai

Tips Mendirikan Tenda di Gunung

Cuaca adalah faktor alam yang tidak bisa kita atur. Pendaki hanya bisa mengumpulkan informasi dari prakiraan cuaca dan info dari basecamp pendakian. Dengan begitu, setelah memantapkan diri untuk bertolak dari basecamp, segala kondisi alam harus diterima dengan lapang dada. Misalnya, di atas gunung terjadi badai. Badai adalah kondisi di mana di atas gunung terjadi angin yang sangat kencang disertai hujan dan kadang-kadang ada petir.

Gejolak angin yang berubah-ubah arah membuat tenda pendaki mudah roboh dan kebanjiran. Alhasil, perlengkapan pendakian terendam air, pakaian basah, hingga frame tenda patah. Jika kondisi badai tidak kunjung selesai, pendaki bisa mulai kedinginan, ketakutan dan terserang hipotermia.

Intinya, suasana badai itu mencekam sekali. Tapi, dengan persiapan tenda yang baik, kamu dapat aman dari badai. Berikut ini 5 tips mendirikan tenda di gunung yang kami lansir dari situs napaktilas.net.

1. Temukan Lokasi Ngecamp yang Memiliki Pelindung Badai

Badai adalah fenomena hujan bercampur angin lebat yang memporak-porandakan area di sekitarnya. Sebagai pendaki, kamu perlu paham tanda-tanda kemunculan badai.

  • Pertama, awan berubah dari putih menjadi abu-abu/hitam pekat.
  • Kedua, angin bertiup sangat kencang dengan arah angin yang tak menentu.
  • Ketiga, kemunculan awan yang bergerombol disertai kilat dan petir.
  • Keempat, hewan di hutan ketakutan dan bergerak dengan cepat untuk mencari tempat berlindung.
  • Kelima, suhu udara di sekitar naik, terasa gerah dan panas.

Jika kamu telah mendeteksi akan datangnya badai, segera mencari lokasi ngecamp yang memiliki pelindung. Pelindung badai dapat berupa tebing batu, pohon besar, goa hingga shelter pos pendakian.

Hindari lokasi beberapa lokasi ini:

  1. Tanah lapang yang luas yang tidak ada pohonnya. Misalnya, sabana, punggung pegunungan yang gersang, puncak. Karena tempat tersebut rawan tersapu badai dan tersambar petir.
  2. Jangan berkemah di dekat pohon yang rapuh.
  3. Jika kamu berkemah di area lereng bukit, perhatikan aliran air dan arah angin. Jangan sampai tendamu roboh atau kebanjiran.

Tips mendirikan tenda di gunung yang pertama adalah mencari lokasi yang memiliki pelindung badai. Badai itu tidak datang secara tiba-tiba, selalu ada tanda yang mengawalinya. Saat kamu menyadari tanda akan kedatangan badai, segera bergegas untuk menuju bangunan shelter di pos pendakian. Jika tidak keburu, pokoknya segera turun dari sabana atau puncak. Karena di area terbuka, resiko tersambar petir sangat besar. Setelah turun, segera temukan lokasi ngecamp yang memiliki pelindung badai, entah itu, pohon atau batu besar. Pasang flysheet dan mulai menyiapkan tenda darurat. Karena kalau sudah muncul badai, selesainya pasti akan sangat lama.

2. Cari Tiang Pohon yang Kokoh dan Pasang Flysheet AntiBadai

Pada ulasan sebelumnya, kami sudah menjelaskan untuk mencari lokasi ngecamp yang memiliki pelindung badai, misalnya pohon. Carilah lokasi ngecamp yang memiliki 2 pohon berdekatan. Tujuannya adalah untuk membuat bivak dari flysheet anti badai.

Catatan: Saat mendaki di musim hujan, kami merekomendasikan untuk membawa flysheet anti badai. Karena cuaca di gunung seperti apa, kita tidak ada yang tahu.

Cara memasang flysheet anti badai:

  • Pertama, bongkar flysheet dari tas gunung dan pasang tali prusik di kedua ujungnya.
  • Kedua, ikatkan ujung flysheet ke tiang pancang. Kami merekomendasikan untuk menggunakan dua pohon yang berdekatan. Selain kokoh, juga kuat menahan terpaan angin yang kuat.
  • Ketiga, pasang tiang penyangga flysheet, kamu dapat menggunakan kayu yang ada disekitarmu.
  • Keempat, pancang flysheet dengan benar dan kunci dengan pasak di tanah yang padat.
  • Kelima, pastikan semua pemasangan flysheet telah benar dan tidak bocor.
  • Terakhir, buka footprint atau matras atau ponco sebagai alas sementara, keluarkan tenda, dan mulai dirikan tenda di bawah flysheet tersebut.

Catatan: Fungsi flysheet adalah sebagai penghalang angin dan air hujan yang terombang-ambing oleh badai. Dengan begitu, tenda akan mendapatkan perlindungan ekstra. Tenda tidak kebanjiran dan tidak mudah roboh.

3. Cari Tahu Arah Angin di Lokasi Tersebut dan Atur Letak Pintu Tenda Membelakangi Arah Datangnya Angin

Tips mendirikan tenda di gunung dari kami selanjutnya adalah sebelum mendirikan tenda, cari tahu arah angin di lokasi tersebut. Tujuannya adalah untuk mengatur letak pintu tenda agar membelakangi arah datangnya angin. Dengan begitu, kamu tidak akan kedinginan atau terkena cipratan air saat badai makin menggila.

Untuk mengetahui arah angin kamu dapat menggunakan korek gas yang kamu setel maksimal. Caranya mudah:

  1. Kamu perlu tahan nafas sejenak.
  2. Nyalakan korek gas dalam kondisi pengapian maksimal, sampai api memanjang ke atas.
  3. Amati arah dari api meliuk secara konstan. Di situlah, arah angin paling dominan di tempat tersebut.

Dengan data tersebut, kamu sudah bisa menentukan arah dan posisi tenda yang tepat agar tidak kedinginan saat terjadi badai.

4. Jangan Terburu-Buru Mendirikan Tenda, Pastikan Tenda Berdiri dengan Benar dan Pasak Terpancang dengan Sempurna

Ada kalanya, badai datang lebih cepat dari perkiraan. Tetap tenang dan jangan panik. Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah memberikan perlindungan dari perlengkapan mendaki gunung dan barang elektronik yang kamu punya. Di awal, kami sudah menjelaskan untuk membuat bivak dari flysheets sebagai pelindung. Selanjutnya, kamu perlu menggelar alas matrass/footprint untuk meletakkan barang-barangmu. Dan pastikan kamu tutup dengan jas hujan atau plastik besar.

Setelah semua aman, segera mulai dirikan tenda. Ingat, kamu harus mendirikan tenda dengan benar. Jangan terburu-buru. Pastikan frame terpasang dengan benar. Setiap pengunci frame sudah terkait dengan benar. Dan yang paling penting, pasak tenda telah terpancang dengan baik. Cek kekuatan tenda beberapa kali, sebelum final checking. Jika tenda sudah berdiri dengan sempurna, pasang matrass/footprint/alas tidur, dan mulai masukkan barang-barang penting ke dalam tenda.

5. Buat Parit di Sekeliling Tenda agar Air Hujan Tidak Masuk Menggenangi Tenda

Biarpun kamu sudah memasang flysheet dan mendirikan tenda di lokasi aman dari badai, tapi kamu perlu memastikan arah aliran air. Saat terjadi badai, air mengalir dari atas gunung ke lereng. Jadi, selain kamu akan diguyur air dari atas, kemungkinan akan ada aliran air dari dataran yang lebih tinggi. Entah itu, mengalir secara langsung melalui permukaan tanah, atau melalui resapan tanah. Nah, tips mendirikan tenda di gunung yang terakhir adalah pembuatan parit. Kamu perlu membuat parit di sekeliling tenda sebagai upaya pencegahan air masuk ke dalam tenda.

Kedalaman parit di sekeliling tenda usahakan minimal 15cm dengan lebar sekitar 10-20cm. Untuk panjang parit sesuaikan dengan keliling tenda milikmu. Jika kamu mengamati, tanah di area tenda lembab. Kamu dapat menambahkan alas di dalam tenda. Tujuannya untuk menghalangi air membasahi pakaianmu saat tidur.  Setelah semua terpasang dengan sempurna, silakan bersantai dan berdoa agar badai segera berlalu.

Akhir kata, apakah ada tips mendirikan tenda di gunung agar aman dari badai yang sulit kamu mengerti? Jika iya, silakan tinggalkan pertanyaan melalui kolom komentar di bawah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *